Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Kuliah di UT Dikira Bikin Kehilangan Relasi, Mahasiswanya Malah Bisa Membangun Jejaring sampai Luar Negeri 

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
27 Agustus 2026
A A
Universitas Terbuka (UT).MOJOK.CO

Ilustrasi - Uiversitas Terbuka (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tepis mitos kuliah daring minim pergaulan, mahasiswa UT ternyata memiliki banyak kesempatan nyata untuk membangun relasi hingga luar negeri.

***

Iklan

Setelah lulus dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jogja dua tahun lalu, Dian (26) sebenarnya sudah berada di posisi yang cukup aman dengan pekerjaan tetapnya. Namun, ia merasa ijazah sarjana dari kampus lamanya belum cukup ampuh untuk mendongkrak jenjang karier.

Berhenti bekerja tentu bukan pilihan. Ketika keinginan untuk melanjutkan pendidikan muncul, Dian mulai mencari kampus yang bisa mengakomodasi keduanya. Pilihannya mengarah ke Universitas Terbuka (UT), tempat ia berencana mengambil gelar sarjana kedua 

“Karena aku merasa ijazahku yang lama kurang disukai pasar. Kayak nggak fleksibel buat masuk industri lain,” keluh perempuan yang kini bekerja sebagai customer service di salah satu startup tersebut, Selasa (18/8/2026).

Niat untuk upgrade diri itu sudah bulat, tetapi tertahan oleh satu keraguan. Dian dihantui ketakutan akan berakhir menjadi mahasiswa “kupu-kupu” alias kuliah-pulang kuliah-pulang. Atau, dalam konteks UT: login-tugas-logout, tanpa membangun relasi apa pun.

Reputasi UT yang selama ini lekat dengan sistem perkuliahan daring membuat Dian khawatir ia hanya akan berhadapan dengan layar laptop selama beberapa tahun ke depan. Di matanya, kuliah daring identik dengan kehilangan kesempatan berjejaring, absen dari dinamika organisasi, dan terisolasi dari pergaulan kampus pada umumnya.

“Takut dapat ijazah doang, tapi nggak ada relasi,” ucapnya getir.

UT itu Setara UI dan UGM, kok

Kekhawatiran yang dialami Dian jelas bukan kasus tunggal. Banyak calon mahasiswa baru UT yang dipayungi persepsi serupa. Mereka memandang ketiadaan gedung kelas dan minimnya tatap muka sebagai tembok penghalang untuk membangun relasi, baik secara profesional maupun akademik.

Padahal, stigma bahwa mahasiswa UT terasing dari gemerlap dinamika kampus reguler adalah sebuah narasi usang. Kenyataannya, UT kini memiliki infrastruktur jejaring, kucuran pendanaan, hingga program pengembangan diri yang beroperasi sama masifnya dengan kampus-kampus konvensional.

Mahasiswa UT.MOJOK.CO
Program PIJAR Universitas Terbuka (UT) adalah program kursus musim panas (summer course) dan pertukaran pelajar internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar mengenai budaya Indonesia dan isu global. (dok. UT)

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT, Dr. Heriani, secara tegas membantah kekhawatiran soal hilangnya kesempatan networking bagi mahasiswa baru.

Secara status kelembagaan, UT saat ini berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Ini adalah kasta tertinggi perguruan tinggi negeri yang posisinya sepenuhnya setara dengan kampus-kampus top Tanah Air, seperti Universitas Indonesia (UI) maupun Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Kesetaraan status tersebut berbanding lurus dengan kelengkapan fasilitas kemahasiswaannya.

“Jangan khawatir,” tegas Dr. Heriani saat dihubungi Mojok, Rabu (19/8/2026) malam. “Kita itu punya banyak sekali program untuk mahasiswa baru, dan tentunya tidak jauh berbeda dari PTN-PTN reguler pada umumnya,” imbuhnya, menepis mitos lama yang menganggap UT hanya berfokus pada kuliah fully online.

Dari mentoring bisnis hingga konversi SKS

Di tingkat nasional, LPPM UT secara aktif mengeksekusi sistem open call proposal penelitian dan pengabdian yang terbuka bagi seluruh mahasiswa. Salah satu program strategis yang menjadi primadona adalah Pengabdian kepada Masyarakat  (PkM) Kewirausahaan.

Menurut Dr. Heriani, tahun ini saja tercatat ada 124 mahasiswa yang berhasil lolos seleksi. Mereka tidak sekadar disuntik dana segar untuk mengembangkan bisnis di sektor makanan-minuman, fesyen, kriya, hingga jasa. 

Lebih dari itu, para mahasiswa tersebut juga mendapatkan pendampingan intensif dari pakar di bidangnya dan diproyeksikan untuk tampil di berbagai ajang pameran tingkat kementerian.

Mahasiswa UT.MOJOK.CO
PELURU UT adalah program Pembelajaran di Luar Program Studi dari Universitas Terbuka yang memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar lintas prodi atau di luar kampus serta memperoleh pengakuan akademik (konversi SKS) (dok. UT)

Menariknya, capaian kewirausahaan ini diintegrasikan langsung dengan program Pembelajaran Luar Prodi (Peluru), sebuah sistem canggih yang mengadopsi konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui program ini, keringat mahasiswa merintis bisnis dapat dikonversi menjadi pembebasan beban Satuan Kredit Semester (SKS) akademis.

Iklan

“Keuntungannya kan menjadi double. Selain dapat pendanaan dan dapat mentoring, mahasiswa juga dapat pembebasan mata kuliah,” jelas Dr. Heriani.

Meski begitu, ia memberi catatan bahwa konversi SKS ini tidak diberikan secara cuma-cuma. Ia tetap mengacu pada kriteria kelayakan khusus dan seleksi akademik yang ketat.

Jejaring internasional yang terbuka luas

Jangkauan jejaring mahasiswa UT ternyata tidak berhenti di skala lokal. Tahun ini, LPPM UT menorehkan sejarah baru dengan memenangkan pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementerian Keuangan, khusus untuk program student exchange atau pertukaran pelajar.

Menurut Dr. Heriani, lewat program perdana ini, sebanyak 25 mahasiswa diberangkatkan ke luar negeri selama satu bulan penuh. Rinciannya, 21 mahasiswa mendarat di Universitas Selangor, Malaysia, sementara 4 mahasiswa lainnya dikirim ke Pangasinan State University, Filipina. 

Agenda internasionalisasi dengan jangkauan wilayah ASEAN hingga Eropa ini sejatinya secara rutin diadakan hampir setiap semester oleh International Office UT.

Tidak hanya mengirim delegasi ke luar negeri, UT juga mengambil peran sebagai tuan rumah International Summer Camp. Program bergengsi ini mempertemukan 20 mahasiswa asing dengan 10 mahasiswa UT Yogyakarta yang berhasil lolos seleksi ketat.

Mahasiswa UT.MOJOK.CO
Melalui program student exchange, mahasiswa UT dapat mengikuti kuliah singkat (short course) atau pertukaran ke kampus mitra di luar negeri seperti Malaysia, Filipina, hingga negara Asia dan Eropa lainnya. (dok. UT)

Mereka tinggal bersama di asrama, mempelajari kearifan budaya lokal seperti bermain angklung, unjuk gigi dalam perayaan Dies Natalis UT, dan melanjutkan rangkaian eksplorasi kegiatan di Yogyakarta pada keesokan harinya.

Semua fasilitas eksklusif ini terbuka lebar bagi siapa saja melalui tahapan seleksi transparan, yang mencakup penilaian Curriculum Vitae (CV), penulisan esai, hingga sesi wawancara.

Syarat khusus bagi mahasiswa UT yang pekerja

Dr. Heriani juga menepis anggapan miring bahwa mahasiswa yang sudah memiliki pekerjaan (seperti Dian) akan dianaktirikan atau memiliki keterbatasan akses dibandingkan mahasiswa reguler.

“Kita kan enggak ada namanya ‘kelas karyawan’ di UT. Jadi, perlakuannya sama semua. Mau yang fresh graduate belum bekerja, ataupun yang sudah bekerja, semuanya sama,” tuturnya.

Namun, memang ada satu syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh pendaftar dari kalangan pekerja. Mereka wajib menyertakan surat izin resmi dari tempat kerja atau instansi saat mendaftar program internasional. 

Aturan tersebut ditegakkan semata-mata demi memastikan komitmen mahasiswa agar jadwal kelulusan seleksi tidak berbenturan dengan kewajiban di kantor.

“Takutnya, teman-teman ini sudah diloloskan ternyata malah tidak jadi berangkat (karena urusan pekerjaan). Kasihan, kan, teman-teman lain yang tidak lolos dan kehilangan kesempatan itu,” tegas Dr. Heriani.

Namun, Dr. Heriani menegaskan, di balik deretan fasilitas menggiurkan tersebut, satu roh utama dari sistem pendidikan di Universitas Terbuka yang tak boleh dilupakan adalah soal “kemandirian penuh”.

Peluang beasiswa, pertukaran pelajar, hingga pendanaan bisnis memang tersedia sangat luas. Namun, semua privilese itu tidak akan pernah datang menghampiri mahasiswa yang pasif. 

Setiap individu dituntut untuk bergerak proaktif memantau pergerakan informasi, mulai dari website resmi, Instagram UT Pusat dan Daerah, hingga aktif berjejaring di grup WhatsApp koordinasi kemahasiswaan.

“Kekhawatiran-kekhawatiran teman-teman (calon mahasiswa) itu Insyaallah bisa teratasi. Jadi asalkan teman-teman pegang kunci utamanya: kuliah di UT itu belajar mandiri. Yang terpenting adalah aktif mencari informasi,” pungkas Dr. Heriani.

Jadi, kalau ketakutan Dian adalah kuliah di UT bakal membuat hidupnya cuma berputar antara login, tugas, dan logout, jawabannya: bisa saja, kalau ia memilih pasif. Namun, kalau mau sedikit rajin mencari informasi, peluang membangun bisnis, ikut kegiatan mahasiswa, sampai networking ke luar negeri ternyata tersedia.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kuliah di Universitas Terbuka (UT), Meski Diremehkan tapi bikin Gen Z Bersyukur karena Beri Jawaban Konkret untuk Kebutuhan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2026 oleh

Tags: Kuliah UTMahasiswa UTProgram internasional UTRelasi mahasiswa UTuniversitas terbukaUT
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Alasan seorang ibu tak ragu kuliahkan anak di Universitas Terbuka (UT). Perjalanan dan pencapaian anak jadi jawabannya MOJOK.CO

Saat Ibu Dukung Anak Kuliah di Universitas Terbuka (UT): Berbuah Pencapaian Membanggakan

30 Juli 2026
Alumnus UT Dapat Cuan dari Tren Foto Newspaper Photobooth di Jalan Tunjungan Surabaya. MOJOK.CO

Alumnus UT Buka Bisnis Foto ala Newspaper di Jalan Tunjungan, Satu Cetak Hanya Rp5 Ribu tapi Untungnya Bisa Sejuta dalam Sehari

25 Maret 2026
Lulusan UT, Universitas Terbuka.MOJOK.CO

Diremehkan karena “Cuma” Lulusan UT, Tapi Bersyukur Nasib Lebih Baik daripada S1-S2 PTN Top yang Menang Gengsi tapi Nganggur

3 Maret 2026
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
Kuliah di Universitas Terbuka (UT) menjadi pilihan yang disyukuri oleh Gen Z. Meski diremehkan tapi dapatkan jawaban konkret untuk kebutuhan MOJOK.CO

Kuliah di Universitas Terbuka (UT), Meski Diremehkan tapi bikin Gen Z Bersyukur karena Beri Jawaban Konkret untuk Kebutuhan

18 Februari 2026
tunadaksa lulusan S1 universitas terbuka (UT). MOJOK.CO

Lulus SMA Cuma Diterima Kerja Jadi Babu dan Dihina karena Fisik, Kini Malah Jadi Asesor Sertifikasi dengan Gelar S1 UT

10 Februari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Motor Honda Verza tua itu 12 tahun menemani saya mengejar rezeki MOJOK.CO

Jok motor Honda Verza tua itu sudah sobek, tangki penyok, spion patah diserempet truk, tapi menolak pensiun menemani saya 12 tahun mengejar rezeki menembus pegunungan Banjarnegara

27 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.