Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Mahasiswa Autis UGM Sulit Berinteraksi Sosial, tapi Buktikan Bisa Lulus Usai 6 Tahun Lebih dan Buka Usaha Ternak Kambing di Kampung Halaman

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
20 Mei 2026
A A
mahasiswa autis Fakultas Peternakan UGM. MOJOK.CO

ilustrasi - Siham Hamda Zaula Mumtaza, lulus wisuda UGM. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Siham Hamda Zaula Mumtaza, mahasiswa autis Universitas Gadjah Mada (UGM) ini akhirnya berhasil menyelesaikan kuliahnya selama 6 tahun 7 bulan. Setelah lulus dari Fakultas Peternakan, ia tak perlu pusing mencari kerja, sebab ia sudah merintis ternak domba di kampung halamannya, Jepara.

***

Iklan

Siham didiagnosis menderita autis Asperger sejak Sekolah Dasar (SD). Kondisi itu menyebabkan dirinya kesulitan dalam berinteraksi sosial. Jangankan berkomunikasi, melakukan kontak mata saja susah. 

Pengidap asperger juga jarang menampilkan ekspresi wajah atau gerakan tubuh yang berhubungan dengan ungkapan. Misal, ia susah tersenyum meski bahagia atau sulit tertawa ketika mendengar candaan lucu. 

Mendengar suara keras atau bentakan menjadi momok bagi Siham. Ia sama sekali tidak suka mendengar suara-suara keras tersebut. Maka tidak heran, sehari-hari Siham lebih banyak beraktivitas mandiri atau tidak melibatkan banyak teman. 

Sejatinya juga, kecerdasan seorang asperger masih normal dan tidak mengalami keterlambatan bahasa. Siham pun berhasil meneruskan pendidikannya sampai bangku kuliah dan diterima di Fakultas Peternakan UGM tahun 2019.

Saban hari, ia rela bersepeda dari daerah Condongcatur ke kampus. Untuk mengurangi kekurangannya dalam belajar ia selalu duduk di bangku depan saat kuliah berlangsung.

ULD UGM mendukung adaptasi mahasiswa autis

Siham atau yang akrab dipanggil Yola bersyukur masuk UGM karena dia memiliki Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang menunjangnya dari segi fasilitas. Menurut Siham, fasilitas dan pendampingan yang diberikan kampus membuat mahasiswa difabel memiliki ruang belajar yang lebih inklusif dan nyaman.

Siham menyampaikan pidato wisuda. MOJOK.CO
Siham menyampaikan pidato wisuda. (Sumber: UGM)

“Untuk mahasiswa difabel baru, jangan khawatir untuk masuk UGM. ULD UGM selalu ada untuk kalian,” ujar Siham yang juga memperoleh beasiswa Bidikmisi, dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (20/5/2026).

Siham mengaku sempat kesulitan untuk mengobrol dengan orang lain di awal kuliahnya, sehingga lebih sering menyendiri. Meski begitu, Siham tak merasa sendirian. Dukungan dosen, teman, tenaga kependidikan, hingga lingkungan kampus menjadi kekuatan besar yang membantunya bertahan hingga lulus. Saat praktikum, ia beberapa kali harus dibantu untuk proses pengarahan.

“Saya merasa terbantu dengan mereka semua yang sudah mendukung saya selama masa kuliah ini, baik yang langsung maupun tidak langsung,” kata dia.

Di balik merintis usaha ternak domba

Di tengah tantangan akademik dan adaptasi sosial yang harus dijalani, Siham justru membangun mimpi besarnya di dunia peternakan. Bahkan skripsinya berjudul “Tingkah Laku Harian Domba Ekor Tipis di Pusat Penelitian Ternak Fakultas Peternakan UGM”.

Baca Halaman Selanjutnya

Merintis usaha ternak domba sejak akhir kuliah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2026 oleh

Tags: alumni UGMFakultas PeternakanJogjalulusan ugmmahasiswa S1ternak dombaUGM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.