Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Berhasil Kuliah Gratis di Jurusan Mahal UGM Berkat Kebiasaan Belajar Pukul 3 Pagi dan Hobi “Nongkrong” di Perpus Hingga Malam Hari

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
24 Juni 2026
A A
UGM.MOJOK.CO

Ilustrasi - Universitas Gadjah Mada (UGM (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nurma berhasil kuliah gratis di UGM berkat kegigihannya. Tiap hari, ia mulai belajar sejak pukul 3 pagi, dan “nongkrong” di perpustakaan sejak pulang sekolah hingga pukul 11 malam. Ia diterima di salah satu jurusan termahal UGM via jalur SNBP.

Bangun jam 3 pagi buat belajar

Saat jarum jam baru menunjuk pukul tiga pagi, dan sebagian besar orang masih lelap tertidur, Anisa Nurmalitasari sudah duduk menghadap buku pelajaran. 

Uniknya, rutinitas ini bukan cuma terjadi sesekali jelang ujian, seperti yang sering dilakukan siswa lainnya. Anisa melakukannya setiap hari.

Sementara pada sore hari, begitu bel sekolah berbunyi, gadis 18 tahun ini tidak lantas pulang ke rumah. Ia akan pergi ke perpustakaan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan “nongkrong” di sana sampai jam sebelas malam. 

Tujuannya, untuk mengulang materi pelajaran yang ia dapat di sekolah dengan tenang.

Bagi Nurma, panggilan akrabnya, nongkrong di perpustakaan adalah sebuah keharusan, bukan gaya-gayaan.

Melansir laman resmi UGM, Nurma bercerita bahwa rumah keluarganya yang terletak di kawasan padat penduduk Notoyudan, Kota Jogja, punya suasana yang kurang pas untuk dipakai berkonsentrasi penuh. 

Alhasil, jam tiga pagi di rumah jadi waktu terbaiknya untuk membaca. Sementara perpustakaan kampus, pada sore harinya, akhirnya jadi tempat nongkrongnya.

Untungnya, ayahnya paham betul perjuangan ini. Hampir setiap malam, sang ayah memacu sepeda motornya ke Bulaksumur hanya untuk menjemput anak gadisnya yang baru selesai bergelut dengan buku.

Kunci sukses bisa kuliah gratis di UGM

Jam belajar yang “gila” itu lahir dari sebuah kesadaran diri. Nurma duduk di bangku SMAN 1 Yogyakarta, salah satu sekolah paling kompetitif di Kota Gudeg. 

Di sekolah tersebut, ia dikelilingi teman-teman yang rata-rata mengikuti bimbingan belajar berbayar yang harganya tidak murah. 

Sadar keluarganya tidak punya uang sisa untuk mendaftarkannya ke tempat les, Nurma mengambil jalan pintas paling murah: melipatgandakan jam kerja. Jika temannya belajar dua jam sehari, maka ia harus belajar empat hingga enam jam sehari.

Hebatnya, di tengah jadwal belajarnya yang padat, Nurma tidak tumbuh menjadi “kutu buku” yang kaku dan anti-sosial. Ia justru mengambil peran sebagai pemimpin. 

Di sekolahnya, ia diamanahi menjadi Ketua Seksi Literasi, Wakil Ketua Departemen Rohis Masjid Al-Uswah, hingga aktif di organisasi All Nation Teenagers. Berada di lingkungan yang serba cepat dan produktif justru memaksanya untuk terus berlari agar tidak tertinggal.

Iklan

Seluruh “utang tidur” itu akhirnya dibayar lunas pada hari pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). 

Sore itu, suasana rumahnya mendadak tegang. Nurma mengaku tubuhnya sampai gemetar dan tidak berani menatap layar laptop. Kedua orang tua dan kakaknya yang mengambil alih meja. 

Begitu kata “Lolos” muncul di layar, rumah kecil itu langsung meledak oleh tangis haru. Nurma resmi diterima di Program Studi Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. 

Bonus paling besarnya: ia mendapat beasiswa UKT nol Rupiah alias kuliah gratis seratus persen.

Support-system di keluarga

Di sudut ruangan, ada tangis seorang ayah yang bebannya mendadak menguap. Sang ayah, Agus Nurhadi, adalah seorang wiraswasta skala rumah tangga. 

Setiap pagi dan sore, ia berkeliling menitipkan sebungkus demi sebungkus camilan kacang goreng produksinya ke puluhan angkringan di Jogja. 

Jauh di lubuk hatinya, Agus sempat dilanda cemas luar biasa. Membayangkan biaya kuliah di fakultas rumpun kedokteran UGM bagi seorang penjual kacang angkringan adalah sebuah ujian mental yang berat.

“Saya ini kan wiraswasta kecil, penghasilannya kadang ada, kadang tidak ada. Begitu tahu dia diterima dan gratis, rasanya sangat bersyukur. Ini apresiasi luar biasa dari UGM untuk anak saya,” tutur Agus.

Sang ibu, Sri Damaryati, juga memegang peran vital di balik layar. Dialah garda terdepan yang selalu menepuk pundak Nurma saat putrinya mulai kehabisan bensin di jam tiga pagi. 

Sri selalu menanamkan satu prinsip sederhana: tugas manusia hanya berusaha sekeras mungkin, sisanya biarkan takdir yang bekerja. 

Peran sang kakak juga tidak kalah besar. Saat Nurma membentur jalan buntu ketika memecahkan soal-soal sulit, kakaknya yang akan duduk di sebelahnya, mengurai materi itu sampai adiknya paham. 

Di rumah kecil tersebut, mimpi Nurma pada dasarnya dipikul bersama-sama.

Pilih jurusan Ilmu Gizi UGM karena alasan mulia

Soal jurusan yang ia pilih, Nurma mengaku tak muluk-muluk. Ia hanya bertanya pada dirinya sendiri: apa hal paling mendasar yang membuat manusia tetap hidup? Jawabannya adalah makanan. 

Ia lalu mengawinkan konsep makanan itu dengan ilmu kesehatan, dan ketemulah jurusan Gizi. Begitu mantapnya dengan logika tersebut, Nurma hanya memasukkan satu pilihan jurusan saat mendaftar SNBP. 

Ia tidak membuat rencana cadangan sama sekali.

Kini, sambil menghitung hari menuju ospek perkuliahan, Nurma tidak lantas ongkang-ongkang kaki. Ia mengisi waktunya dengan bekerja lepas (freelance) untuk menabung uang saku, mengasah bahasa Inggris, serta ikut berbagai lokakarya. 

Kepada anak-anak muda lain yang sedang merasa kalah oleh keadaan, Nurma menitipkan pesan singkat: “Kalau niat kita sudah di situ, porsi kerja kerasnya yang harus dilebihkan.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

Sumber: ugm.ac.id

BACA JUGA: Mahasiswa Autis UGM Sulit Berinteraksi Sosial, tapi Buktikan Bisa Lulus Usai 6 Tahun Lebih dan Buka Usaha Ternak Kambing di Kampung Halaman atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2026 oleh

Tags: beasiswa ugmkuliah di UGMkuliah gratis di ugmlolos ugmmahasiswa ugmperpustakaan ugmsnbp ugmUGM
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
kuis rempah rempah
Kabar

Merawat Muruah Rempah Nusantara lewat Riset Genetika

2 Juli 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.