Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Eksplor

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
24 Juni 2026
A A
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

ilustrasi - bisa kuliah di ITB karena beasiswa dari bapak seorang ojol. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Driver ojol asal Jogja ini sempat berdebat dengan anaknya agar dia mau kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) saja, alih-alih kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), mengingat jarak dan biaya yang harus dia kirimkan jika anak perempuannya merantau. Namun, berkat beasiswa dari pekerjaan sang ayah, anak tersebut akhirnya bisa kuliah di ITB.

Mewujudkan mimpi sang anak lewat ngojol 

Sebagai driver ojek online, Sunarwanto (53) selalu mengupayakan pendidikan anak perempuannya bahkan mencarikan beasiswa agar anaknya bisa kuliah. Saban sore hingga malam, dia mengendarai mobilnya untuk mencari penumpang dan menyisihkan sebagian penghasilannya guna bekal masa depan sang anak.

Iklan

“Kadang kalau weekend saya bisa narik dari pagi,” kata Sunarwanto kepada Mojok, Kamis (18/6/2026).

Laki-laki asal Jogja itu berujar telah menjadi driver ojol sejak tahun 2018. Awalnya, kata dia, ngojol adalah pekerjaan sampingan, sehingga dirinya lebih fokus pada usaha keluarga. Akan tetapi, setelah Covid-19 berakhir, usaha tersebut malah tidak berjalan lancar.

“Dulu untuk penghasilan tambahan saja, tapi saat ini ngojol jadi pekerjaan utama, karena sekarang juga nggak ada pekerjaan lain,” tegasnya.

Tentu saja kondisi itu mengubah drastis pemasukan Sunarwanto. Dia khawatir tidak bisa mewujudkan mimpi anaknya untuk kuliah. Dia berharap putrinya bisa diterima di UGM. Sementara itu, Gadis Ayudya Setiawan (18), anaknya berharap bisa diterima di ITB.

Beasiswa ojol jadi salah satu jalan

“Dari dulu saya memang ingin masuk kuliah di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) di ITB, tapi bapak agak kurang setuju karena faktor jarak dan biaya. Beliau menyarankan ke Teknologi Geologi UGM saja,” ujar Gadis saat dihubungi Mojok secara terpisah, Kamis (18/6/2026).

“Namun, setelah meminta berbagai pendapat dari teman-teman dan ibu saya yang juga memberikan dukungan penuh, saya yakin bahwa FITB ITB merupakan pilihan terbaik bagi saya,” jelas Gadis sembari meyakinkan ayahnya bahwa dia akan berusaha mencari beasiswa. 

Gadis ingat betul, H-1 sebelum pengumpulan berkas SNBP, dia akhirnya menangis di hadapan sang ayah untuk meminta restu agar diperbolehkan mendaftar ke FITB ITB. Kagum dengan semangat dan argumentasi anaknya, Sunarwanto akhirnya luluh sehingga mengizinkan putrinya untuk merantau.

“Setelah diskusi dengan istri, akhirnya kami setuju. Saya yakin pasti ada jalan. Sebagai orang tua, kami pasti berharap dia bisa belajar dengan sungguh-sungguh agar cita-cita yang diinginkan tercapai,” kata Sunarwanto.

Dan benar saja, jalan itu selalu ada. Salah satunya beasiswa untuk anak mitra ojol.

Malam panjang menunggu hasil pengumuman dari ITB

Para penerima beasiswa Gojek. MOJOK.CO
Penerima beasiswa Gojek 2026. (sumber: Gojek)

Di masa-masa menunggu hasil pengumuman, Gadis mengaku gusar. Ada perasaan ragu jika nantinya dia tidak lolos. Apalagi dia harus memikirkan, bagaimana caranya mendapatkan beasiswa. Meski begitu, dia berusaha meyakinkan diri bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. 

Sejak kelas 10 hingga 12 SMA, Gadis sudah berusaha mempertahankan nilai-nilai di rapornya. Bahkan dia punya target agar nilainya naik di tiap semester.

“Karena saya sudah punya keinginan masuk PTN jalur SNBP sejak kelas 10. Hal ini saya lakukan dengan belajar sungguh-sungguh dikala ujian tiba, serta turut aktif dalam pembelajaran di kelas,” ucapnya. 

Iklan

“Berkat doa jalur langit, usaha yang saya lakukan, serta dukungan dari kedua orang tua dan teman-teman saya, alhamdulillah saya bisa lulus,” lanjutnya.

Mencari beasiswa untuk bekal kuliah di ITB

Setelah dinyatakan lulus jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di ITB, Gadis akhirnya bisa fokus untuk mencari beasiswa. Lewat berbagai informasi di media sosial, Gadis jadi tahu ada beasiswa dari yayasan GoTo Merah Putih (YGMP).

“Saya tidak pernah malu dengan pekerjaan bapak sebagai driver ojol. Justru saya bangga karena beliau dapat mencari nafkah untuk kami lewat pekerjaan ini, bahkan bisa mengantarkan saya pada beasiswa ini,” kata Gadis.

Melansir laman resmi Gojek, beasiswa diberikan untuk mitra dan anak mitra mereka yang mau atau sedang berkuliah. Bentuknya adalah uang kuliah tunggal (UKT) yang akan di-reimburse oleh pihak YGMP sampai mahasiswa tersebut lulus.

Selain untuk calon mahasiswa penerima jalur prestasi (SNBP) Kampus Negeri seperti Gadis yang diterima di ITB, beasiswa juga diberikan untuk calon mahasiswa penerima jalur tes (SNBT), serta mahasiswa aktif semester 2-6 di kampus negeri.

Restu bapak dan ibu yang mengantarkan mimpi Gadis

Sunarwanto yang awalnya kaget saat mengetahui beasiswa tersebut, tanpa ba-bi-bu lagi langsung menyerahkan gawainya ke Gadis. Dia lalu mengizinkan putrinya untuk mendaftar lewat akun ojolnya, sembari berharap Gadis memenuhi syarat penerima beasiswa.

“Alhamdulillah saya dan bapak saya memenuhi kriteria beasiswa ini. Pertama, karena saya memang sudah lolos SNBP. Kedua, identitas bapak saya sebagai mitra andalan,” jelas Gadis.

Mendengar hal itu, Sunarwanto tak henti-hentinya mengucap syukur. Meski sudah terbantu dengan biaya UKT, Sunarwanto tetap memberikan nasihat kepada Gadis agar selalu bekerja keras dan jangan takut untuk mencoba.

“Karena kata Bapak, gagal itu lebih baik daripada tidak mencoba,” ucap Gadis.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2026 oleh

Tags: beasiswabeasiswa kuliahbeasiswa ojoldriver ojolITBojolSNBP
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO
Sekolahan

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Lulus S3 Jurusan Rekayasa Nuklir di ITB. MOJOK.CO
Sekolahan

Pesan dari Lulusan ITB yang Raih Gelar S3 di Usia 62 Tahun: Jangan Lupa Menikmati Hidup

25 Mei 2026
Anak tunggal dari pengusaha toko kelontong diterima di UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Lolos UGM Justru Dilema karena Tak Tega Tinggalkan Ibu untuk Merantau dan Buka Toko Kelontong Sendirian

21 Mei 2026
Mahasiswa dapat beasiswa KIP Kuliah bohongi orang tua demi uang saku dobel MOJOK.CO
Sekolahan

Dapat Beasiswa KIP Kuliah Jalur FOMO, Bohongi Ortu biar Dobel Uang Saku karena Gaya Hidup Tak Cukup Rp750 Ribu

20 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

21 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Perjalanan Kopikina menjadi kedai kopi populer di Jakarta yang dirintis oleh alumni Beasiswa LPDP MOJOK.CO

Jalan Kopikina dari Kedai Kopi Kecil dan Bukan untuk Bisnis Serius Jadi Brand Besar di Jakarta, Terapkan Ilmu dari Inggris

19 Juni 2026
Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
Rembang semakin tidak layak dicintai MOJOK.CO

Semakin Tak Punya Alasan untuk Tinggal dan Mencintai Kabupaten Rembang: Tak Beranjak ke Mana-mana, Kolotnya Dipelihara

17 Juni 2026
Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.