Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Maret 2026
A A
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Ilustrasi mudik lebaran (Ilustrasi Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sering dicibir karena rumahnya jelek

Nyinyiran warga rupanya tidak berhenti di urusan pekerjaan Tian. Bentuk fisik rumah orang tuanya juga jadi sasaran empuk. Di saat tetangga kanan-kirinya sudah memamerkan tembok bata berlapis cat cerah dan lantai keramik mengkilap hasil anak merantau, rumah orang tua Tian masih bertahan dengan dinding separuh kayu dan lantai plester semen.

“Di lingkungan, kira-kira lingkup RT RW lah, kayaknya memang rumah saya yang paling jelek. Karena memang nggak pernah renov,” jelasnya.

Iklan

Kalau kebetulan tetangga sedang kumpul, kondisi rumah Tian sering dijadikan bahan perbandingan.

“Kasihan, ya, sudah habis banyak buat nyekolahin anak sampai S2, eh rumahnya masih begitu saja.” 

Bagi warga desa, wujud bakti anak rantau itu dinilai dari seberapa megah mereka merenovasi rumah orang tuanya. Anak lulusan SMA yang bisa membelikan sofa ruang tamu baru, atau sekadar memplester teras untuk parkir motor, dianggap jauh lebih sukses dan berbakti.

Gelar S2 Tian seolah tidak ada artinya selama rumah kayu itu masih berdiri kusam di tengah kepungan rumah tembok tetangga.

Semua omongan pedas itu sebenarnya sampai ke telinga Tian. Meski ibunya mengaku biasa-biasa saja, ia mengaku sedih.

“Siapa yang nggak sedih kalau keluarganya dihina?”

Lulusan S2 bungkam tetangga dengan bangun rumah

Beberapa bulan setelah Lebaran yang penuh nyinyiran itu lewat, barulah buah pekerjaan Tian terlihat. Tidak ada keajaiban dalam semalam. Namun, sedikit demi sedikit, Tian merobohkan rumah kayunya milik orang tuanya.

Sedikit demi sedikit, material bangunan mulai berdatangan. Bulan pertama fondasi dicor. Bulan berikutnya tembok mulai naik.  Proses pembangunan itu memakan waktu berbulan-bulan, menggunakan uang tabungannya yang terus mengalir dari klien luar negeri.

Kini, setahun telah berlalu. Menjelang momen mudik Lebaran tahun ini, rumah itu sudah berdiri tegak. Bukan lagi rumah kayu yang rapuh, tetapi sebuah rumah tembok besar, yang mungkin paling mencolok di lingkungan desanya.

“Paling tidak, aku bisa menjawab semua nyinyiran yang pernah dialamatkan kepada keluarga,” ujarnya. “Meski ya namanya tetangga, ke depan tetap aja bakal nyari celah kita buat dinyinyirin lagi.”

Bagi Tian, ia telah membuktikan satu hal penting. Berbakti kepada orang tua tidak selalu butuh validasi seragam dinas atau mobil yang dipamerkan saat Lebaran. 

Penulis: Ahmad Effendi

Iklan

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Mudik Lebaran Jadi Ajang Sepupu Minta Kerjaan, tapi Sadar Tak Semua Orang Layak Ditolong atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 13 Maret 2026 oleh

Tags: Desakuliah s2Lebaranlulusan s2mahasiswa S2Mudikmudik lebaranpilihan redaksis2standard kesuksesan orang desa
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO
Fragmen

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO
Catatan

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO
Urban

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO
Sehari-hari

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.