Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Cerita Saksi Hidup tentang Kematian Misterius Satu Keluarga di Rembang

Dari digigit ular, tenggelam, hingga sakit misterius.

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
28 September 2023
A A
Cerita Saksi Hidup tentang Kematian Misterius Satu Keluarga di Rembang MOJOK.CO

Cerita Saksi Hidup tentang Kematian Misterius Satu Keluarga di Rembang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kematian misterius terjadi pada satu keluarga di sebuah desa di Rembang, Jawa Tengah. Di kalangan masyarakat setempat, tidak sedikit yang mengendus pola ganjil di balik kematian satu keluarga tersebut.

Kepada Mojok, seorang saksi hidup bercerita perihal dugaannya mengenai “sesuatu” di balik kematian satu keluarga itu.

***

Rumah kosong itu berada di daerah genengan (tanah yang agak tinggi) di bagian timur Desa M, Rembang, Jawa Tengah. Ada perkebunan dengan rumput dan pepohonan rimbun di bagian belakang rumah tersebut. Begitu juga pada sepetak tanah yang berada di lereng atasnya.

Hanya ada satu rumah lain yang berjarak tak terlalu jauh dari rumah kosong itu. Yakni rumah Mbah Lasiman*, tetangga yang sekaligus merupakan kakak sambung dari mendiang si pemilik rumah. 

Mbah Lasiman yang usianya sekitar 60-an ini lah orang yang paling kredibel untuk bercerita tentang kengerian di balik kematian misterius satu keluarga pemilik rumah tersebut.

Suara rintihan yang terdengar mengiris hati

Seturut Mbah Lasiman, ada beberapa orang desa yang mengaku bahwa, di malam hari, selalu terdengar suara rintihan perempuan dari dalam rumah tersebut. Rintihan yang terdengar sangat mengiris hati karena seolah menyiratkan kepedihan yang teramat sangat.

“Ada juga yang mengaku sering melihat seekor ular hijau yang keluar-masuk rumah. Mbuh (entah) ular penampakan atau ular dari perkebunan belakang,” ujar Mbah Lasiman memulai ceritanya saat saya temui belum lama ini.

Kata Mbah Lasiman, sudah menjadi asumsi umum bahwa di malam hari rumah kosong itu memang seolah mengeluarkan aura yang kelam dan mengerikan.

Meskipun pintu rumah itu selalu terbuka dan lampu-lampunya selalu menyala, tapi kesan ngeri tetap saja menyeruak. Barangkali karena residu dari apa yang pernah terjadi pada satu keluarga mendiang si pemilik rumah.

“Yang jelas, ular hijau memang ada hubungannya dengan kematian terakhir dari keluarga ini. Nanti saya ceritakan. Kita urutkan dulu kejadiannya (kronologinya),” tutur Mbah Lasiman.

Awalnya adalah keluarga kecil yang harmonis di Rembang

Mengenai apa yang pernah terjadi pada satu keluarga pemilik rumah itu, sebenarnya sudah sering Mbah Lasiman beberkan pada banyak orang di Desa M, Rembang. Sebab, ia lah saksi hidup sekaligus orang yang bersinggungan langsung dengan keluarga pemilik rumah itu.

Menurut Mbah Lasiman, rumah itu dulu yang menempati adalah Sutinah* dan suaminya, Atmuji*, serta dua anak laki-lakinya, Nur Rohman* dan Saifudin*.

Keluarga kecil itu semula tampak harmonis. Mereka terlihat hidup ayem meski bukan dari kalangan berada. Sehari-hari, Atmuji bekerja sebagai buruh serabutan. Sementara Sutinah jualan sembako di pasar.

Iklan

Namun, ketika kedua anak mereka sudah menginjak usia SMP, situasi tiba-tiba berubah secara drastis. Suara bentakan, tangisan, adu mulut, suara gebrakan pintu/meja, malah makin sering terdengar dari rumah Sutinah.

“Waktu itu saya tidak tahu-menahu, sebenarnya ada masalah apa dengan keluarga Sutinah. Walaupun Sutinah ini masih keluarga saya, tapi urusan rumah tangga kan saya tidak boleh ikut campur, enggak pantes. Beda lagi kalau memang saya dilibatkan,” kata Mbah Lasiman menggambarkan situasi yang terjadi pada keluarga Sutinah saat itu.

Kematian misterius satu keluarga di Rembang diduga ada hubungannya dengan ilmu hitam. MOJOK.CO
Kematian misterius satu keluarga di Rembang diduga ada hubungannya dengan ilmu hitam. (Photo by Aziz Acharki on Unsplash)

Kematian demi kematian di tahun-tahun berikutnya

Meski berstatus sebagai kakak sambung Sutinah, tapi Mbah Lasiman memang menahan diri untuk tidak masuk terlalu jauh dalam urusan rumah tangga mereka. Hingga suatu hari, Atmuji menghilang dari rumah tersebut.

Mbah Lasiman dan beberapa orang desa yang tahu soal ketidakharmonisan rumah tangga Sutinah sempat iseng-iseng bertanya, “Ke mana Atmuji, kok sudah berhari-hari tak kelihatan di rumah?”. Dengan ketus Sutinah selalu menjawab, “Minggat!”. Hanya itu jawaban Sutinah. Tak pernah ada keterangan yang lain,

Lalu di tahun-tahun setelah “minggat”-nya Atmuji, kejadian demi kejadian nahas mulai menimpa Sutinah dan dua anaknya. Secara bergiliran, Sutinah dan dua anaknya mati dalam proses yang sama-sama misterius.

Baca halaman selanjutnya…

Bisikan terakhir dari Sutinah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 29 September 2023 oleh

Tags: kematian misteriusmisteriuspesugihanrembang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan
Pojokan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

18 Mei 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO
Urban

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO
Urban

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO
Sehari-hari

5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung

3 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara.MOJOK.CO

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara

8 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.