Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Nekat Resign dari BUMN karena Lelah Mental di Jakarta, Pilih “Pungut Sampah” di Kampung agar Hidup Lebih Bermakna

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
10 Desember 2025
A A
Nekat resign dari BUMN karena nggak betah kerja di Jakarta. MOJOK.CO

ilustrasi - nekat resign dan pilih kejar passion. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nekat resign setelah 9 tahun kerja di Jakarta

Sampai akhirnya, Risma nekat resign dari anak perusahaan BUMN setelah 9 tahun bekerja di Jakarta. Ia pun pulang ke kampung halamannya untuk mencari arti hidup. Sejak saat itu, ia menyadari betapa nikmatnya berjemur di bawah sinar matahari pagi tanpa takut dikejar-kejar meeting pagi, hingga ngopi siang-siang di kafe tanpa takut dihubungi atasan.

Namun, saat malam menyergap, Risma pun tak terhindar dari perasaan waswas.

“Aku ingat banget malam itu, tidur aja susah. Pikiran muter terus, gimana kalau nyesel? Gimana kalau gagal? Gimana kalau semua orang bilang aku bodoh?”

Alih-alih larut dalam pikiran negatifnya, Risma pun salat istikharah. Ia meminta petunjuk, bukan untuk dapat jawaban ‘ajaib’ yang menuruti egonya, tapi jawaban lain yang memantapkan langkahnya resign. Selain berdoa, Risma tak lupa ikhtiar dengan membuat daftar pros and cons resign. 

“Aku tulis dua kolom. Pertama, hal apa yang aku bisa dapatkan kalau resign. Kedua, hal apa yang hilang setelah aku resign. Begitu aku lihat di kertas, aku sadar berapa banyak pros tertulis. Aku pun sadar yang aku kejar bukan cuma uang, tapi hidup yang lebih tenang juga.”

Hidup lebih bahagia dan bermakna setelah resign

Risma pun mulai bangkit dan melawan rasa takutnya dengan menyusun segala kemampuan yang ia miliki. Mulai dari hal teknis hingga soft skill dari pengalamannya bekerja di Jakarta, baik di perusahaan swasta maupun BUMN.

“Ternyata banyak hal yang bisa aku kembangkan jadi peluang baru. Rasa takut sedikit demi sedikit berubah jadi semangat dan akhirnya aku sadar ternyata skill-ku ini bisa aku pakai untuk peluang bisnis,” ujar Risma yakin.

Setelah merefleksikan diri di kampung halamannya, Risma jadi sadar bahwa banyak tetangganya yang sulit kerja di usia tua, tapi mereka harus bertahan hidup demi sesuap nasi. Sejak saat itu, Risma yakin untuk membuka bisnis, sekaligus memberikan lapangan kerja untuk orang-orang di kampungnya.

Nama perusahaannya adalah PT Suhuf Kridasana Nusantara, sebuah toko seni dan kerajinan yang terbuat dari limbah pelepah pisang.

Mulanya, Risma sempat diremehkan dan dihina bodoh karena resign dari BUMN demi memungut sampah. Namun, Risma berhasil membuktikan bahwa bisnisnya itu sekarang dihargai dan banyak dipesan di seluruh Indonesia hingga Kanada. 

“Setiap pelepah yang mereka kumpulkan, bikin aku ingat bahwa ada hidup lain yang ikut bertahan lewat keberanianku resign. Ada orang yang hanya butuh sedikit kesempatan untuk kembali merasa berharga.” Kata Risma.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

Iklan

BACA JUGA: Nekat Resign usai 8 Tahun Kerja di BUMN, Nggak Betah Hidup di Jakarta dan Baru Sadar Bawa Trauma Keluarga Terlalu Lama atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2025 oleh

Tags: alumnus ITBbudak korporatBUMNITBjakartakerja di jakartaPT Suhuf Kridasana Nusantararesign
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO
Urban

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO
Sekolahan

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO
Sekolahan

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO
Sekolahan

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Putusan MK Perlu Diapresiasi, tapi Anggaran MBG Harus Tetap Keluar dari Dana Pendidikan Mulai 2027

30 Juli 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

SRAK 2026-2036 Resmi Disusun, Komitmen Lintas Sektor Selamatkan Elang Jawa dari Kepunahan

27 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026
Pengeroyokan di Bali tidak dibenarkan. MOJOK.CO

Pakar Hukum Pidana: Pelaku Pengeroyokan di Bali Bisa Kena KUHAP, sementara Keluarga Korban Terlanjur Alami Trauma

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.