Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Dari Masa Lalu Remuk, Lahir Grup Hadrah Hip Hop di Tengah Skena Musik Jogja

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 Maret 2025
A A
Grup hadrah asal Jogja, YogyaKarta Hadroh Clan (YKHC) MOJOK.CO

Mengenal YogyaKarta Hadroh Clan (YKHC), grup haroh nyentrik asal Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Belakangan viral di media sosial Kunto Aji melantunkan salawat di Masjid Jogokariyan. Mojok berkesempatan berbincang dengan grup hadrah yang mengiringinya, YogyaKarta Hadroh Clan (YKHC), sebuah grup hadrah nyentrik asal Jogja.

***

Iklan

Sudah sejak lama Wowok (dulunya dikenal sebagai vokalis ERWE band) untuk membentuk grup hadrah di Jogja. Sebelum akhirnya terbentuk YogyaKarta Hadroh Clan (YKHC).

Beberapa tahun terakhir, Wowok memang mulai menikmati salawat. Dia sampai membuat projek bernama DABWOK: menyajikan musik Dub Reggae dalam balutan syair sufistik dan salawat.

“Saya pribadi memaknai salawat sebagai amalan yang mudah tapi punya fadilah (keutamaan) besar, baik dunia-akhirat, itu sesuai janji Allah dan Rasulullah,” ungkapnya usai buka bersama di kediaman Ganesya a.k.a Gandoz (produser) di kawasan Tinom, Godean, Sleman, Kamis (13/3/2025).

Personel lengkap YogyaKarta Hadroh Clan (YKHC) MOJOK.CO
Personel lengkap YogyaKarta Hadroh Clan (YKHC), grup hadroh asal Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Istikharah untuk membentuk grup hadrah di Jogja

Meski keinginan tersebut terasa kuat mendorong batinnya, Wowok mengaku butuh waktu untuk merenung, melakukan istikharah. Sebab, dia tidak mau jika nanti grup hadrah impiannya terbentuk, tidak lantas tercerabut dari akarnya sebagai medium untuk bersalawat pada Nabi Muhammad Saw.

Hasil istikharah itu, Wowok mantap untuk membentuk sebuah grup hadrah di Jogja. Bersama Gandoz, mereka lantas mengumpulkan sejumlah teman musisi dan pelaku seni untuk bergabung, hingga terbentuklah YogyaKarta Hadrah Clan (YKHC).

“Kalau terbentuk itu Agustus 2024. Oktober 2024 pertama kali pentas di KUSTOMFEST,” terang Gandoz.

“Saya pengin punya grup hadrah karena saya pikir hadrah menjadi kendaraan yang cukup kondusif untuk meramahlingkungankan syiar Islam. Karena kami ini anggotanya base-nya orang musik, seni, jadi yang terdekat ya hadrah,” sambung Wowok.

Beranjak dari masa lalu yang “remuk”

Ajakan Wowok dan Gandoz disambut positif oleh teman-teman musisi dan seniman Jogja yang mereka ajak.

“Temen-temen ini punya masa lalu “remuk” dan punya kesadaran memperbaiki diri. Saat kami ajak salawat, responsnya luar biasa (menyambut),” beber Gandoz.

Maka, bergabunglah nama-nama seperti Alit Jabang Bayi, Doni Salah Paham, Fauzan Yoman, Balance JHF-Jahanam, Simbah Ungryn dari Everday band, Syarif dan Adib eks ERWE band, Ardyan eks kru ERWE band, Sadex dari Armada Racun, dan Arief Kisut.

Wowok dan Gandoz lantas menggandeng Babussalam, grup hadroh dari Candran, Godean, Sleman. Antara lain, Kustum, Robi, Amad, Alun, Daffa, dan Tukijo. Mereka bertugas memaiankan rebana sebagai basic musik hadrah.

Grup hadrah Jogja dengan nuansa hip hop

Dalam bayangan Wowok, YKHC menjadi grup hadrah yang lentur, bisa masuk ke mana saja.

Iklan

“Terlebih masuk ke orang yang agak berjarak dengan hadrah atau salawat,” kata Wowok. “Harapan saya, seiring waktu, pentasnya di panggung-panggung yang bukan Islami (misalnya konser musik dan sejenisnya). Bukan seperti selama ini yang hanya bisa di pondok atau acara-acara Islami seperti pengajian.”

Oleh karena itu, YKHC saat ini menjadi salah satu grup hadrah Jogja yang digarap dengan memadukan antara musik rebana (aspek fundamental hadrah) dengan sentuhan musik modern: dilengkapi saksofon, trombone, simbal, drum elektrik, dan sentuhan hip hop dari Balance Perdana (beatmaker dan rapper dari JHF).

Grup hadrah asal Jogja, YogyaKarta Hadroh Clan (YKHC) MOJOK.CO
Grup hadrah asal Jogja, YogyaKarta Hadroh Clan (YKHC). (Aly Reza/Mojok.co)

Ramadhan Suka Cita

Petang itu, Kamis (13/3/2025), YKHC meluncurkan single perdana yang mereka ciptakan sendiri berjudul “Ramadhan Suka Cita”.

Butuh waktu sekitar dua bulan untuk mengaransemen lagu Ramadhan Suka Cita. Lagu ini menyuguhkan nuansa hip hop, pop, sampai rap.

Single itu juga mengadopsi musik latin baik Cuban, Brazilian, serta Carribean lewat aransemen perkusi dan brass, sehingga mendapatkan nuansa hadroh yang mudah diterima khalayak.

Lirik lagu ini secara keseluruhan menggambarkan kegemberiaan para personel grup hadrah Jogja tersebut dalam menyambut bulan Ramadan. Perpaduan rebana dengan sentuhan-sentuhan musik modern di atas menghasilkan irama musik yang rancak.

Kala lagu dimainkan, tampak hadirin tersenyum bungah, mengangguk-angguk menikmati, lantas disambut sorak dan tepuk tangan meriah. Lagu Ramadhan Suka Cita sendiri saat ini sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital seperti YouTube dan Spotify.

Semarak tanpa menyalahi tujuan utama

Selain “Ramadhan Suka Cita”, petang itu YKHC juga membawakan salawat dan syair lain: “Tibbi al-Qulub” dan “Allahu al-Kafi”, dan “Sebatang Kayu”. Hanya saja ada tambahan lirik berbahasa Jawa yang sudah mereka kustom.

Alunan tetabuhannya tak kalah rancak. Bahkan ada sentuhan chant ala suporter sepakbola juga di tengah-tengahnya.

“Liriknya kami bawa dengan konteks sehari-hari yang dekat,” terang Wowok. Di antara penggalan lirik hasil kustom tersebut:

Cah enom saiki
atine cilik do mbingungi
ora ngerti arep neng ngendi
padahal do duwe Gusti

putus cinta trus narkoba
flexing neng sosial media
senggol sithik gampang tatas
mlayu neng minuman keras

hore hore neng karaoke
ora eling keluargane
padahal akeh butuhe
akhire selfie nggo ktp

depo depo nggo main slot
kalah terus ra tau jackpot
bandane podo mlorot
mlakune kaya suster ngesot

Wowok menjelaskan, meski memadukan salawat dengan lirik kustom, tapi tidak boleh menyalahi tujuan utama YKHC dibentuk: salawat-syiar Islam.

Itulah kenapa, meski lirik tambahannya berbahasa Jawa, tapi tetap harus sarat pesan moral-sosial-spiritual. Justru dengan menggunakan bahasa sehari-hari, harapannya lirik tersebut mudah dipahami, pesannya pun mudah sampai ke pendengar.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Banyak Grup Salawat Tak Paham Bahasa Arab, Salah Kaprah Sandingkan Pujian pada Nabi dengan Sanjungan ke Gus Azmi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2025 oleh

Tags: hadrohhadroh jogjaJogjapilihan redaksiykhcyogyakarta hadroh clan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO
Sehari-hari

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO
Catatan

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026
siswa sekolah.MOJOK.CO
Sekolahan

Sisi Lain AI yang Melemahkan Nalar Siswa: Kesulitan Calistung, Tak Bisa Membaca Jam, hingga Sulit Mengingat Materi Pelajaran

17 Juni 2026
Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung MOJOK.CO
Esai

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung

17 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Persiapan Resign di Usia 30 Supaya Tidak Menderita dan Gila MOJOK.CO

Kebodohan atau Keberanian: Inilah yang Saya Siapkan ketika Memutuskan Resign Menjelang Usia 30 dan Hidup Sebagai WNI Kelas Menengah Supaya Tidak Berakhir Menderita dan Gila

18 Juni 2026
Perjuangan Lily usai lulus dari manajemen dakwah. MOJOK.CO

Kisah Anak Tukang Tambal Ban yang Setahun Nganggur usai Wisuda, Kini Bisa Kerja di Sekolah Internasional setelah Ratusan Penolakan

17 Juni 2026
Kiandra Ramadhipa Juara di MotoJunior Championship Portugal!

Kiandra Ramadhipa Juara di Race Moto3 Estroil 2026!

14 Juni 2026
Parenting ala orang tua desa sering ngawur di mata orang tua Gen Z MOJOK.CO

Salah Kaprah Parenting Ala Orang Tua Desa di Mata Ortu Gen Z: Malah Hambat Tumbuh Kembang Bayi, Cium Sana-Sini Tanpa Tahu Konsekuensi

16 Juni 2026
Wisata Plunyon Kalikuning Yogyakarta. MOJOK.CO

Ekspektasi Menikmati “Lantai Dua Jogja” di Plunyon Kalikuning Rusak karena Ulah Jamet dan Beberapa Spot yang Tak Terawat

15 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.