Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

UMR Surabaya Gede Hanya Mitos, Banyak Pekerja Megap-megap Bertahan Hidup dengan Gaji Rp2 Juta Per Bulan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
22 Februari 2024
A A
UMR Surabaya Gede Hanya Mitos MOJOK.CO

Ilustrasi pekerja Surabaya merana karena gaji tak UMR. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banyak orang salah paham dengan mengira bahwa setiap orang yang bekerja di Surabaya, pasti bergaji besar. Logika paling sederhana, Surabaya adalah kota besar, kota metropolitan, maka pastinya menjadi ladang cuan.

Apalagi jika merujuk Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/656/KPTS/013/2023 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Timur Tahun 2024, Surabaya menjadi daerah dengan UMK tertinggi di Jatim.

UMK Surabaya yang berlaku per 1 Januari 2024 yakni sebesar Rp4,725,479,00, naik Rp200.000 dari UMK Surabaya tahun 2023 sebesar Rp4.525.479.

Namun kenyataannya, tidak sedikit pekerja-pekerja di Surabaya yang harus megap-megap, bertahap hidup dengan gaji hanya Rp2 juta saja. Bahkan, bisa dapat Rp2 juta sudah untung bagi Afila (25).

Sejak Februari 2023 lalu, Afila bekerja di sebuah percetakan (banner, striker, dan sejenisnya) di Surabaya. Artinya, sudah satu tahun ia bekerja di percetakan tersebut.

Dan ia baru saja merasakan mendapat gaji sebesar Rp2 juta baru-baru ini, setelah beberapa karyawan di kantornya melakukan sedikit “aksi”.

“Sebelumnya cuma Rp1,5 juta. Aku sebagai admin. Gaji segitu rata di semua posisi,” ungkapnya saat Mojok hubungi, Rabu, (21/2/2024).

Tinggal numpang dan ngajar les untuk tambahan

Saat pertama kali interview dengan user, Afila sempat menelan ludah.

“Rp1,5 juta? Njiiir bisa mati di Surabaya.” Begitu yang ada di benaknya.

Akan tetapi, saat itu Afila tak punya pilihan lain. Ia butuh pekerjaan. Setidaknya ada lah pemasukan dalam setiap bulan. Karena ia harus membantu orang tuanya untuk membiayai adiknya sekolah.

Afila menyadari kalau gajinya tersebut sangat-sangat tidak cukup. Maka, Afila pun mau tidak mau harus mencari sumber cuan lain. Yakni dengan ngajar les privat di dua tempat sekaligus.

“Tapi ya tetap, karena aku nyari bukan buatku sendiri, tapi juga buat adik, rasanya tetep ngepres banget,” tuturnya.

Hanya saja Afila masih merasa beruntung. Karena untuk tempat tinggal, ia mendapat tempat tinggal gratis di sekretariat organisasi kampus yang pernah ia ikuti. Label sebagai senior teladan membuatnya mendapat privilege tersebut.

Seandainya ia harus keluar biaya kos, tentu lah akan makin ngepres lagi. Mengingat, saat ini cukup sulit mencari kos murah di Surabaya. Apalagi untuk perempuan. Rata-rata paling murah di harga Rp400 ribu.

Iklan

“Kalau untuk makan, aku ngasih jatah ke diri sendiri paling nggak sehari cuma Rp20 ribu, untuk dua kali makan, nyari yang paling murah. Jadi ya sudah, nggak ada beli-beli skincare. Buat makan aja empet-empetan,” ujar perempuan tangguh asal Jombang, Jawa Timur itu.

Desainer grafis ingin pegang uang sebesar UMR Surabaya

Keluh kesah serupa juga dituturkan oleh Ikhlas (24), seorang desainer grafis di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti di Surabaya.

Sama halnya dengan Afila, Ikhlas juga sudah satu tahun kerja di perusahaan tersebut.

Namun, alih-alih mendapat kenaikan gaji, saat ini Ikhlas justru dibayang-bayangi dengan pemotongan gaji.

“Pokoknya kalau dalam sebulan nggak mencapai target penjualan, maka potong!,” akunya.

“Uang makan aja sekarang sudah nggak ada,” sambungnya.

UMR Surabaya Gede Hanya Mitos MOJOK.CO
Ilustrasi – Pekerja Surabaya merana karena gaji tak UMR. (Christian Erfurt/Mojok.co)

Gaji pertama Ikhlas ada di angka Rp1,7 juta+uang makan sebesar Rp15 ribu. Lalu setelah enam bulan berjalan, ia mendapat kenaikan gaji. Gaji yang ia terima kemudian sebesar Rp2 juta persis.

Namun, jika ada potongan-potongan karena target penjualan tak terpenuhi, maka sama saja, yang ia terima paling ya cuma Rp1,8 juta atau Rp1,7 juta lagi.

“Rp2 juta saja sulit (dapatnya), apalagi Rp4 juta (UMR Surabaya),” keluhnya.

“Kadang heran saja, yang kerja dapat UMR Surabaya itu kerja yang kayak gimana dan di mana sih?,” imbuhnya.

Akan tetapi, Ikhlas juga beruntung karena tak keluar biaya kos. Ia orang Surabaya asli. Sehingga setiap hari bisa pergi-pulang (pp) ke kantor. Meski jarak rumah dengan kantornya juga terbilang cukup jauh.

“Yang kemudian jadi tekanan adalah ekspektasi orang tua. Mereka ngiranya gajiku besar. Pas mereka ngutang ke aku dengan jumlah besar, aku nggak bisa ngasih, mereka kayak kecewa,” tuturnya.

Baca halaman selanjutnya…

Omong kosong UMR Surabaya gede

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2024 oleh

Tags: gajipilihan redaksiSurabayaumr surabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO
Catatan

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO
Urban

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya Mojok.co

Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya

24 April 2026
Solo date lebih asik daripada nongkrong bareng teman. MOJOK.CO

“Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

23 April 2026
Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

27 April 2026
Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026
Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.