Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Menyesal Kerja di Jogja dengan Gaji yang Nggak Sesuai UMP, Pilih ke Jakarta meski Kerjanya “Hectic”. Toh, Sama-sama Mahal

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
17 Desember 2025
A A
UMP Jogja bikin miris, mending kerja di Jakarta. MOJOK.CO

ilustrasi - Kerja di Jogja nggak sesuai bayangan, bisa slow living. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagian orang meromantisasi Jogja sebagai kota yang dirindukan, setidaknya begitu juga yang dirasakan Naufal (29). Namun, jika ditanya untuk tinggal, laki-laki asal Kabupaten Bojonegoro itu ragu mengingat Upah Minimum Provinsi (UMP) Jogja yang “segitu”. Sementara, standar kehidupan di sana makin tinggi. Oleh karena itu, ia lebih suka kerja di Jakarta.

***

Iklan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat, pengeluaran per kapita masyarakat di Kota Jogja mencapai Rp1,7 juta juta per orang selama sebulan. Biaya itu lebih banyak dihabiskan untuk pendidikan dan mencukupi kebutuhan hidup.

Statistisi Ahli Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono mengklaim, angka itu masih sedikit dibandingkan pengeluaran per kapita Kota Jakarta Selatan sebesar Rp2,1 juta per bulan. Naufal pun merasakan perbedaan itu.

Oleh karena itu, setelah 6 tahun tinggal di Jogja, Naufal memutuskan pergi dan mencari peluang kerja di Jakarta. Toh, kata dia, kerjanya sama-sama hectic, lembur tiap malam di kafe, dan macet.

Standar hidup meningkat tapi UMP Jogja masih rendah

Naufal merantau dari Kabupaten Bojonegoro ke Jogja pada tahun 2014 untuk kuliah di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Ia pun ngekos di sekitar Seturan, kawasan yang terkenal sebagai pusat keramaian mahasiswa sampai-sampai dijuluki “Las Vegas”-nya Jogja karena kos LV hingga kafe cukup banyak di sana.

“Di masa itu, aku masih ngekos dengan harga Rp550 ribu paket komplit. Harga itu udah termasuk kamar mandi dalam, WiFi gratis, ukuran kamar 4,5 kali 3 yang bagiku cukup luas. Kalau sekarang, sepertinya bakal sulit cari kos komplit dengan harga segitu,” tutur Naufal dihubungi Mojok, Rabu (10/12/2025).

Sebab, kata Naufal, Jogja yang dulu terasa berbeda dengan yang sekarang. Dulu, Naufal masih belum banyak menjumpai kafe. Di tengah gaya hidup yang meningkat drastis, tapi UMP Jogja hanya naik sedikit. Naufal yang awalnya merasa bisa hidup slow living di Jogja, kini berubah haluan. Semakin tahun, kata dia, suasana Jogja makin ramai hingga macet di mana-mana.

“Terakhir aku ke sana tahun 2024, sudah banyak kafe, bangunan baru, dan toko-toko. Bikin macet di mana-mana, terus harganya sudah mahal,” tutur Naufal.

Misalnya, semasa kuliah dulu, Naufal lebih sering ke angkringan atau burjo untuk mencari makan dengan harga murah. Di angkringan, ia masih menjumpai nasi kucing dengan harga Rp1.500, teh tawar Rp1000, dan dua gorengan Rp500. Boro-boro sekarang, bakal sulit mencari harga segitu, terutama di sekitar kampus.

Pernah digaji tak sampai UMP Jogja

Kenaikan harga itu dirasakan Naufal saat ia lulus kuliah dan mencari kerja. Semasa kuliah, ia masih santai-santai saja mendapat kiriman dari orang tua sebesar Rp2,5 juta per bulan. Angka itu, kata Naufal, lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan.

Namun, saat ia sudah bekerja di Jogja dan hanya mendapat upah hanya Rp1,85 juta per bulan, rasanya mengkis-mengkis. Ia pun harus mengambil kerja part time di mall Amplaz. Sampai akhirnya, ia mendapat kerja di Jakarta tahun 2020 dengan gaji yang setidaknya lebih dari UMP Jogja (Rp2,2 juta) tahun 2025.

“Padahal kalau ngomongin gaji, kerjanya sama-sama hectic, kondisinya juga sama-sama macet, harganya kayak makanan juga nggak jauh beda dengan Jakarta, tapi upahnya beda,” kata Naufal.

Perhitungan penetapan UMP seperti Jogja dan pengeluaran per kapita ini juga dikritik oleh Ketua Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) Mirah Sumirat. Ia tak sepakat dengan hasil keputusan pemerintah yang menggunakan rumus penetapan UMP yakni: inflasi, ditambah pertumbuhan ekonomi, lalu dikalikan koefisien (alpha 0,5-0,9) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan.

Iklan

Baca Halaman Selanjutnya

Buruh tuntut kebijakan yang berpihak pada pekerja

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2025 oleh

Tags: jakartaJogjaJogja Istimewakerja di jogjaUMP Jogja
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.