Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kos di Samirono, Area Andalan Mahasiswa UNY yang Jadi Saksi Sisi Gelap Jogja: Asmara Pelanggan dan PSK hingga Keras Hidup Pengamen

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
17 Mei 2024
A A
kos di samirono andalan mahasiswa UNY.MOJOK.CO

Ilustrasi kawasan Samirono (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tantangannya, ia harus benar-benar memastikan gang utama sedang sepi saat hendak membawa pacar di malam hari. Jika kondisi mendukung, ia bisa membawa kekasihnya masuk ke gang yang lebih sempit menuju kosnya.

Kebebasan itu jadi daya tarik tersendiri. Meski urusan fasilitas memang tidak banyak yang ditawarkan. Luas kamarnya 3×3 meter. Bangunan dengan delapan kamar itu hanya punya satu kamar mandi.

Susahnya, saat bangun tidur dan ingin segera buang air, ternyata banyak yang sudah antre. Belum lagi jika bangunnya sudah mepet jam kuliah, sering mahasiswa ini harus rela terlambat.

Dua tahun tinggal di sana, ia hanya merogoh kocek sebanyak Rp4,5 juta dari yang seharusnya Rp6 juta. Alasannya pun terbilang kocak, “Pengurus kosnya nggak ingat aku belum bayar. Ya sudah aku diam saja,” begitu katanya sambil terkekeh.

Sisi gelap kehidupan Jogja

Hal itu lantaran pemilik kos, yang merupakan seorang ibu-ibu, sudah meninggal. Pengurusan kos dilimpahkan ke anaknya yang ternyata tidak begitu mengurus bangunan itu. Bahkan hingga urusan pembayaran pun tidak tercatat dengen benar.

Nyaris tidak ada mahasiswa UNY hingga UGM, meski lokasinya dekat, yang tinggal di kos Samirono tempat Maula tinggal. Mahasiswa mungkin ada namun semester tua dan bukan dari kampus besar Jogja.

“Sisanya itu ya pekerja, pedagang, sebagian tinggal sama istrinya atau sama pasangan yang nggak aku tahu sudah nikah atau belum,” kata dia.

Berkat tinggal di kos itu, ia kerap bisa berinteraksi dengan tetangga kos yang berlatarbelakang unik. Bukan mahasiswa UNY apalagi UGM, melainkan para pekerja bahkan pengamen jalanan. Menariknya lagi, tetangga kos itu sering mengajak temannya datang. Teman dengan latar belakang yang cukup unik-unik bagi Maula.

“Ada temannya dari luar Jawa, ke Jogja nggak kuliah, tapi kerja serabutan sambil ngamen,” katanya.

“Pernah juga nih, ada temannya datang ke sini. Ya orang jalanan lah dan sering main ke Sarkem. Uniknya, dia itu malah akhirnya menjalin ikatan sama PSK di sana,” ungkapnya.

Pengalaman tak terlupakan

Saking penasaran dengan cerita yang disampaikan Maula, saya jadi tertarik untuk mengulik relasi pelanggan dan pekerja Sarkem itu. Dari teman kosnya itu, saya mendapat kontak pemilik kisah tersebut. Sayangnya, setelah saya hubungi dia tak ingin kisahnya dipublikasikan.

Bagi Maula, pengalaman menempati kos di Samirono itu jadi kisah tak terlupakan selama hidup di Jogja. Bukan berinteraksi dengan mahasiswa UNY dan sekitarnya, melainkan dengan orang-orang yang menjalani hidup dengan cara agak berbeda di Jogja.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Uniknya Kompleks Kos Dekat UGM yang Sepi Mahasiswa, Padat Ditinggali Pedagang hingga Kuli Bangunan Pencari Rezeki di Jogja

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2024 oleh

Tags: Kampuskos di samironomahasiswa UNYsamironouny
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO
Esai

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO
Tajuk

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline MOJOK.CO
Esai

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline

25 Mei 2026
Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO
Esai

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN UGM dan LPS berkolaborasi hadirkan edukasi literasi keuangan di desa terluar Mentawai MOJOK.CO

Literasi Keuangan untuk Desa Terluar di Mentawai: Jadi Bekal Masyarakat Desa Hadapi Ragam Persoalan Finansial

10 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Unpad: riset kampus bukan sekadar untuk lulus. MOJOK.CO

Sarjana di Indonesia Banyak tapi Riset Ilmiahnya Nggak Guna, Unpad: Harus Berdampak!

13 Agustus 2026
Konferensi pers menuju lima tahun Cherrypop sebagai lebaran skena MOJOK.CO

Cherrypop 2026: 5 Tahun Lebaran Skena, Jeda, dan Cerita-cerita di Balik Panggung yang Ubah Jalan Hidup Banyak Orang

10 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Hadapi 777 cv lamaran kerja untuk 1 posisi. IPK dan nama besar kampus tak penting lagi di mata HR MOJOK.CO

Hadapi 777 CV Lamaran Kerja untuk 1 Posisi, HR Tak Peduli IPK-Asal Kampus karena Urusan di Atas Kertas Bukan Jaminan Etos Kerja

8 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.