Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Alasan Orang Tua di Jogja Tidak Memasukkan Anaknya ke Sekolah Formal karena Sistem Pendidikan Indonesia Tidak Berubah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
24 Juli 2025
A A
sekolah negeri, sekolah swasta.SALAM, sekolah di Jogja. MOJOK.CO

ilustrasi - sekolah negeri vs sekolah swasta (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Preferensi orang tua dalam memilih sekolah berangsur-angsur berubah. Sejumlah sekolah negeri di Jogja melaporkan kekurangan siswa. Lantas, ada apa dengan pendidikan kita? Beberapa orang tua di Sanggar Anak Alam (SALAM) menceritakan alasannya menyekolahkan anaknya di sana.

***

Iklan

Kekurangan siswa menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan, khususnya di Jogja. Melansir dari berbagai pemberitaan, sejumlah sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA tak mendapat banyak murid.

Di Kabupaten Gunungkidul misalnya, sebanyak 21 SMPN mengalami kekurangan murid pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Kondisi itu lebih banyak terjadi di wilayah pedesaan terutama di kapanewon yang jauh dari pusat kota. 

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati membeberkan jumlah pendaftar di SMPN kurang dari 20 murid. Padahal, syarat SPMB tahun ini sedikitnya harus ada 20 murid dalam satu rombongan belajar atau maksimal 32 murid.

Tak hanya SMPN di Kabupaten Gunungkidul, SDN di Kabupaten Sleman juga mengalami kondisi serupa. Sebanyak 62 SDN mengalami kekurangan murid pada SPMB 2025. 11 sekolah di antaranya bahkan hanya menerima kurang dari lima siswa. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sri Adi Marsanti menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan sekolah kekurangan murid. Salah satunya kecenderungan orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anak mereka ke sekolah swasta di Jogja, khususnya untuk jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan SD.

“Saya menganalisis, tiap tahun seperti itu, tahun yang lalu juga ada sekitar 60-an SD Negeri yang di bawah 10 dapatnya (murid),” ujar Sri dikutip dari Kompas.com, Kamis (24/7/2025).

Sekolah di Jogja kurang diminati

Sebetulnya, selain sekolah swasta di Jogja, orang tua juga punya pilihan sekolah yang berbasis pendidikan nonformal. Salah satunya Sanggar Anak Alam (SALAM). Sekolah merdeka yang sudah berdiri sejak tahun 1988 di Kampung Nitiprayan, Bantul, Yogyakarta. 

Dalam diskusi merumput edisi perdana: Sekolah Semerdeka Ini & PAUD ala SALAM di Mojok Store, Sleman pada Sabtu (19/7/2025), saya bertemu dengan para orang tua siswa. Salah satunya, Gita yang menyekolahkan anak pertamanya yang berusia empat tahun di Taman Anak SALAM.

“Dulu anak saya pemalu sekali, nggak mau ditinggal waktu awal-awal sekolah,” ujar Gita.

Alih-alih meninggalkan anaknya di hari pertama sekolah, para fasilitator–sebutan guru di SALAM, mengizinkan Gita untuk menunggui anaknya. Setelah dua minggu, anaknya baru bisa ditinggal. Perubahan itu membuat Gita bangga, karena anaknya jadi lebih percaya diri.

“Waktu itu dia bilang ‘udah ibu pulang aja’, padahal sebelumnya dia sama sekali nggak berani ditinggal,” kata Gita.

Dari sana, ia semakin percaya bahwa SALAM mampu membentuk karakter anaknya menjadi lebih baik. Tak sampai di situ, Gita pun makin yakin karena di bandingkan sekolah di Jogja lainnya, SALAM sangat menghargai proses siswa.

Iklan

“Mungkin di sekolah lain, si anak tetap harus ditinggal di hari pertama tapi di sini saya jadi belajar kalau menunggu anak di sekolah itu nggak papa banget. Dampaknya, membuat anak saya diterima. Tidak merasa bersalah. Dan seiring waktu, dia jauh lebih ekspresif mengungkapkan isi pikirannya,” ujar Gita.

Baca Halaman Selanjutnya

Peran orang tua sebagai teman diskusi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2025 oleh

Tags: Jogjapendidikan di IndonesiasalamSanggar Anak Salamsekolah di Jogja
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026
Mahasiswa KKN di desa

Serba Salah KKN di Desa: Terlalu Pendiam Dianggap Nggak Guna, Banyak Omong Dicap Sok Tahu

24 Juli 2026
Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.