Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Rumah Annelies, Opsi Pelarian dari Sumpeknya Jogja yang Bikin Betah karena Serasa Hidup di Masa Lalu

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
4 Juli 2024
A A
Menikmati Wisata Rumah Annelies di Gamplong Studio Jogja MOJOK.CO

Rumah Annelies, salah satu wahana wisata di Gamplong Studio, Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bersantai di Rumah Annelies, Gamplong Studio, ternyata bikin betah. Bisa jadi opsi pelarian dari wisata-wisata Jogja yang riuh dan sumpek.

***

Sebagai tempat wisata, Rumah Annelies di Gamplong, Jogja, sebenarnya juga ramai pengunjung. Hanya saja memang tak seriuh wisata-wisata Jogja lain seperti Malioboro, pantai-pantai terkenal seperti Parangtritis, dan lain-lain.

Seperti Sabtu (8/6/2024) sore saat saya ke sana. Ada beberapa rombongan, baik rombongan anak sekolah maupun rombongan keluarga yang keluar masuk area Gamplong Studio.

Gamplong Studio sendiri sebenarnya adalah set film milik sutradara Hanung Bramantyo. Ada beberapa properti semi permanen yang menjadi set film-filmnya. Mulai dari Sultan Agung, Bumi Manusia, Habibie & Ainun, Trinil: Kembalikan Tubuhku, dan film-film lainnya.

Di luar aktivitas syuting, Gamplong Studio Jogja difungsikan sebagai tempat wisata. Untuk sekadar berkeliling atau berfoto, pengunjung harus membayar biaya operasional seikhlasnya dan tiket khusus untuk masing-masing set (wahana). Harga tiket untuk setiap wahana hanya sebesar Rp10 ribu.

Sore itu saya membeli tiket untuk masuk ke Rumah Annelies alias Museum Bumi Manusia, yang sebenarnya belakangan digunakan sebagai set film horor terbaru Hanung Bramantyo: Trinil.

Saya pun sebenarnya sudah sejak lama ingin melihat set tersebut. Sebab, pernah suatu kali tanpa senagaja saya menemukan postingan yang menyebut kalau Rumah Annelies di Gamplong Studio Jogja memiliki hawa mistis. Ada pengunjung yang mengaku pernah melihat penampakan di sana. Saya jadi makin pensaran.

Ada penampakan di Rumah Annelies Jogja?

Usai melihat dan memotret ruang atas Rumah Annelies, saya lalu duduk santai di kursi yang tersedia di halaman depan bangunan kayu tersebut. Melihat anak-anak desa Gamplong yang tengah riang bersepeda di jalanan area luar Gamplong Studio Jogja. Pemandangan itu tampak dari celah gerbang persis di depan bangunan Rumah Annelies.

Belum lagi angin semilir dari pepohonan rindang di sisi rumah, membuat saya malah jadi betah. Karena saya sendiri memang menaruh minat pada rumah-rumah kayu bertingkat yang dibangun dengan pepohonan di sekelilingnya.

Menikmati Wisata Rumah Annelies di Gamplong Studio Jogja MOJOK.CO
Rumah Annelies, salah satu wahana wisata di Gamplong Studio, Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Hanya memang mungkin akan terasa singup. Seolah-olah menguarkan aura mistis.

“Aku tadi lihat ada sekelebat,” ujar seorang bapak-bapak dari sebuah rombongan keluarganya.

“Ini, coba lihat foto ini, ada yang janggal,” sambungnya.

Rombongan keluarga itu lantas meriung melingkari si bapak, mencoba mengecek apa yang sebenarnya kamera ponsel si bapak tangkap. Lalu suasana jadi heboh hingga memancing seorang guide di Rumah Annelies mendekat: seorang perempuan muda kisaran umur 20-an.

“Nggak pernah ada kejadian mistis di sini. Jadi bisa jadi cuma perasaan bapak ibu saja,” ungkap guide tersebut ramah.

“Tempat ini belakangan memang dikasih sentuhan horornya karena baru dipakai syuting film horor (Trinil),” sambungnya. Lalu sempat terjadi tanya jawab singkat antara si guide dan beberapa ibu-ibu rombongan itu.

Saat rombongan itu berlalu, saya lantas mendekati si guide, mencoba bertanya-tanya lebih jauh perihal Rumah Annelies yang gosipnya ada penampakan. Tapi si guide dengan halus menolak saya wawancara. Tapi setidaknya penjelasannya pada rombongan tadi sudah cukup menjawab: Rumah Annelies di Gamplong Studio Jogja terkesan horor ya karena memang baru jadi tempat syuting film horor.

Opsi menjauh dari riuhnya wisata Jogja

Sepasang kekasih yang menemukan spot foto menarik lantas meminta tolong saya untuk memotret keduanya. Tentu dengan senang hati saya potretkan.

Iklan

Kami lantas sempat berbincang sejenak. Ternyata keduanya berasal dari Surabaya, Jawa Timur yang memang sedang berlibur ke Jogja. Hari itu menjadi momen pertama kali bagi keduanya main ke wisata Rumah Annelies.

“Kalau dengar sudah lama. Tapi memang baru bener-bener ke sini ya sekarang ini,” ujar Wardana (23), si cowok.

Beberapa spot wisata Jogja yang Wardana kunjungi sebelumnya memang sangat padat dan riuh. Terutama saat sang kekasih mengajaknya ke Malioboro malam sebelumnya.

Menikmati Wisata Rumah Annelies di Gamplong Studio Jogja MOJOK.CO
Bagian dalam lantai dua wisata Ruham Annelies di Gamplong Studio Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Oleh karena itu, ia iseng-iseng mengajak sang kekasih untuk mencoba ke Gamplong Studio. Dengan tawaran dapat foto estetik, pacar Wardana pun tak menolak.

“Kalau di Malioboro mau foto-foto jadi nggak estetik karena kelewat ramai. Kalau di sini kan nggak seramai itu. Set buat foto di sini juga vintage. Itu to yang lagi tren juga,” sambungnya.

Serasa tinggal di masa lalu

Cukup lama saya duduk di kursi halaman Rumah Annelies Gamplong Jogja. Saya cukup nyaman dengan hawanya. Seperti berada di rumah nenek tempo dulu. Tentu dalam versi rumah yang lebih kecil.

Banguna Rumah Annelies: model dan kayunya, punya kemiripan dengan rumah nenek saat saya masih kecil. Halamannya pun mirip: luas dengan dikelilingi pepohonan. Area halaman rumah nenek yang seperti itu, dulu saya gunakan dengan teman-teman desa untuk main apa saja. Petak umpet, main kelereng, atau sekadar meriung sepulang mengaji madrasah.

Tapi mumpung di Gamplong Studio, tentu eman jika saya hanya berdiam diri di Rumah Annelies. Alhasil, saya beranjak.

“Gua sih malah pengin punya rumah kayak begitu. Kalau beli rumah asli model begitu kira-kira berapa ya?” Terdengar dua orang laki-laki umur 30-an dengan logat Jakarta tengah berbincang sambil memandangi Rumah Annelies dari samping, saat saya berjalan meninggalkan rumah tersebut.

Menikmati Wisata Rumah Annelies di Gamplong Studio Jogja MOJOK.CO
Gerbang masuk wisata Rumah Annelies di Gamplong Studio Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

“Asyik kali ya punya ramah model antik (lawas). Serasa tinggal di masa lalu,” timpal laki-laki satunya lagi.

Kesumpekan hari ini memang membuat banyak orang ingin kembali hidup di masa lalu. Saya sendiri kelewat sering membayangkan kembali jadi anak-anak. Menghabiskan setiap sore di halaman rumah nenek hanya untuk memikirkan satu hal: main. Tak seperti sekarang. Terlalu banyak hal yang harus dipikirkan: saling berjejal di kepala.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Malioboro Nggak Ada Bagusnya dan Bikin Pusing, Malah Ditiru Surabaya

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2024 oleh

Tags: Jogjamuseum bumi manusiarumah anneliestempat angker jogjawisatawisata jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

ngaji al-qur'an.MOJOK.CO

Promosi Miras Pakai Hafalan Al-Qur’an: Diklaim Lecehkan Agama, Berpotensi Mengulang Blunder Hollywings 

11 Agustus 2026
Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Mahasiswa KKN UGM dan LPS berkolaborasi hadirkan edukasi literasi keuangan di desa terluar Mentawai MOJOK.CO

Literasi Keuangan untuk Desa Terluar di Mentawai: Jadi Bekal Masyarakat Desa Hadapi Ragam Persoalan Finansial

10 Agustus 2026
Hyrox. MOJOK.CO

Panduan Selamat sebelum Menjajal Hyrox agar Nggak Celaka: Dari Latihan Angkat Beban sampai Tips Punya Asuransi Jiwa

9 Agustus 2026
lestarikan budaya.MOJOK.CO

Rayakan HUT ke-81 RI, InJourney Tebar Diskon 81 Persen dan Gelar Pesta Budaya di Destinasi Sejarah Nusantara

10 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.