Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Pemilik Apotek di Jawa Tengah Nekat 8 Tahun Tolak Tawaran Tukang Parkir Liar Sampai Didatangi Ormas, Demi Pelanggan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
16 April 2024
A A
apotek brebes tolak tukang parkir ilegal.MOJOK.CO

Ilustrasi tukang parkir ilegal (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jual Bodrex paling untung Rp200 tapi tukang parkir dapat Rp2000

Penolakan demi penolakan Adit dan keluarganya layangkan karena prinsipnya bahwa apotek ini belum perlu penataan parkir. Selain itu, ia mengaku tak nyaman dengan perilaku pungli sekaligus kasihan terhadap pelanggan.

“Kasihan pembeli yang beli obat murah, nggak sampai Rp5000 masa parkirnya lebih dari setengahnya,” keluhnya.

Selain itu, terkadang, sebagai pengusaha ia merasa miris. Ia mengaku margin penjualan obat-obatan tidak selalu besar. Bahkan, banyak di antaranya yang hanya ratusan rupiah saja.

“Bayangkan saja, jualan obat Bodrex itu untungnya nggak sampai Rp200, tukang parkirnya dapat Rp2000,” tuturnya.

Nominal Rp2000 memang tidak terlalu besar. Namun, baginya tidak semua orang rela untuk menyerahkan jika tidak merasa perlu.

Mengenai keamanan, ia melihat pembeli apotek hanya singgah sebentar. Tidak sampai 15 menit sehingga masih bisa sambil mengawasi kendaraannya yang terparkir. Hal itu menjadi landasan lain mengapa ia beranggapan bahwa tukang parkir belum dibutuhkan.

Menurutnya, beberapa tukang parkir memang menawarkan membagi hasil. Namun, tetap saja bagi Aditkenyamanan pelanggan tetap jadi hal utama yang ia tawarkan.

“Bahkan beberapa ada yang bilang akan menarik parkir seikhlasnya. Tanpa mematok tarif, tapi nanti praktiknya tetap saja sulit dikontrol,” ujarnya.

Para pengusaha yang menegosiasikan parkir demi pelanggan

Di Jogja, sebenarnya ada juga fenomena pengusaha yang berusaha bernegosiasi dengan pihak yang meminta izin untuk mengelola parkir. Salah satunya adalah Mato Kopi, sebuah kedai kopi terjangkau yang jadi andalan kalangan mahasiswa.

Secangkir kopi hitam di sana bisa dibeli seharga Rp6000 saja. Pemiliknya, Hanafi Baedowi berujar memang ingin menghadirkan kopi yang terjangkau. Maka, persoalan parkir pun ia tak ingin membebani pelanggan.

Demi membuat pelanggan tidak terbebani biaya tukang parkir, Cak Hanafi  membuat kesepakatan sebelum menyewa lahan. Semua cabang Mato dan Secangkir Jawa menggunakan lahan yang disewa dari desa atau kelurahan. Menurutnya durasi sewanya beragam, mulai dari lima hingga dua puluh tahun.

“Sebelum sewa saya bilang. Saya maju (menyewa) kalau nanti tidak ditariki biaya parkir. Kalau ada warga yang mau menarik parkir, masuk saja ke warung, saya gaji tapi tidak narik dari pelanggan,” ujarnya saat Mojok wawancarai.

Kini, Mato Kopi terus bertahan dengan beberapa cabangnya di Jogja. Ratusan kendaraan terparkir setiap hari di masing-masing cabang, pelanggan pun tak perlu mengeluarkan uang tambahan.

Penulis: Hammam Izzuddin

Iklan

Editor: Agung Purwandono

*Penyebutan lokasi di artikel diperbarui atas keinginan narasumber demi melindungi keamanannya.

BACA JUGA Kisah Warung Kopi di Jogja yang Berani Tolak Tukang Parkir karena Kasihan sama Mahasiswa Dompet Tipis

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 26 April 2024 oleh

Tags: apotekapotek brebestukang parkirtukang parkir ilegal
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Tukang parkir coffe shop di Jogja, parkir liar, desa.MOJOK.CO
Catatan

Tukang Parkir di Desa Lebih Amanah Ketimbang Jukir di Kota, Tak Ada Drama Getok Harga apalagi Makan Gaji Buta

14 April 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja, parkir liar, desa.MOJOK.CO
Ragam

Nongkrong di Coffee Shop Jogja Malam Hari, Rela Pulang Pagi demi Hindari Tukang Parkir

16 Februari 2026
parkir jogja dan bali.MOJOK.CO
Ragam

Eksperimen Menghitung Penghasilan Tukang Parkir Kafe Estetik di Jogja: 2 Kali Gaji Karyawan Kafe Itu Sendiri

17 Oktober 2025
Nikmatnya Jadi Tukang Parkir di Jogja, Dapat Cuan Besar (Pixabay)
Pojokan

Iseng Jadi Tukang Parkir di Jogja Saat Pertandingan PSIM Jogja, Kerja Enteng Cuma Beberapa Jam Dapat Cuan lebih dari UMR Buat Jajan dan Beli Rokok Enak

14 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Amplop nikahan jadi kebingungan untuk fresh graduate di Jakarta

Dilema Hadiri Nikahan Rekan Kerja di Jakarta, Gaji Tak Seberapa tapi Gengsi kalau Isi Amplop Sekadarnya

24 April 2026
Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos MOJOK.CO

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos

24 April 2026
Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma MOJOK.CO

Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma

28 April 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

29 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.