Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Iseng Jadi Tukang Parkir di Jogja Saat Pertandingan PSIM Jogja, Kerja Enteng Cuma Beberapa Jam Dapat Cuan lebih dari UMR Buat Jajan dan Beli Rokok Enak

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
14 Juli 2025
A A
Nikmatnya Jadi Tukang Parkir di Jogja, Dapat Cuan Besar (Pixabay)

Nikmatnya Jadi Tukang Parkir di Jogja, Dapat Cuan Besar (Pixabay)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kekuatan orang dalam. Begitu katanya, sebuah situasi yang membuat siapa saja mendapatkan kemudahan dan keuntungan. Dulu, saya punya kemewahan itu. Ketika masa SMA, butuh uang untuk jajan, dan mendapat tawaran untuk menjadi tukang parkir ketika PSIM Jogja main di Mandala Krida.

Kejadiannya sudah sangat lama. Saya masih SMA dan Stadion Mandala Krida belum renovasi. 

Jadi, salah satu almarhum saudara saya “kebetulan” menguasai sebidang lahan parkir di depan pintu masuk tribun tertutup Stadion Mandala Krida. Kalau sedang tidak ada pertandingan PSIM, lahan tersebut menjadi lahan parkir fitnes. Lahannya cukup luas. Mungkin bisa menampung 300 sampai 500 motor jika diparkir dengan rapi.

Berawal dari celetukan, eh jadi tukang parkir beneran

Saudara saya ini kenal dengan banyak orang. Salah satu kemewahan, yang akhirnya dirasakan oleh para keponakannya adalah bisa masuk banyak event secara gratis. 

Misalnya, saya bisa nonton konser di Jogja tanpa harus membayar. Beberapa kali pertandingan PSIM di kandang pun saya bisa masuk “begitu saja”. Tentu ini bukan hal baik dan sudah tidak pernah kami lakukan lagi. 

Nah, saat itu, saya bisa jadi tukang parkir gara-gara sebuah celetukan dari bapak saya. Jadi, di keluarga saya, ada sebuah aturan tidak tertulis untuk remaja laki-laki. Kalau pengin merokok, ya boleh saja, meski masih di bawah usia 21. Namun, kami hanya boleh membeli rokok pakai uang sendiri.

Sekali lagi, meski dengan dalih biar mandiri dan tanggung jawab, kebiasaan ini tidak untuk ditiru. Tapi, itulah yang terjadi dulu sekali. Lantaran saya sudah merokok sejak SMA, dan kebetulan sedang kehabisan uang, saya tidak bisa minta ke orang tua. 

Saya juga nggak bisa bohong ke bapak. Misal, minta uang untuk beli buku, eh saya larikan untuk beli rokok. Entah bagaimana bapak pasti tahu. Selalu ada yang “mengadu”. Mungkin karena instingnya sebagai polisi yang lama di jalan, yang membuatnya jadi sangat waspada.

“Kalau mau beli rokok, ya kerja aja sana.” Bapak mengucapkan kalimat itu di depan saudara saya yang kebetulan sedang datang ke rumah mengantar undangan nonton PSIM. Dari kalimat itu, muncul ide yang sungguh cemerlang. Saya mendapat tawaran untuk jadi tukang parkir dadakan di pertandingan kandang PSIM.

Pengalaman jadi tukang parkir dadakan

Awalnya saya ragu. Bapak saya juga sama. Apalagi ibu saya. Masak jadi tukang parkir. Apakah legal di Jogja, seorang remaja sudah bekerja sebagai tukang parkir? Ah, bodo amat, kata saudara saya. Kalau pengin duit lumayan buat beli rokok, ya coba aja.

Maka, di hari pertandingan kandang PSIM, saya jadi tukang parkir dadakan. Saat itu saya membantu anak dari saudara saya yang juga menjadi tukang parkir kala itu. Namanya Daris. Dia ini sudah sering jadi tukang parkir. Nggak hanya di Mandala Krida, tapi juga di beberapa titik parkir ramai di Jogja.

Tugas pertama saya adalah berdiri di depan area parkir dan mengarahkan penonton untuk mau masuk area parkir saudara saya. Saat itu, tarif parkir per motor adalah Rp3 ribu rupiah yang harus langsung dibayar. Namanya saja baru pertama, banyak pesepeda motor yang enggan masuk area parkir saudara saya. Mungkin saya terlalu culun.

Melihat kegoblokan saya sebagai tukang parkir amatir, Daris turun tangan. Gantian saya yang bertugas menata sepeda motor yang baru masuk area parkir. Tiba-tiba saja banyak motor yang masuk berkat arahan Daris.

Menjadi tukang parkir yang bertugas menata motor ternyata sangat melelahkan. Maklum saja, penonton PSIM Jogja sangat banyak dan mayoritas naik motor. Namun, segala lelah itu terbayar.

Iklan

Nonton PSIM Jogja secara gratis

Sekitar 20 menit sebelum pertandingan mulai, area parkir saudara saya sudah penuh. Jadi, kami, tukang parkir yang bertugas, bisa sedikit santai. Daris mengangsurkan sebungkus Djarum Super kepada saya. Selama babak 1 pertandingan, tugas kami adalah mengawasi motor, merokok dengan santai, dan minum kopi sasetan.

Menjelang babak 2 mulai, saudara saya bilang kalau saya dan Daris boleh masuk stadion untuk menonton. Jelas saya girang. Bayangan nanti dapat duit setelah jadi tukang parkir, ditambah sebelumnya bisa nonton gratis. Jadi, selama 40-an menit, kami berdua bisa masuk dengan lancar dan menonton dengan tenang.

Pesan saudara saya hanya satu, yaitu sebelum pertandingan selesai, kami sudah harus siap di tempat. Maklum, sebelum pertandingan PSIM Jogja selesai, biasanya ada yang pulang duluan demi menghindari macet bubaran pertandingan. Tukang parkir harus siap untuk membantu pemilik motor keluar dengan nyaman.

Maka, yang terjadi adalah chaos. Iya, bagi saya yang amatiran, pemandangan di depan saya seperti chaos. Banyak pemotor yang rada nggak sabar pengin cepat keluar. Padahal tukang parkir nggak boleh sembarangan ngasih jalan. Kudu antre biar lancar. Tapi untungnya, semua selesai dengan aman.

Dapat duit dan ketagihan jadi tukang parkir dadakan

Setelah area parkir steril, saudara saya mengumpulkan semua tukang parkir. Saatnya bagi-bagi honor. Saya tidak ingat total pendapatan area parkir tersebut. Namun, di tangan saya, ada uang senilai Rp200 ribu sebagau upah. Saya juga dapat sebungkus Djarum Super dari saudara saya.

Angka Rp200 ribu jelas angka yang lumayan untuk anak SMA. Uang itu saya belanjakan 2 hal, yaitu makan enak dan beli rokok. Saat itu sedang ramai kemunculan rokok Djarum Black Cappuccino. Saya beli 2 bungkus, sementara sebungkus Djarum Super saya berikan ke bapak saya. 

Pengalaman jadi tukang parkir di laga PSIM Jogja itu membekas sampai sekarang. Pertama, saya ketagihan karena kerja gampang uang lumayan. Kedua, bisa nonton gratis PSIM. 

Seiring waktu, saya jadi lebih bisa menghargai susahnya bekerja. Nggak peduli jenis pekerjaannya, semua pasti ada proses yang nggak mudah. Termasuk jadi tukang parkir di Jogja.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Eksperimen Seminggu Jadi Tukang Parkir Ilegal di Jogja, Penghasilannya Bisa Kebeli Apa Aja? Dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2025 oleh

Tags: Djarum Black CappuccinoJogjamandala kridarokok djarum superstadion mandalatukang parkir
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO
Kabar

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.