Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Daftar Pelajaran Sejarah SMA yang Hilang di Kurikulum Merdeka, Bikin Anak Muda Buta Kondisi Dunia

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
4 Januari 2024
A A
Pelajaran Sejarah yang Hilang di Kurikulum Merdeka.MOJOK.CO

Ilustrasi. Jepang menyerah kepada Amerika Serikat di Perang Dunia Kedua (Wikimedia Commons)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

#4 Perang Dunia Pertama dan Kedua

Kemerdekaan Indonesia juga tidak lepas dari gejolak yang terjadi di Perang Dunia Kedua. Sayangnya, pembahasan mengenai itu tidak lagi ada di pelajaran sejarah peminatan karena Kurikulum Merdeka. Iman juga menilai banyak peristiwa penting yang bisa jadi pembelajaran bagi siswa seperti kemunculan fasisme di Jerman, kehancuran Turki, sampai kemunculan PBB.

“Para pelajar kita tidak tahu itu di sekolah. Banyak generasi muda yang tidak punya dasar edukasi mengapa ada beragam konflik seperti hari ini. Ya karena tidak diajarkan,” jelasnya.

#5 Perang Dingin

Usai Perang Dunia Kedua, muncul ketegangan berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Rusia. Hal ini memengaruhi dinamika dunia internasional dalam jangka waktu yang cukup panjang. Tidak adanya pembahasan mengenai itu, menurut Iman membuat anak muda sekarang buta akan pergaulan dan dinamika yang ada di dunia.

Urgensi untuk membuka cakrawala anak muda

Selanjutnya, Iman menekankan bahwa sejarah peminatan dengan pembahasan sejarah dunia yang dulu ada di Kurikulum 13 sejatinya membantu pelajar saat berkancah di dunia internasional. Pelajar dapat lebih memahami mengenai posisi Indonesia di antara negara-negara lain.

Selain itu, ia menilai bahwa sebenarnya sejarah peminatan yang dulu ada pembahasannya lebih menarik, eksploratif, dan tidak membosankan bagi siswa.

Senada, Guru Besar Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Said Hamid pernah menegaskan bahwa pelajaran sejarah penting untuk mengembangkan jati diri dan memori kolektif bangsa. Pembahasannya menjadi modal mengembangkan inspirasi dan kreativitas.

“Pelajaran sejarah di SMA merupakan kesempatan siswa untuk mengenal bangsanya lebih jauh,” kata Said Hamid melansir Harian Kompas.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Ditentang Dosen karena Ikut Pertukaran Mahasiswa Kampus Merdeka, Bahkan Ada yang Jadi Telat Lulus

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2024 oleh

Tags: kurikulum merdekapelajaran sejarahsejarah dunia
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

apes ikut pertukaran mahasiswa merdeka kampus merdeka.MOJOK.CO
Kampus

Nyaris Tak Lulus Semua Mata Kuliah Sepanjang Semester Gara-gara Pertukaran Mahasiswa Kampus Merdeka, Kuliah Terancam Molor

5 Juli 2024
Guru di Aceh dan Murid di Jawa Barat Mempertanyakan Kurikulum Merdeka yang Membuat Mereka Terjajah MOJOK.CO
Ragam

Guru di Aceh dan Murid di Jawa Barat Merasa Terjajah oleh Kurikulum Merdeka

26 Februari 2024
kurikulum merdeka.MOJOK.CO
Ragam

Penerapan Kurikulum Merdeka Banyak Dikritik tapi Punya Sisi Menarik, Siswa Ngantuk Boleh Istirahat di Luar

2 Februari 2024
guru penggerak.MOJOK.CO
Ragam

Guru Penggerak Berpotensi Diskriminasi Karier Guru, Ketidakadilan yang Merugikan Para Pendidik

31 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.