Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Pacet Mojokerto Banyak Berubah hingga Membuat Resah, Tak Ayem Lagi untuk Ditinggali

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
27 Juli 2024
A A
Pacet Mojokerto, Kawasan Wisata yang Tak Lagi Menarik buat tempat pensiun MOJOK.CO

Ilustrasi - Pacet Mojokerto, kawasan wisata di Jawa Timur yang tak menarik lagi buat tempat pensiun. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pacet Mojokerto kena stigma

Sebagai kawasan wisata, persewaan villa di Pacet Mojokerto sangat menjamur. Sayangnya, persewaan villa yang menjamur tersebut kini malah kena stigma kurang baik. Hal ini seperti diungkapkan oleh Abil (27), orang Gresik yang usai menikah tinggal di Mojokerto.

“Dulu villa itu kan untuk sewa acara-acara kampus dan liburan keluarga. Sampai sekarang memang masih. Tapi sekarang ketambahan jadi sewa buat orang mesum,” tutur Abil.

Iklan

“Alhasil, Pacet kena stigma buruk. Punya villa untuk berbuat itu,” sambungnya.

Belum lagi para calo villa di Pacet cenderung sporadis kalau sedang menawarkan villanya. Setiap ada pengendara yang melintas—khususnya yang naik motor—akan dicegat. Ya persis calo-calo bus di Terminal.

Kontributor Terminal Mojok, Dito Yudhistira Iksandy, bahkan pernah sampai diikuti calo villa yang sedang menawarkan villanya.

Oleh karena itu, menurut Abil, kondisi Pacet Mojokerto yang menjadi seperti itu bisa membuatnya tak nyaman lagi: tak masuk opsi untuk jadi tempat menua.

Kawasan maut yang bikin ngeri

Saat pertama kali ke Pacet pada 2020, Lini (23) mahasiswa Surabaya asal Ngawi langsung takjub. Setelah beberapa kali wisata ke sana, Lini lalu merasa: sepertinya Pacet cocok untuk ditinggali.

“Semakin ke sini tapi aku malah ngeri. Karena Pacet Mojokerto punya jalur maut,” ungkap Lini.

Sudah kelewat sering terjadi kecelakaan di jalur menanjak Cangar-Pacet. Ada yang meninggal, lebih banyak yang luka-luka.

Paling baru, pada Rabu, (10/7/2024) lalu terjadi kecelakaan mobil Avanza terjun bebas ke jurang saat sedang wisata di Mojokerto. Dari 11 penumpang, satu di antaranya dikabarkan meninggal dunia.

Selain jalur tersebut, Pacet Mojokerto sebenarnya punya banyak jalur menanjak. Itulah yang membuat Lini sebagai perempuan agak ngeri. Memang ada banyak langkah antisipasi untuk mencegah rem blong pada kendaraan, tapi ia tidak sepenuhnya bisa memahami.

“Kalau nanti punya suami jelas suami yang nyetir. Tapi pas kebetulan lagi sendiri, kan tetep khawatir,” tutur Lini.

“Tapi apakah masih mau menua di Pacet?” tanya saja.

“Tak pikir-pikir dulu lah, hehehe,” jawabnya.

Iklan

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: Alun-alun Jombang, Cuma Lapangan Biasa Tak Punya Ciri Khas tapi Bisa Saingi Simpang Lima Gumul Kediri

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2024 oleh

Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO
Eksplor

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Alasan Yamaha Aerox, Fazzio, dan Filano Menjadi Trio Matik Terbaik untuk Anak SMA
Otomojok

Alasan Yamaha Aerox, Fazzio, dan Filano Menjadi Trio Matik Terbaik untuk Anak SMA

30 Juni 2026
Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional, MLSC.mojok.co
Eksplor

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional

30 Juni 2026
Usaha les komputer di Bogor. MOJOK.CO
Urban

Tak Hasilkan Banyak Cuan dari Buka Usaha Les Komputer, tapi Merasa Bermakna Bisa Ajarkan Gen Alpha yang Masih Gaptek

30 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja MOJOK.CO

Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja

24 Juni 2026
Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Derita memelihara dan menyayangi kucing sepenuh hati di desa. Anabul dianggap hewan goblok MOJOK.CO

Sulitnya Memelihara dan Menyayangi Kucing di Desa: Dianggap Aneh dan Nggak Guna, Anabul Hadapi Hinaan dan Racun Tetangga

24 Juni 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.