Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kaos Oblong, Sarung, dan Motor PCX adalah Simbol Kesederhanaan Sejati Warga Surabaya Utara

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
8 Januari 2026
A A
outfit orang Surabaya Utara lebih sederhana ketimbang Surabaya Barat. MOJOK.CO

ilustrasi - sarung dan celana kiai. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya tergelitik untuk menulis ciri outfit di Surabaya Utara usai membaca Esai berjudul “Di Surabaya, Kaos Oblong dan Sandal Jepit adalah Simbol Kekayaan: Isi Dompet Cukup untuk Beli Mall dan Segala Isinya”. Pada umumnya, saya sepakat dengan pendapat tersebut. Namun kalau mau lebih spesifik lagi, ciri-ciri itu biasanya lebih banyak dijumpai di mal daerah Surabaya Barat dan Surabaya Timur, dibandingkan di Surabaya Utara yang mengenakan kaos oblong, sarung, dan motor Honda PCX.

Kaos oblong, sandal jepit, sarung, dan motor PCX

Sebagai orang yang tinggal di Surabaya Utara, Ahmad* (26) mengaku lebih sering menjumpai orang yang berpakaian kaos oblong, sandal jepit, sarung, bahkan kadang-kadang peci alih-alih memakai helm saat berkendara. Ahmad sendiri adalah pelakunya. 

Iklan

“Surabaya iku panase nggak umum, jadi lak gawe kaos oblong angine lebih sepoi-sepoi. Masio lengene pendek karo wornone ireng tapi kan kene dolene nak panggon cedek. (Surabaya itu cuacanya lebih panas. Jadi kalau pakai kaos oblong anginnya lebih terasa walaupun kaos oblong itu lengannya pendek dan warnanya hitam. Toh, aku mainnya nggak jauh),” ujar Ahmad saat ditanya Mojok, Selasa (6/1/2026).

“Lek sarung yo podo, lebih nyaman dan nggak nggarakno sumuk. Iso dirangkepi celono pendek. (Begitu juga dengan sarung. Bikin nyaman dan nggak membuat gerah. Dalamnya bisa pakai celana pendek.)” lanjutnya.

Tak hanya kaos oblong, sandal jepit, dan sarung, kata Ahmad, belum lengkap rasanya kalau warga Surabaya Utara tak mengendarai motor Honda PCX. Terutama yang berwarna merah atau putih.

“Gawe kelas menengah menduwur, minimal lek tuku sepeda motor yo PCX ditambahi outfit jaket kulit. Kaos oblong karo sarung iku wes paling sederhana. (untuk kelas menengah ke atas, minimal kalau mau beli sepada motor ya merk PCT ditambah outfit jaket kulit. Kaos oblong dan sarung itu sudah paling sederhana), ” ujar Ahmad.

“Motor CBR ambek Harley iku wes kelarangan. Sing sogeh pasti mending tuku mobil. Jadi wong mobilan karo kaos oblong, sandal jepit, sarungan yo onok (Motor CBR dan Harley sudah kemahalan. Yang kaya pasti lebih mending beli mobil. Jadi orang mobilan dengan kaos oblong, sandal jepit, bersarung juga ada),” lanjutnya.

Menikmati Surabaya Utara dengan outfit sederhana

Berbeda dengan Ahmad, meski tinggal di Surabaya Utara, Karim* (25) lebih sering memakai baju formal untuk bekerja sebab masih terikat dengan SOP kantor. Namun, ia mengaku kerap melihat dandanan warga Surabaya Utara seperti Ahmad.

“Aku saban lewat Bulak Banteng ae wes akeh. Minimal 2-3 lah mbendino (Aku setiap lewat Bulak Banteng selalu lihat, minimal 2-3 orang pakai Honda PCX dengan outfit serupa),” kata Karim.

Kadang-kadang, ia malah iri karena tak bisa menggunakan kaos oblong, sandal jepit, dan sarung seperti Ahmad saat berangkat bekerja. Sementara dirinya harus mengenakan pakaian tertutup seperti  jaket, sarung tangan, masker, dan sepatu guna menghalau panas.

“Lek nggak gawe iku wasallam. Kulitmu langsung gosong pasti, opomane Surabaya Utara. (kalau nggak pakai itu berabe, kulitmu langsung hitam pasti apalagi di Surabaya Utara),” kata Karim.

Surabaya Utara memang terkenal sebagai wilayah pesisir sehingga menghasilkan suhu yang lebih panas, terutama di Kecamatan Kenjeran. Maka jangan heran jika menemui warga Surabaya Utara yang menikmati sunset atau sunrise di pantai dengan kaos oblong dan sarungnya. Sembari menyeruput kopi di pinggiran pantai.

Simbol perlawanan dan kesederhanaan

Selain Kenjeran, Surabaya Utara mencakup Kecamatan Pabean Cantikan, Semampir, Krembangan, dan Bulak. Bagi warga Surabaya, nama-nama itu tidak terdengar asing mengingat nilai sejarahnya di masing-masing wilayah. 

Jika Surabaya Barat memiliki perumahan elit seperti CitraLand dan Graha Family, serta pusat perbelanjaan modern seperti Pakuwon Mall, Surabaya Utara, terkenal dengan bangunan sejarah dan pusat perdagangannya. 

Surabaya Utara memiliki Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pusat perdagangan dalam menggerakkan ekonomi di Jawa Timur bahkan seluruh Kawasan Timur Indonesia sejak era Belanda. 

Ramainya Pelabuhan Tanjung Perak tak pelak menghasilkan akulturasi budaya dari berbagai penjuru dunia seperti Arab, Tiongkok, dan Eropa. Hal itu bisa dilihat di kawasan Kya-kya (pecinan), Ampel (kampung Arab), dan Jembatan Merah serta Rajawali yang didominasi dengan bangunan Eropa.

Di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak juga terdapat kampung-kampung lama yang menjadi saksi bisu pertempuran “10 November 1945”. Salah satunya Benteng Kedung Cowek sebagai pertahanan arek-arek Suroboyo melawan pasukan sekutu (Inggris).

Dalam pertempuran itu, bukan mustahil jika arek-arek Suroboyo melawan sekutu dengan kaos oblong dan sarung sebagai bentuk perlawanan. Menurut catatan pengamat dunia pesantren Agus Suntoyo, terdapat sekitar 112 perlawanan terhadap kolonialisme yang dimotori kalangan pesantren. Uniknya, mereka semua menggunakan sarung.

Iklan

Hingga kini, sarung ibarat pakaian wajib di Surabaya Utara, dipadukan pula dengan kaos oblong agar nyaman digunakan sehari-hari. Bagi warga Surabaya Utara, sarung bukan sekadar simbol keagamaan semata, tapi menunjukkan identitas budaya mereka yang sederhana dan setara.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Bagi Kami para Akamsi Pantai Kenjeran adalah Sebaik-baik Tempat Menenangkan Diri, Meski Banyak Begal dan Pungli atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2026 oleh

Tags: Kenjeranmotor pcxpcxSarungSurabayasurabaya baratSurabaya Utara
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.