Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sengsaranya Orang Krian Sidoarjo kalau Diajak Nongkrong di Surabaya, Jauhnya Nggak Kira-kira tapi Orang Surabaya Tak Mau Gantian

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
18 Maret 2024
A A
Orang Krian Sidoarjo Jadi Korban Akal-Akalan Orang Surabaya MOJOK.CO

Ilustrasi Simpang Lima Krian (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Orang-orang dari Krian, Sidoarjo merasa jadi korban akal-akalan orang Surabaya. Bagaimana tidak, orang Krian sering kali harus ngalah jika ada kumpul-kumpul dengan orang-orang Surabaya.

Keluhan tersebut sebagaimana yang Maulana (25) ungkapkan saat saya ajak ngobrol, Senin (18/3/2024) siang WIB.

Iklan

“Agenda bukber di bulan Ramadan ini tentu ada, sekalian reuni teman-teman sekelas (waktu kuliah) dulu,” ungkap Maul, sapaan akrabnya.

“Tapi ya kayak yang sudah-sudah, orang Krian harus ngalah,” sambungnya.

Maksud orang Krian, Sidoarjo harus ngalah adalah Maulana sebagai orang Krian harus ikhlas menempuh perjalanan jauh ke Surabaya demi acara bukber tersebut. Tak ada opsi tengah-tengah; bukber di tempat yang dari Surabaya tidak terlalu jauh, dari krian pun juga tak terlalu jauh.

Orang Surabaya wegah ke Krian Sidoarjo

Sebenarnya keluh kesah orang Krian, Sidoarjo yang harus selalu ngalah dengan orang Surabaya bukan merupakan hal baru. Sejak dulu memang selalu begitu.

“Orang Surabaya kalau ngajak orang Krian ngopi di Surabaya itu kayak nggak mikir. Seolah-olah Krian ke Surabaya deket,” tutur Maul.

Tapi meski begitu, orang Krian akan tetap mengusahakan berangkat demi bisa kumpul-kumpul. Karena kalau kata Maul, kalau tidak mengusahakan kumpul, nanti bisa dibilang tidak effort untuk ketemu teman.

Sementara sebaliknya, setiap kali orang Krian, Sidoarjo yang mengajak orang Surabaya ngopi atau sekadar kumpul-kumpul di Krian, jawaban orang Surabaya sudah ketebak. Jawabannya pasti berkutat pada alasan “wegah karena kejauhan”.

“Lah kalau begitu hukumnya, emangnya Krian ke Surabaya lebih deket daripada Surabaya ke Krian? Kan sama aja,” gerutu Maul.

Krian Sidoarjo terlalu semrawut

Sebagai gambaran, jarak tempuh dari Surabaya ke Krian, Sidoarjo atau sebaliknya kira-kira memerlukan waktu setengah jam. Kalau sedang macet-macetnya bisa menyentuh satu jam.

“Selain itu, di jalur menuju Krian kita juga berhadapan dengan truk-truk besar,” ungkap Firli (24) yang merupakan orang Surabaya.

Firli sendiri mengakui bahwa memaksakan orang Krian, Sidoarjo datang ke Surabaya, sementara orang Surabaya sendiri tak pernah mau effort ke Krian tentu tidak fair. Namun, Firli sendiri entah kenapa mendadak mager jika ada ajakan kumpul-kumpul di Krian.

Lebih-lebih, ada titik-titik lalu lintas di Krian, Sidoarjo yang terlalu semrawut dan sangat menguras emosi dan kesabaran. Termasuk yang paling parah adalah di Simpang Lima yang menjadi titik bertemunya pengendara-pengendara ugal-ugalan.

Iklan
Simpang Lima Krian Semrawut MOJOK.CO
Potret Simpang Lima Krian saat sepi. (Aly Reza/Mojok.co)

“Saya orang Surabaya nggak terbiasa menerjang itu semua. Kalau bagi orang Krian kan sudah jadi makanan sehari-hari,” ungkap Firli. Jadi, lanjut Firli, pastinya tak ada masalah jika orang Krian lah yang mengalah ke Surabaya.

Di Surabaya lebih bagus dan banyak pilihan

Masih kata Firli, setelah menempuh serangkaian kesemrawutan, kemacetan, dan berjibaku dengan truk-truk besar, tapi tetap tak terbayar dengan suasana enak di Krian, Sidoarjo.

Di Krian sendiri bukannya tak ada tempat ngumpul yang menarik dan enak. Tapi, bagi Firli, pilihannya tak sebanyak ketika ngumpul di Surabaya. Mau ngumpul di tempat biasa sampai mewah tinggal pilih dan menentukan.

Kalau mau kumpul-kumpul di mal, tinggal pilih pula di mal mana: dari mal biasa seperti Royal Plaza hingga yang lebih mewah seperti Tunjungan Plaza. Soal kuliner pun pilihan di Surabaya lebih beragam ketimbang di Krian, Sidoarjo.

“Sehabis ngumpul kalau muter-muter dulu di Surabaya seenggaknya ada city light yang enak dipandang,” ucap Firli.

“Kalau di Krian mau lihat apa? Wong jalanannya aja gelap, og,” lanjutnya.

Maul selaku orang Krian sebenarnya sudah merasa jengah dengan argumen-argumen tersebut. Sebab, bagaimanapun, jarak dari Kiran ke Surabaya ya sama jauhnya seperti Surabaya ke Krian, Sidoarjo.

“Sesekali orang Surabaya maul ah gantian. Masa orang Krian harus ngalah terus. Rugi, dong!,” keluh Maul.

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Suasana Stasiun Wonokromo Surabaya Bikin Risih, Kursi Tunggu Penumpang Jadi Tempat Muda-mudi Bermesraan Tak Kenal Sungkan

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2024 oleh

Tags: Jawa Timurkriankrian sidoarjopilihan redaksiSidoarjosimpang lima kriantempat bukber di surabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN di desa

Serba Salah KKN di Desa: Terlalu Pendiam Dianggap Nggak Guna, Banyak Omong Dicap Sok Tahu

24 Juli 2026
Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026
Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang "Hidup" buat Anak-anak. (sumber: InJourney)

Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang “Hidup” buat Anak-anak

23 Juli 2026
Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang MOJOK.CO

Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.