Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Model Laundry di Jogja bikin Kaget Orang Surabaya karena Laundry di Surabaya bikin Kapok Nyuci

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
10 Juli 2024
A A
Laundry Surabaya Lebih Rewel dari Laundry Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi - Model laundry di Jogja bikin kaget orang Surabaya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Model laundry di Jogja membuat kaget orang Surabaya. Sebab, laundry Surabaya cenderung lebih “rewel”, sedangkan laundry di Jogja terkesan lebih leluasa.

Salah satu culture shock saya saat pindah ke Jogja adalah soal laundry di Jogja yang ternyata menerima cucian berupa celana dalam.

Iklan

Semua bermula ketika suatu kali di awal Februrari 2024 lalu saya mencuci beberapa celana dalam di tempat tinggal saya di Jalan Ngebo, Ngaglik, Sleman. Seorang teman, Selamet (30) lalu bertanya, kok tidak sekalian saja celana dalam itu saya cuci di laundry? Mengingat, sehari sebelumnya saya baru saja membawa sekantong plastik besar berisi baju-baju kotor.

“Loh emang nggak masalah, Mas (cuci celana dalam di laundry)?” tanya saya.

“Nggak masalah. Laundry di Jogja rata-rata menerima kok cuci celana dalam,” jelas Selamet.

Tentu ada sedikit rasa kaget. Sebab, dulu ketika di Surabaya, bahkan ada laundry yang terang-terangan menulis “Tidak menerima cuci celana dalam”.

Lalu seturut pengakuan beberapa kawan lain di Jogja, ternyata mayoritas turut mencucikan celana dalamnya di jasa cuci tersebut. Kalau ada satu atau dua orang yang tidak, biasanya lebih karena alasan etis: merasa tidak pantas saja kalau daleman disuruh nyuci orang lain. Tidak ada alasan karena ditolak oleh si pemilik laundry.

Laundry Jogja tak menganggap aneh cuci celana dalam

Untuk menjawab rasa penasaran, saya lantas bertanya kepada dua laundry di Jogja terdekat dari tempat tinggal saya.

Bu Ageng tersenyum ketika saya memastikan, apakah di tempatnya boleh mencuci celana dalam atau tidak? Karena bertahun-tahun setelah ia buka, baru saya lah orang yang bertanya mengenai hal tersebut.

“Nggak ada masalah, Mas. Bukan urusan sopan nggak sopan. Karena memang kami buka jasa cuci pakaian, berarti ya semua boleh dicucikan di sini. Luaran maupun daleman,” jawab perempuan menjelang umur 50-an tahun itu saat saya temui baru-baru ini.

Laundry Surabaya Lebih Rewel dari Laundry Jogja MOJOK.CO
Salah satu tempat laundry di Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Bu Ageng mengaku, bisa dibilang 80 persen pelanggan yang mencuci di laundry miliknya sekalian dengan celana dalamnya.

“Urusan jijik atau nggak, rata-rata pelanggan di laundry Jogja tempat saya itu anak-anak muda. Jadi ya sudah seperti mencucikan pakaian dalam anak sendiri,” sambungnya dengan senyum ramah.

Laundry Jogja menerima konsekuensi

Di lain kesempatan, saya menemui Ardit (28), salah seorang pekerja di salah satu tempat laundry di Jogja. Sejak lulus SMA, ia memang sudah langsung bekerja di tempat laundry. Dari ikut orang hingga sekarang ikut saudaranya sendiri.

“Di sini cuci apapun terima, Mas. Asal masih kain atau pakaian ya,” ujarnya di sela waktu longgarnya mengoperasikan mesin cuci.

Iklan

Sepengelamannya bertahun-tahun jadi pekerja laundry, baginya orang menyucikan celana dalam adalah hal biasa. Tidak tabu, tidak juga jorok.

Karena bagi Ardit, ya memang sudah konsekuensi buka jasa cuci pakaian. Alhasil yang harus dicuci pun tak hanya pakaian luar, tapi juga pakaian dalam.

Ardit bahkan terkejut ketika saya ceritakan di Surabaya banyak tempat laundry yang terang-terangan memasang peringatan “Tidak menerima cuci pakaian dalam di sini!”.

“Kalau tempatku kan kiloan. Tapi ada juga yang ngitungnya per biji. Berarti kan untung kalau ada yang nyuci celana dalam atau daleman lain. Karena sudahlah kecil-kecil, tapi ada harganya,” beber Ardit.

Laundry Surabaya tegur orang yang cuci celana dalam

Saya agak ragu, apakah hanya saya yang menemui laundry dengan larangan cuci celana dalam di Surabaya. Maka, saya mencoba mengonfirmasi Rafi (25) yang kebetulan pernah tinggal di Surabaya dan kini sedang lanjut kuliah di Jogja.

Sepengalaman Rafi di Surabaya, ia memang kerap menemukan laundry yang sejak awal menekankan agar tidak mencuci pakaian dalam di sana. Meskipun ia juga tak memungkiri kalau ada tak kalah banyak laundry di Surabaya yang membolehkan.

“Cuma aku pernah, karena nggak ada keterangannya di kios laundry-nya, ya sudah aku sodorkan saja sekresek baju kotorku. Di dalamnya juga ada celana dalam dong tentunya. Tapi pas aku ambil, aku dikasih tahu sama pekerja di situ kalau di sana nggak boleh cuci daleman,” ungkap Rafi.

“Katanya, nggak pantas aja. Jadi lebih ke persoalan etis,” sambungnya.

Rafi tentu tak mau banyak tanya. Ia hanya bisa memohon maaf karena memang si mbak-mbak pekerja itu memberitahu dengan ekspresi yang tidak enak. Alhasil, selebihnya ia memilih mencuci dalemannya sendiri.

Rafi mengaku kapok. Sehingga sebagai antisipasi hal yang sama terulang lagi, ia tak mau lagi membawa celana dalam ke laundry di Surabaya.

Oleh karena itu, saat pindah di Jogja ia malah terkesan agak kaget, sama seperti saya. Sebab, ternyata tidak ada yang mempermasalahkn soal cuci daleman seperti yang ia alami di Surabaya sebelumnya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: Cara Membedakan Bakwan Kawi Asli Malang atau Bukan, Pembeli Harus Tahu karena Rasa dan Isinya Beda!

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

 

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2024 oleh

Tags: bisnis laundryJogjalaundrylaundry celana dalamlaundry dalemanlaundry di surabayalaundry jogjaSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO
Kabar

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Tips Meningkatkan Kenikmatan Ayam Goreng Olive Chicken Jogja (Mojok/Agung)
Pojokan

Tips Meningkatkan Kenikmatan Rasa Ayam Goreng Olive Chicken Jogja yang Sudah Menjadi Legenda Kuliner Itu

3 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Warga makin malas bayar pajak bukan berarti membangkang, tapi karena ulah pemerintah sendiri MOJOK.CO

Makin Malas Bayar Pajak Bukan Semata Membangkang tapi Akumulasi Kekecewaan, Pemerintah Bisanya Nagih Doang

10 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.