Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Menteng Jakarta Pusat, Saksi Bisu Perantau Miskin “Diinjak-injak” Orang Kaya: Meninggalkan Kota Kecil demi Mengubah Nasib, Malah Diupah Tak Wajar

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
20 Mei 2025
A A
Menteng Jakarta Pusat, Saksi Bisu Perantau “Diinjak-injak” Orang Kaya.MOJOK.CO

Ilustrasi - Menteng Jakarta Pusat, Saksi Bisu Perantau “Diinjak-injak” Orang Kaya: Meninggalkan Kota Kecil demi Mengubah Nasib, Malah Diupah Tak Wajar (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selama tujuh hari nonstop, Fiko tinggal di sana dan melaksanakan jobdesk-nya. Namun, tetap ada aturan yang harus dipatuhi. Seperti dilarang masuk kamar-kamar tertentu, dilarang membawa orang masuk ke rumah, hingga tak boleh mencuri. Selama tujuh hari itu pula, ia memperlakukan rumah itu laiknya rumah sendiri. 

“Persis kayak yang dikatakan bos-bos, ‘kita keluarga, anggap saja rumah sendiri,” kata dia.

Sialnya, ketika pekerjaannya selesai, Fiko kaget karena cuma dibayar Rp600 ribu untuk pekerjaan 7/24. Artinya, per harinya ia mendapatkan upah tak sampai Rp100 ribu.

“Alasannya, kata mereka kan aku dah diizinin tinggal di sana. Makan juga di sana. Makanya wajar upah segitu.”

Jujur Fiko merasa kecewa. Namun, ia tak berani membantah atau melawan karena memang cuma orang kecil, sementara di hadapannya adalah orang kaya penuh kuasa.

Banyak orang kaya di Menteng Jakarta Pusat yang suka menginjak orang miskin

Fiko pernah bertanya ke temannya, apakah upah yang ia terima wajar? Kata temannya: beda rumah, beda pemilik, berbeda juga upah yang diberi. Alias suka-suka mereka.

Masalahnya, selama beberapa bulan melakukan pekerjaan tersebut di rumah yang berbeda, upahnya tak beda jauh. Bahkan ada yang lebih sedikit.

“Masalahnya, kalau sebulan cuma kerja dua kali, berarti penghasilanku palingan cuma sejuta. Sementara di luar itu, aku tetap kudu makan, ngasih duit orang tua, dan bayar kos,” kata dia.

Di Menteng, Jakarta Pusat, kelakuan orang kaya yang suka “menginjak” orang miskin tak cuma dialami Fiko. Fikri (24), perantau lain asal Jawa Barat, bahkan mengalami hal yang lebih parah. Kisahnya itu pernah ia tulis dalam grup Facebook Komunitas Orang Susah (KOS).

Kepada Mojok, Fikri bercerita bekerja sebagai asisten “artis nanggung”. Ia sebut nanggung karena si artis belum begitu populer, tapi punya ratusan ribu follower di TikTok.

Setiap hari, Fikri bekerja dengan mode palugada: jadi driver antarjemput, menyiapkan kebutuhan si artis, bahkan terkadang menjadi juru bicara ke klien yang ingin endorse.

“Aku kerja mode nonstop. 24 jam wajib bisa dihubungi. Kalau nggak balas chat sebentar saja, bisa kena marah,” ungkapnya, Senin (19/5/2025).

Meskipun sudah bekerja keras bagai kuda, gaji yang ia terima tak sepadan. Tiap bulan, ia hanya diupah Rp2 juta. Alasannya, itu adalah upah standard buat asisten artis.

Tak sampai di situ, ada kalanya ia cuma dibayar dengan janji dan ucapan “terima kasih”. Saat si artis sedang sepi job, Fikri sama sekali tak digaji. Kata si artis, gajinya bakal dirapel bulan berikutnya.

Iklan

“Tapi di bulan berikutnya gajiku ya segitu aja, alias yang bulan lalu dah dilupain begitu aja,” ujarnya. “Tapi aku nggak bisa protes, soalnya paham betul sekarang lagi susah cari kerja. Takut dipecat.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kebayoran Baru Jadi Saksi Para Sarjana “di-Prank” Kemewahan Jaksel: Nekat Merantau Bermodal Ijazah S1, Berakhir Jadi Tukang Parkir Liar atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2025 oleh

Tags: jakartajakarta pusatkerja di jakartaMentengmenteng jakarta pusatmerantau ke jakartapilihan redaksi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.