Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Geliat Malam di Setiabudi Bandung, Menelusuri Hal-hal di Kawasan Elite Kota Kembang yang Tak Ditemukan di Jogja

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
1 Juni 2024
A A
malam di bandung.MOJOK.CO

Ilustrasi pepohonan di jalanan Bandung (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hal ini menurutnya sulit ditemukan di Jogja. Jika siang, pepohonan ini tentu menjadikan trotoar terasa adem. Kendati begitu, ia merasa agak sulit berjalan karena akar-akar pepohonan banyak menutupi rute berjalan.

pepohonan trotoar bandung yang tak bisa ditemukan di Jogja.MOJOK.CO
Trotoar di Bandung yang penuh pepohonan (Dhio/Mojok.co)

Di beberapa sudut, Dhio melihat muda-mudi yang sedang bermesraan di antara rindang pepohonan. Pemandangan yang nyaris tidak terlihat jika ia melewati jalan itu dengan kendaraan.

“Ya pepohonan itu jadi penutup aktivitas bermesraan mereka,” kelakarnya.

Tempat mereka yang mau ke klub malam

Kami menikmati suasana hingga jelang tengah malam di 372 Kopi Setiabudi. Hingga tengah malam kedai kopi ini tak kunjung sepi.

Saat kami pulang dengan dijemput taksi online, barulah saya menyadari bahwa Jalan Doktor Setiabudi seperti yang Dhio jelaskan. Sepanjang trotoar, pepohonan besar jadi pemandangan. Di antara itu, tampak satu dua tempat hiburan malam yang sedang ramai-ramainya.

Menurut Husein (23), rekan kami dari Jogja yang dulunya memang kuliah di Bandung, Setiabudi memang tempat mereka yang ingin hiburan malam. Ia banyak tahu detail-detail tempat menarik di Bandung lantaran kuliah di sebuah PTS pada 2019 hingga 2023 lalu.

“Ya kalau Setiabudi mah terkenalnya buat mereka yang suka dugem atau cari hiburan. Aku nggak pernah main ke sana tapi cukup tahu ceritanya,” kelakar Husein.

Suasana remang di Setiabudi saat tengah malam sangat berbeda dengan situasi saat jam-jam ramai kendaraan. Pasalnya, jalan ini memang rawan kemacetan. Terkhusus saat masa-masa libur panjang.

Pada musim libur Lebaran 2024 lalu, Jalan Setiabudi jadi salah satu titik kemacetan para wisatawan yang hendak menuju Lembang. Kami lantas meninggalkan Bandung pada malam berikutnya. Tepat saat Persib Bandung sedang berlaga lawan Madura United pada laga yang menentukan juara Liga1.

Sepanjang jalan, pertandingan bola itu membuat suasana Bandung bertambah ramai. Suasana euforia yang tak terjadi sembarang waktu. Kami beruntung menjadi saksinya.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Adik Sukses Kerja di Bandung hingga Dapat Puluhan Juta, Kakak Diremehkan karena Cuma Buka Angkringan di Jogja, Padahal Omzetnya Tak Kalah Lumayan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2024 oleh

Tags: Bandungjalan setiabudiJogjasetiabudiwisata bandung
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa
Kuliner

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.