Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Program Meet Nite Live di Metro TV Bikin Gen Z Betah Nonton Berita, Lalu Kenapa Ormas Anggap Masalah? Auuu

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
17 April 2025
A A
Presenter Metro TV di Meet Nite Live. MOJOK.CO

ilustrasi - presenter di televisi. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Televisi makin jarang digandrungi anak muda, apalagi untuk sekadar menonton berita. Namun, akhir-akhir ini masyarakat tertarik dengan program Meet Nite Live di Metro TV yang bergaya satir dan jenaka. Beda lagi dengan respons dari organisasi masyarakat dan pakar komunikasi media.

***

Iklan

Stasiun televisi Metro TV seolah mencoba gaya pemberitaan mode baru yang tidak pernah dipakai oleh stasiun televisi lainnya di Indonesia. Agar lebih interaktif dengan penonton, Metro TV menggunakan komunikasi satir berbalut komedi.

Program baru itu bernama Meet Nite Live yang tayang setiap Selasa dan Kamis pukul 22.30 WIB. Valentinus Resa merupakan tokoh senter yang bertugas sebagai host atau presenter dalam program tersebut.

Dilansir dari metrotvnews.com, Meet Nite Live merupakan perpaduan dari wawancara langsung dengan liputan di lapangan, sehingga masih terpercaya informasinya. Pembahasan yang diangkat mengenai isu-isu terkini dan tren perilaku masyarakat secara tajam tapi tetap menghibur.

Namun, tak semua penonton sepakat dengan model penyajian berita ala Meet Nite Live. Salah satu organisasi masyarat Perisai Kebenaran Nasional bahkan melakukan somasi kepada Valentinus Resa sebagai presenter.

Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Ahmad Sahroni siap pasang badan untuk Resa jika ormas Perisai Kebenaran Nasional jadi mengangkat masalah tersebut ke ranah hukum. Kalau ditanya, mengapa Nasdem? Masuk akal saja, karena perintis media Metro TV adalah Ketua Umum Nasdem Surya Paloh.

Meet Nite Live dapat rating tertinggi

Berbeda dengan ormas Perisai Kebenaran Nasional, sebagian penonton usia muda justru merespons baik acara Meet Nite Live yang memiliki model pemberitaan ‘santai’. Terbukti, ketika Meet Nite Live mendulang rating tertinggi sejak pertama kali mengudara pada Maret 2025 di Metro TV. 

Pendekatannya dinilai lebih segar, ringan, tapi tajam dan jenaka, sehingga mampu menggaet kalangan di usia muda. Berkat program tersebut, nama Valentinus Resa pun jadi viral. Mereka kebanyakan tahu dari media sosial.

Akhmad Hanif (27) misalnya. Biasanya ia lebih sering menonton berita dari potongan-potongan video pendek di media sosial ketimbang menonton berita di layar televisi. Sebab, ia bosan dengan penyampaian yang terlalu serius dan tegang.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Apalagi, berita soal kebobrokan pemerintah akhir-akhir ini dan yang langsung berdampak pada dirinya, misalnya kasus Coretax dan korupsi. Oleh karena itu, saat melihat Meet Nite Live, ia merasa jadi lebih nyaman dan betah untuk menonton.

“Aku sempat pusing gara-gara kebijakan sistem pajak yang baru kayak Coretax, apalagi aku seorang akuntan di sebuah perusahaan manajemen outsourcing jadi dampaknya lebih kerasa. Kerjaanku jadi terhambat,” tutur Hanif

“Minimal dengan berita yang satir tapi agak-agak guyon, aku jadi nggak stress. Suka dengan cara penyampaiannya, agak lain tapi menukik,” lanjutnya.

Meet Nite Live mampu menggaet gen Z

Hanif justru bingung kenapa ada ormas yang mempermasalahkan model pemberitaan Metro TV? Toh, berita-berita yang disajikan sudah sesuai fakta dan banyak disukai anak muda, termasuk dirinya.

Iklan

“Mangkanya harus tetap skeptis, harapannya ya program tersebut sudah terverifikasi dan tidak ditunggangi kepentingan politik,” ujar Hanif.

Begitu pula dengan Ikhfanny Alfi (23) yang memang suka menonton berita sejak remaja. Justru, kata Ikhfanny, inovasi gaya penyampaian berita yang dihadirkan Metro TV bisa menjadi angin segar terhadap budaya konsumsi digital oleh masyarakat.

“Bukan pelanggaran substansi maupun kode etik jurnalistik,” kata Ikhfanny.

Menurut dia, Meet Nite Live sudah menunjukkan kredibilitas dan kualitas produk jurnalistik. Tidak serta-merta tayang hanya dengan opini pribadi tanpa melalui proses kurasi. Sebaliknya, ia menilai Metro TV berhasil beradaptasi dengan perkembangan zaman dan perubahan budaya konsumsi digital.

“Di era informasi digital yang masif, atensi publik akan menurun seperti fenomena doom scrolling dan tren short form content. Audiens cenderung lebih terikat dengan penyampaian berita berformat ringan dan ekspresif, sekaligus tetap faktual dan berbasis data,” tutur Ikhfanny.

Penyampaian kebenaran perlu membuat orang tertawa

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Eben Haezer Panca mengatakan sebuah pelanggaran etik harus dilihat dari konten per konten berita. Dalam hal ini tayangan berita yang ada di Meet Nite Live. Sesuai yang diatur dalam 11 pasal di Kode Etik Jurnalis atau Kode Etik Wartawan Indonesia.

Yang jelas, somasi terhadap presenter tidak bisa dilakukan. Ketika konten yang dibawakan oleh presenter sudah mengudara dan dikonsumsi oleh publik, kata Eben, maka pertanggungjawaban sepenuhnya ada pada perusahaan medianya.

“Seperti yang diatur dalam Undang-Undang Pers, pihak yang keberatan dapat mengadu ke Dewan Pers. Nantinya, Dewan Pers yang akan menentukan ada atau tidaknya pelanggaran oleh perusahaan pers,” ujar Eben, Rabu (16/4/2025).

Menurut Eben, Jurnalisme satir sebetulnya bukan hal yang baru. Seorang penulis abad 19, Oscar Wilde pernah menyebut: “Untuk menyampaikan kebenaran, Anda perlu membuat orang tertawa. Jika tidak, mereka akan ingin membunuh Anda.”

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Sinetron India ANTV: Tontonan yang Selalu Kami Nanti, Meski Ringan tapi Punya Filosofi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2025 oleh

Tags: Meet Nite LiveMetroTVprogram berita lucuValentinus Resa
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Presenter Metro TV di Meet Nite Live. MOJOK.CO
Ragam

Kala Ormas Somasi Program Meet Nite Live karena Satir, Lantas pada Batas Mana Media Dianggap Melanggar Etik?

23 April 2025
Esai

Menikmati Debat Orang Goblok Soal Jumlah Peserta Reuni 212

9 Desember 2018
Esai

Anti Kepada Media Massa Mainstream Tapi Malah Taklid Buta Pada Media Meme

13 November 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kehangatan Tuan Rumah di Penutup Prambanan Jazz 2026.MOJOK.CO

Kehangatan Tuan Rumah di Penutup Prambanan Jazz 2026

6 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah MOJOK.CO

Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah

8 Juli 2026
Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.