Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sinetron India ANTV: Tontonan yang Selalu Kami Nanti, Meski Ringan tapi Punya Filosofi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
8 Januari 2025
A A
Sinetron India ANTV: Tontonan yang Selalu Kami Nanti, Meski Ringan tapi Punya Filosofi. MOJOK.CO

ilustrasi - sinetron India yang tayang di ANTV. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Stasiun televisi nasional ANTV dikabarkan terancam bangkrut, setelah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap puluhan karyawan mereka. Perusahaan yang mengudara sejak 1 Maret 1993 itu memberikan kesan tersendiri bagi para penontonnya. Terutama dengan program sinetron India mereka yang tak banyak ditayangkan oleh stasiun televisi lainnya.

***

Iklan

Kabar soal PHK massal terhadap karyawan ANTV disayangkan oleh pemirsa setia mereka. Salah satunya Joulesica (24) yang mengaku sudah menonton program ANTV sejak usianya 5 tahun. 

“Sayang aja sih, karena sejak kecil aku suka nonton sinetron India di ANTV. Menurutku seru untukku yang suka bernyanyi dan menari,” ucap perempuan yang akrab dipanggil Jo itu kepada Mojok, Selasa (7/1/2025).

Dia bercerita ibu dan bibinya suka menyetel ANTV. Dari sanalah dia melihat orang menari. Seiring berjalannya waktu, dia baru tahu bahwa itu adalah program serial dari India. Akibat sering menonton program tersebut, Jo jadi suka menyanyi dan menari karena seru. 

Menginjak remaja Jo mulai mencari tahu lebih banyak soal sinetron India. Perempuan asal Surabaya itu pun menemukan ketertarikan dari alur cerita sinetron India. Jo bahkan aktif latihan menari di salah satu sanggar di Surabaya.

Tren Mahabarata pada masanya

Salah satu sinetron India favorit Jo adalah Mahabarata. Setelah mengaji dan salat Isya di rumah, dia buru-buru mengambil remot televisinya untuk menonton series India tersebut. Kadang-kadang, kegiatan itu dia sambi sambil mengerjakan tugas sekolah.

“Aku pasti menunggu series itu karena kepo dengan alur atau kelanjutan ceritanya,” ujar Joulesica.

Sejak kemunculannya di tahun 2013, Mahabarata memang menduduki posisi teratas di jam tayang ANTV. Berdasarkan laporan Nielsen, suatu lembaga survei yang bergerak di bidang informasi global serta media, Mahabarata mampu mengeruk share 20,9 persen dengan target pemirsa laki-laki dan perempuan usia 25 tahun ke atas pada tahun 2014.

Series Mahabarata sendiri berkisah tentang pertempuran antara Pandawa dan Kurawa untuk memperebutkan takhta Hastinapura. Berdasarkan kepercayaan Hindu, kisahnya memuat banyak falsafah hidup.

Jo sendiri tertarik dengan kehidupan Pandawa dan Kurawa. Terutama ketika Pandawa akhirnya menikah dengan Drupadi. Mereka kemudian memiliki anak hingga cucu. Di mana, keluarga mereka mengajarkan tentang kebaikan dan kebenaran.

“Perkelahian antar saudara itu tidak baik. Salah satu dari mereka kecewa dan tidak bersyukur sehingga menghancurkan suatu keluarga bahkan skala yang lebih besar,” ujarnya.

ANTV punya segudang program sinetron India

Banyak yang bertanya mengapa perusahaan swasta milik Bakrie Gorup ini bisa tumbang dengan melakukan PHK massal terhadap karyawannya? Padahal secara pencapaian, perusahaan di bawah naungan Visi Media Asia (VIVA) tersebut tak kalah saing dengan stasiun televisi lainnya.

Menurut Nielsen, ANTV memiliki mangsa pasar yang tinggi sejak 2011 hingga 2019. Ia menempati posisi keempat setelah SCTV, RCTI, dan IVM, sehingga mampu menyaingi MNCTV, GTV, TRANS, hingga NET. 

Iklan

Pada paparan publik yang diunggah di laman keterbukaan Bursa Efek Indonesia pada Rabu (18/12/2024) lalu, ANTV menduduki peringkat kesembilan dari segi TV share dengan poin 4,7 per November 2024.

Berdasarkan paparan tersebut, ANTV juga sukses menjadi stasiun pilihan pemirsa berjenis kelamin perempuan. Salah satu program yang banyak dilihat adalah sinetron India seperti Pyar Ka Daard, Dev & Sona, Chandra Nandini.

Bejo (32) adalah salah satu penonton yang menyukai sinetron India di ANTV, selain Jo. Dia mengaku sering menyisihkan waktu untuk melihat sinetron yang pemainnya Shaheer Sheikh. 

“Saya sudah nonton mulai remaja, karena ceritanya yang ringan,” ujarnya.

Benarkan ANTV mulai ditinggalkan?

Direktur PT Visi Media Asia Tbk atau Viva, Neil R. Tobing sebetulnya sudah angkat bicara soal PHK massal yang dialami oleh karyawannya sejak Desember 2024 lalu. Dia mengatakan keputusan akhir itu justru untuk mengurangi biaya pengeluaran perusahaan, agar tetap bertahan di industri siaran televisi. 

Neil juga mengakui adanya pemberhentian seluruh karyawan di divisi produksi. Menurutnya, minat masyarakat untuk menonton televisi mengalami penurunan. Terutama di tahun 2019, saat pandemi Covid-19 melanda, serta peralihan siaran TV analog ke TV digital oleh pemerintah.

“Sejak itu, dengan adanya Covid-19 juga kemudian dilanjutkan oleh ASO memang belum terjadi rebound” kata dia dikutip dari Bloombergtechnoz.com, Rabu (8/1/2025).

Sebagai penonton setia ANTV, Jo pun mengaku mulai jarang menonton televisi sejak tahun 2021 karena harus bekerja di Batam. Dia lebih memilih layanan streaming yang bisa dipasang di gawai untuk menonton sinetron India di sela-sela istirahatnya.

“Sejujurnya aku juga sedih di Batam nggak ada televisi. Mungkin, karena rata-rata orang sini juga pekerja rantau jadi lebih memilih hiburan lewat telepon genggam,” ujarnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: NET TV Tak Ada Lagi, Kami Kehilangan Program-program yang Mendidik dan Memotivasi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2025 oleh

Tags: industri hiburanMahabarata ANTVPHK Massalprogram televisisinetron India
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

nelangsa korban PHK Michelin dan Blibli. MOJOK.CO
Ragam

Ekonomi Masyarakat Belum Pulih Sejak Pandemi Covid, Kini Makin Menderita karena PHK di “Negeri Konoha”

5 November 2025
NET TV Tak Ada Lagi, Kami Kehilangan Program-program yang Mendidik dan Memotivasi. MOJOK.CO
Ragam

NET TV Tak Ada Lagi, Kami Kehilangan Program-program yang Mendidik dan Memotivasi

3 Desember 2024
eFishery, Startup Underrated yang Labanya Mengalahkan Gojek MOJOK.CO
Esai

eFishery, Startup Underrated yang Labanya Mengalahkan Gojek

6 Juni 2022
ilustrasi Yu Na-Bi di Drakor Nevertheless Cuma Karakter Satire yang Ngebadut sampai Akhir mojok.co
Pojokan

Mendambakan Pasangan kayak Oppa Korea Itu Sejauh yang Bisa Diimpikan Cewek Single

28 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perilaku meresahkan pengunjung di Indomaret Point Coffee MOJOK.CO

Ngopi Enak di Indomaret Point Coffee Jadi Terganggu karena Perilaku Pengunjung yang Meresahkan tapi Tak Sadar Diri

24 Juli 2026
Mahasiswa KKN di desa

Serba Salah KKN di Desa: Terlalu Pendiam Dianggap Nggak Guna, Banyak Omong Dicap Sok Tahu

24 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026
Tawadhu Tidak Seharusnya Membuat Santri Diam saat Menjadi Korban MOJOK.CO

Tawadhu sebagai Pisau Bermata Dua: Santri Tidak Seharusnya Dibungkam saat Menjadi Korban

26 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.