Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Membaca Maksud Inovasi Calon Bupati Nganjuk yang Mau Ubah Padi Jadi Beras

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
29 Oktober 2024
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah beberapa hari berlalu, tapi potongan video Calon Bupati Nganjuk, Ita Triwibawati, yang menyebut punya inovasi mengubah padi menjadi beras masih terus berkelindan di media sosial.

Potongan video Ita juga terselip di berbagai akun yang mengumpulkan “video-video lucu” dari berbagai calon bupati di daerah lain dengan tajuk “Pilkada Core”.

Iklan

Inovasi padi menjadi beras

Belum lama ini, Rabu (23/10/2024), berlangsung debat perdana Calon Bupati Nganjuk yang diikuti oleh tiga calon, yakni Muhammad Muhibbin (nomor urut 1), Ita Triwibawati (nomor urut 2), dan Marhaen Djumadi (nomor urut 3).

Ketika memaparkan perihal inovasi untuk Kabupaten Nganjuk, tercetus lah pernyataan dari Ita Triwibawati yang kemudian viral di media sosial.

“Saya akan membuat produk baru, seperti brambang (bawang merah) kita buat e…brambang goreng dan sebagainya. Kemudian beras akan kita buat menjadi… padi menjadi beras,” ujar Ita dengan agak gugup, seperti terdokumentasi dalam siaran YouTube JTV Rek.

Tak ayal jika pernyataan Ita viral dan digoreng di media sosial. Pasalnya, bagi masyarakat umum, padi memang seyogianya menjadi beras agar bisa dikonsumsi. Jadi hal itu bukan merupakan inovasi seperti yang Ita Triwibawati sebut.

Husnuzon pada Calon Bupati Nganjuk

Tawa terbahak. Begitu lah respons Hasbul (25) saat awal-awal melihat video Calon Bupati Nganjuk, Ita Triwibawati beredar. Menurutnya, diulang-ulang ternyata tetap lucu.

Namun, setelah coba dia renungkan dengan pikiran jernih, Hasbul mencoba husnuzon dengan Ita perihal inovasi-inovasi yang Ita maksud.

“Aku kan akhirnya searching di Google, sebenarnya brambang itu bisa diolah jadi apa saja. Ternyata ada banyak loh,” ucap pemuda asli Nganjuk itu saat saya mintai pendapat pada Selasa (28/10/2024) siang WIB.

Membaca Maksud Calon Bupati Nganjuk Ita Triwibawati Soal Inovasi Padi Jadi Beras MOJOK.CO
Calon Bupati Nganjuk nomor urut 2, Ita Triwibawati dalam depan Calon Bupati. (YouTube/JTV Rek)

Saya sempat meresponsnya dengan tawa. Tapi Hasbul memotong. Dia menekankan bahwa pendapatnya soal Ita yang menawarkan brambang jadi produk lain seperti brambang goreng dan sebagainya itu dia sampaikan secara serius.

“Coba aja cari di Google. Ada olahan produk pasta bawang (brambang), minyak bawang (brambang), ada krupuk bawang (brambang). Jadi brambang itu nggak cuma dijual sebagai brambang segar saja. Tapi bisa diolah dengan nilai jual lebih tinggi,” sambung Hasbul.

Mengingat, harga brambang segar memang kerap naik turun. Sehingga, jika menjual brambang dalam bentuk olahan, ada kemungkinan nilai jualnya stabil. Ini lah yang dimaksud dengan hilirisasi.

Skeptis pada Calon Bupati Nganjuk

Sementara respons berbeda diberikan oleh Adri (21). Seorang guru silat muda di Nganjuk itu saat ini sudah di tahap menganggap Pilkada Nganjuk tidak lebih dari lelucon belaka. Sebab, dia sebenarnya sudah skeptis dengan orang-orang yang mencalonkan diri sebagai Bupati Nganjuk.

Keraguannya itu tidak lepas dari rekam jejak dua Bupati Nganjuk sebelumnya (Taufiqurrohman (2008-2018) dan Novi Rahman Hidayat (2018-2021)) yang sma-sama terjerat kasus korupsi.

“Pidato Bu Ita di debat itu jadi bukti sih menurutku, ya sebegitu itu lah kapasitas calon-calon pemimpin Nganjuk,” ungkap Adri.

Adri tak berniat meresponsnya secara satire seperti Hasbul atau orang-orang di media sosial. Pasalnya, apa yang Ita Triwibawati sampaikan di momen debat itu justru memalukan warga Nganjuk. Karena pada akhirnya potongan video yang masuk dalam “Pilkada Core” ditonton oleh orang-orang dari berbagai daerah.

Menjaga stabilitas pangan

Ketua DPC Hanura Nganjuk, Aditya Haria Yangga, kepada banyak awak media menyebut bahwa Ita Triwibawati tengah demam panggung alias grogi saat momen itu terjadi. Sehingga, apa yang Ita maksud terkait inovasinya tidak tersampaikan dengan baik.

Iklan

Pada Kamis (24/10/2024), Ita pun memberi klarifikasi melalui akun Facebook pribadinya, Ita Triwibawati.

Ita menjelaskan, sebenarnya dia hendak menyampaikan perihal strategi untuk menjaga stabilitas harga pangan agar tidak memberatkan petani. Di samping itu juga untuk melindungi konsumen dari kenaikan harga yang tidak wajar, yang salah satu penyebabnya adalah karena ulah tengkulak nakal.

“Selama ini masyarakat kita terbiasa menjual padi dalam bentuk gabah, yang kemudian diproses di luar daerah untuk menjadi beras. Namun, kita memiliki peluang besar dengan memaksimalkan produksi padi lokal menjadi produk beras unggulan daerah,” papar Calon Bupati Nganjuk nomor urut 2 itu.

Dengan inovasi tersebut, kata Ita, petani akan mendapatkan harga yang lebih baik karena produk yang dijual memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan gabah.

“Kedua, dengan menjaga produksi dan distribusi beras di wilayah sendiri, kita bisa mencapai swasembada pangan yang menjadi salah satu indikator ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi suatu daerah,” sambung Ita.

Agar jerih payah petani dihargai

Ita menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk akan hadir secara nyata untuk mengakomodir pembentukan dan memfasilitasi Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) di setiap desa di Nganjuk.

GAPOKTAN ini nantinya akan menjadi wadah bagi para petani untuk menghimpun padi, yang kemudian diolah menjadi beras berkualitas tinggi.

“Langkah ini bukan hanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga sebagai upaya mencegah praktik tengkulak nakal dan mafia beras yang sering merugikan petani maupun konsumen,” tutur Ita.

Dengan adanya GAPOKTAN memproduksi beras lokal, Ita memastikan hasil jerih payah petani dihargai dengan layak. Konsumen pun akan mendapatkan beras berkualitas dengan harga wajar.

Lebih lanjut, Ita menyebut bahwa banyak daerah lain sudah membuktikan keberhasilan mereka dalam mengolah padi menjadi beras siap konsumsi. Oleh karena itu, Nganjuk bisa belajar dari pengalaman daerah-daerah tersebut.

“Dengan mengolah padi langsung menjadi beras di wilayah kita sendiri, kita tidak hanya menambah nilai ekonomi hasil pertanian, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi baru. Semua pihak akan ikut terlibat, termasuk para tukang selep yang berperan penting dalam proses pengolahan,” tegas Ita.

Hanya saja, klarifikasi Ita tersebut memang tak seramai potongan videonya yang sudah terlanjur beredar dan jadi bahan lelucon di mana-mana.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Aib di Rumah Dinas Bupati Sleman, Bangun Kolam Mewah ketika Warga Ngeluh Hidup Susah

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

 

 

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2024 oleh

Tags: Bupati Nganjukita triwibawatinganjukpadi jadi beraspilkada nganjuk
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Cerita Lola Nadiya Putri, peserta Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 yang mengangkat persoalan crab mentality yang menghambat perempuan desa di Nganjuk untuk tumbuh dan maju MOJOK.CO

Ironi Perempuan di Desa: Dihambat Tumbuh dan Maju karena Crab Mentality

4 Juli 2026

Nganjuk dalam Pusaran Kotor para Bupati

30 Oktober 2024
nasi becek nganjuk.MOJOK.CO

Pengalaman Orang Nganjuk Baru Makan Nasi Becek Setelah Dewasa, Makanan Khas yang Tak Terjangkau

4 September 2024
rokok murah nganjuk.mojok.co

3 Rokok Murah Lokal Nganjuk yang Selamatkan Ekonomi Perokok Kantong Cekak, Tak Sampai Rp10 Ribu Sudah Enak

18 Agustus 2024
psht, demo.MOJOK.CO

Ngopi di Jalan Ahmad Yani Nganjuk “Setor Nyawa”, Risiko Bonyok akibat Bentrok Rutinan Oknum PSHT vs Pagar Nusa

2 Agustus 2024
Bus Kawan Kita Nganjuk Kediri Selau Sila tapi Menolak Punah Magelang. MOJOK.CO

Bus Kawan Kita Selalu Sial di Jalanan Nganjuk-Kediri, Nekat Terus Mengaspal dalam “Kesunyian”

24 Juli 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.