Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Aib di Rumah Dinas Bupati Sleman, Bangun Kolam Mewah ketika Warga Ngeluh Hidup Susah

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
28 Oktober 2024
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kolam renang di rumah dinas Bupati Sleman kembali disinggung dalam Debat Perdana Calon Bupati Sleman 2024-2029 antara Cabup nomor urut 1 Kustini Sri Purnomo dan Cabup nomor urut 2 Harda Kiswaya.

***

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Jogja, baru saja melangsungkan Debat Perdana Calon Bupati Sleman pada Minggu malam, (27/10/2024). Adapun tema yang dibicarakan adalah Kesejahteraan Rakyat, Ekonomi, dan Sumber Daya Alam.

Dalam durasi kurang lebih dua jam, baik Kustini maupun Harda Kiswaya saling memaparkan gagasan dan program masing-masing untuk kemajuan Sleman pada tiga sektor di atas. Kustini membawa narasi “berkelanjutan”, sementara Harda Kiswaya menawarkan “perubahan” melalui narasi “Sleman Baru Harapan Baru”.

Harda Kiswaya menolak fasilitas hidup mewah jika jadi Bupati Sleman

Pernyataan penutup Harda Kiswaya dalam debat tersebut tak pelak menjadi sorotan. Sebab, dia secara satire dan spesifik menyinggung soal kolam renang di rumah dinas Bupati Sleman sebelumnya, Kustini.

Mengawali pidato penutupnya, Harda Kiswaya mengaku, dalam satu tahun terakhir telah berjumpa dengan warga Sleman dari berbagai lapisan. Kata Harda, mayoritas mereka menyampaikan harapannya agar bisa hidup lebih makmur dan sejahtera di Sleman.

Oleh karena itu, Harda Kiswaya menegaskan, bersama pasangannya (Danang Maharsa) mereka akan berikhtiar untuk mewujudkan harapan warga Sleman tersebut.

“Setiap kebijakan kami sepenuhnya untuk warga sleman bukan untuk kami pribadi atau keluarga kami,” ujar Harda Kiswaya.

Singgung Kolam Renang Rumah Dinas Kustini, Harda Kiswaya Tolak Fasilitas Mewah jika Jadi Bupati Sleman MOJOK.CO
Harda Kiswaya saat memberikan pernyataan penutup di debat perdana Calon Bupati Sleman. (YouTube/KPU Sleman)

“Semua program yang menggunakan APBD akan kami pastikan untuk kesejahteraan warga Sleman. Bukan untuk fasilitas hidup mewah bupati atau wakil bupati seperti pembangunan kolam renang di Rumah Dinas Bupati Sleman,” tegasnya. Pada bagian itu, sontak saja para pendukung Cabup nomor urut 2 yang hadir di lokasi debat langsung bersorak.

“Oleh karena itu, bila tidak melanggar aturan, saya lebih milih tetap tinggal di rumah pribadi agar tetap dekat dengan masyarakat,” begitu Harda Kiswaya menekankan.

Keperluan Kustini bangun kolam renang

Karena disinggung di pernyataan penutup, Kustini tentu tidak bisa memberi tanggapan atas apa yang dikatakan Harda Kiswaya dalam debat tersebut. Terlebih, Kustini juga mendapat kesempatan pertama memberi pernyataan penutup (sebelum Harda memberi pernyataan).

Namun, bersamaan dengan ramainya isu kolam renang pada 2023 silam itu, Kustini sempat memberi klarifikasi kepada awak media.

Usut punya usut, isu mengenai kolam renang di rumah dinas Bupati Sleman, Kustini, ternyata sempat jadi sorotan pada Maret 2023 lalu. Beberapa berita yang beredar waktu itu bahkan menyebut tak hanya sekadar membangun kolam renang, tapi kolam renang mewah.

Iklan

Proyek kolam renang tersebut pada dasarnya masuk dalam proyek pemeliharaan rumah dinas dengan nilai anggaran Rp2 miliaran. Kustini menyebut, pembangunan kolam renang tersebut sudah sesuai dengan design engineering detail (DED).

“Usulan tersebut disampaikan pada saat inventarisasi kebutuhan pemeliharaan rumah dinas bupati pada 2020,” ujar Kustini seperti dikutip dari Harian Jogja.

Alasan Kustini mengusulkan pembangunan kolam renang tersebut lantaran mempertimbangkan kondisi fisik dari Bupati Sleman itu. Kustini disebut perlu menjalani terapi punggung. Oleh karena itu, olahraga yang direkomendasikan untuknya adalah berenang.

Menimbang kesibukannya, tidak memungkinkan jika Kustini meluangkan waktu untuk berenang di fasilitas publik. Maka, solusinya adalah menyediakan kolam renang di rumah dinas. Dengan begitu, kesempatan untuk berenang dalam rangka terapi bisa sewaktu-waktu.

Kolam mewah di Rumah Dinas Bupati Sleman saat kondisi warga jauh dari kemudahan

Meski sudah memberi klarifikasi, tapi tetap saja pembangunan kolam renang di rumah dinas Bupati Sleman itu menuai respons tak mengenakkan dari warga Sleman.

Di media sosial X, banyak warganet yang menyinggung kontradiksi antara kondisi di dalam rumah dinas Kustini dengan kondisi warga Sleman di luar.

Bagi mereka, terlihat kesenjangan yang sangat kentara: Bupati Sleman, dengan fasilitas kolam renang di rumah dinasnya, bagi warganet menunjukkan gaya hidup hedon. Padahal kondisi warganya masih banyak yang jauh dari kemudahan hidup.

“Kolamnya bagus, tidak seperti jalanan kabupaten… kabupaten mana ya…,” tulis akun @muh**** pada Maret 2023 itu.

“Alhamdulillah rumah dinas bupati ada kolam renang. Beberapa fasilitas umum di Sleman masih banyak yang rusak nggap apa-apa, yang penting Ibu Bupati bisa menenangkan pikiran dengan berenang di rumah dinas,” timpal akun @thes********.

“Makasih bu sudah mewakili rakyat Sleman hidup mewah,” balas akun @bara********.

“Pantes 18 tahun ga gelem pindah omah, ono kolam renange barang jebule, YTTA,” sambung akun @bow****.

Komentar-komentar tersebut hanya di antaranya saja. Masih banyak jejak komentar lain yang tertinggal di X.

Bahkan ada yang menyebut alasan Kustini soal terapi adalah alasan yang dibuat-buat, mencoba meniru alasan Ridwan Kamil yang pada 2019 sebelumnya juga sempat disorot lantaran kolam renang.

Namun, seandainya memang benar untuk keperluan terapi, tapi membangun kolam renang untuk kepentingan pribadi di saat banyak urusan publik belum tersentuh secara tuntas tentu menyakiti hati warga Sleman.

Isu tersebut memang sempat menguap. Maka, wajar saja hadirin di lokasi debat berseru agak keras ketika Calon Bupati Sleman nomor urut 2, Harda Kiswaya, menyinggungnya lagi.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Angka PHK di Sleman Begitu Tinggi: Baca Ini Sebelum (atau Sesudah) Kamu Jadi Korbannya

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 28 Oktober 2024 oleh

Tags: bupati slemandebat bupati slemanharda kiswayakolam renang kustinikustinipilihan redaksipilkada slemanrumah dinas bupati slemansleman
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.