Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Rojali Menjadi “Parasit” Bagi Coffee Shop di Jogja, Merusak Bisnis dan Pertemanan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
21 Juli 2024
A A
Coffee Shop Jogja Bangkrut Ulah Rojali, Mahasiswa Tak Tahu Diri.MOJOK.CO

Ilustrasi Coffee Shop Jogja Bangkrut Ulah Rojali, Mahasiswa Tak Tahu Diri (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mahasiswa rombongan jarang beli alias rojali semakin meresahkan. Gara-gara ulah tak tahu diri mereka, bisnis coffee shop yang baru dirintis bisa langsung gulung tikar. Masalahnya, kebanyakan dari para mahasiswa rojali tak sepenuhnya menyadari daya rusak yang telah mereka perbuat.

Salah satu pengalaman buruk dengan rojali pernah dialami Dino* (25). Alumni salah satu PTS Jogja ini sempat merintis coffee shop kecil-kecilan pada awal 2019 lalu, meski usianya hanya seumur jagung.

Iklan

Kala itu, Dino sebenarnya mendapat berkah. Proposal kewirausahaan yang dia ajukan bersama teman-temannya disetujui pihak kampus. 

“Di kampus ada program kewirausahaan. Kita mengajukan proposal usaha dan kalau di-acc, kampus bakal ngasih pendanaan. Tapi dalam kurun waktu tertentu, kita wajib balikin ke kampus. Semacam pinjaman usaha gitu, tapi tanpa bunga,” jelas Dino saat ditemui Mojok, Minggu (21/7/2024).

Bersama dua orang temannya, Dino mengajukan proposal usaha coffee shop di Jogja. Setelah menimbang banyak aspek, termasuk modal awal, pasar, dan estimasi keuntungan, proposal itu disetujui.

Alhasil, uang sebesar Rp12,5 juta cair dari kampus. Dari sejumlah uang ini, Rp10 juta ia pakai baut menyewa ruko seluas 3×5 meter di Jogja selama 3 bulan. Sisanya ia jadikan modal usaha.

“Kebetulan aku dan teman-temanku yang lain punya pengalaman part time jadi barista. Jadinya pegawai coffee shop-nya ya dari kita-kita aja.”

Sempat punya ekspektasi yang tinggi dari bisnis coffee shop

Dino punya alasan kuat mengapa ia dan teman-temannya memilih bisnis coffee shop. Menurutnya, pada saat itu tren warung kopi memang lagi mencapai puncaknya.

Pasarnya sangat besar. Tiap malam, dari banyak coffee shop yang ia datangi, tak pernah sepi dari kehadiran mahasiswa yang nongkrong.

“Itu dulu, 2019 awal ya, nongkrong di warung kopi lagi digandrungi banget, baik yang dekat atau jauh dari kampus, penuh semua. Beberapa warung kopi langgananku pada memperluas tempat saking ramainya,” kata Dino.

Maka tak heran ia dan teman-temannya pun memilih bisnis ini. Dino bahkan juga sudah punya ekspektasi tinggi.

Berdasarkan hitung-hitungan mereka, dalam sehari coffee shopnya bisa meraup laba bersih Rp200-500 ribuan–tergantung ramai sepinya. Kalau demikian, dalam waktu 6 bulan saja mereka sudah bisa melunasi pinjaman dari kampus.

“Yang namanya ekspektasi ya, wah, itu tinggi banget. Udah sampai kepikiran dua tahun lagi buka cabang, punya pegawai sendiri. Hahaha!,” kata lelaki yang mengaku “korban rojali” ini, menertawakan kemalangannya.

Apa daya, baru tiga bulan sudah gulung tikar

Dino sebenarnya mengawali bisnis coffee shop dengan cukup baik. Mengingat dirinya sudah cukup “punya nama” di kalangan mahasiswa kampusnya, saat warkopnya buka, banyak orang langsung notice.

Iklan

Ditambah saat itu coffee shop-nya juga menjadi jujugan pertemuan ormawa. Misalnya untuk rapat organisasi, tempat konsolidasi sebelum aksi, dan sejenisnya.

“Tapi memang ada yang aneh. Ramai, tapi pemasukan kecil banget,” kata Dino.

Setelah ia analisis, ternyata dari banyaknya mahasiswa yang datang ke tempatnya, hanya sedikit yang memesan menu. Itupun menu yang dipesan biasanya yang paling murah, seperti es teh.

“Aku kasih gambarannya nih, ya. Bayangkan lagi rapat BEM, itu bisa 10 atau 15 orang di sana. Tapi yang pesan cuma 2-3 orang,” ungkapnya.

“Yang paling ngeselin, banyak yang kalau datang bilangnya, ‘Bro, pinjam tempat ya!’, seolah-olah kalau kami nggak butuh duit gitu.”

Itu belum ditambah kelakuan rojali yang lain: teman-temannya yang sejak sore datang, pesan es teh, dan WiFian sampai tengah malam untuk mabar.

Alhasil, dalam sehari Dino dan teman-temannya hanya mengantongi penghasilan kotor Rp200-300 ribu. Itu hitungannya rugi karena buat balik modal pun masih jauh.

“Bulan pertama so-so. Bulan kedua mulai kelabakan, bahkan sering nombok. Nah, bulan ketiga kami udah nggak mampu perpanjang sewa ruko. Bubar udah.”

Bisnis gulung tikar, pertemanan juga hancur

Karena bisnis coffee shop-nya gulung tikar, mau tak mau Dino dan teman-temannya harus merogoh kantong sendiri buat melunasi pinjaman kampus. Untungnya, dana tadi bisa mereka lunasi selama 2 tahun, jadi disambi kerja part time pun masih terasa ringan.

“Pokoknya kapok banget. Makanya ketika kemarin viral ada pengusaha coffee shop ngeluh soal rojali, gila aku relate banget. Hahaha!,” tawanya.

Tak cuma bisnis yang hancur, pertemanan Dino pun juga rusak. Gara-garanya, Dino pernah terang-terangan menyindir kelakukan para rojali ini saat nongkrong bareng circle-nya. Entah siapa yang cepu, omongan Dino menyebar di kalangan mahasiswa lain. 

Mereka yang merasa tersindir pun sakit hati. Bahkan, Dino sampai mendapat label “pelit”, “tak punya jiwa solidaritas”, bahkan tak sedikit yang mengolok-olok kegagalan bisnisnya.

“Ya akhirnya dijauhi aja sama teman-teman. Sampai sekarang malah. Dari yang dulu akrab, sering nongkrong bareng, sekarang kayak orang nggak kenal,” jelas Dino, di sisa-sisa kegeramannya.

“Boleh dibilang aku sama kecewanya dengan mereka. Paling bikin kecewa, sih, mereka ini nggak sadar dengan perilaku mereka yang merugikan ini,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi 

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Jungkir Balik Kedai Kopi Jogja Hadapi Mahasiswa, Pesan Kopi Harga Rp5 Ribu Nggak Mau Disuruh Bayar Seikhlasnya Ogah, Tak Malu Nongkrong Pakai iPhone

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2025 oleh

Tags: coffee shopCoffee shop JogjaJogjamahasiswa rojalirojaliwarkopwarung kopi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Tips Meningkatkan Kenikmatan Ayam Goreng Olive Chicken Jogja (Mojok/Agung)
Pojokan

Tips Meningkatkan Kenikmatan Rasa Ayam Goreng Olive Chicken Jogja yang Sudah Menjadi Legenda Kuliner Itu

3 Juli 2026
Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, sebut inflasi di Kota Jogja pada Juni 2026 disebabkan kenaikan harga BBM non-subsidi MOJOK.CO
Kabar

Transportasi Jadi Penyumbang Inflasi di Kota Jogja: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Jadi Penyebab Utama dan Wanti-wanti Naiknya Biaya Pendidikan

2 Juli 2026
Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO
Eksplor

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO
Otomojok

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liburan bareng keluarga di Candi Prambanan, Yogyakarta. MOJOK.CO

Liburan Sekolah Bareng Keluarga di Candi Prambanan Terasa Beda Sekaligus Lega, Banyak Kegiatan Menarik yang Nggak Bikin Dompet Boncos

1 Juli 2026
Lulus dari Universitas Mataram lanjut ke University of Queensland Australia. MOJOK.CO

Kisah Awardee LPDP yang Tak Ingkar Janji: Dulu Hanya Bocah Penggembala Kuda, Kini Jadi Asisten Gubernur NTB

6 Juli 2026
Mekanik Vespa modifikasi Fazzio ramah anak. MOJOK.CO

Ahli Mekanik Vespa Coba Modifikasi Fazzio Kuning Bermotif Bebek dengan Modal Rp4 Juta, Berbuah Senyuman Anak dan Penghargaan

2 Juli 2026
Tahlilan jadi acara yang tidak empati pada perempuan. Tak punya jeda untuk berduka karena harus mikir suguhan hingga amplop kiai-tamu undangan MOJOK.CO

Tahlilan Jadi Beban Fisik dan Mental bagi Perempuan: Tidak Diberi Ruang Berduka karena Tuntutan Amplop hingga Suguhan

1 Juli 2026
Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Jogja: ruang regenerasi dan edukasi konsumen muda MOJOK.CO

Festival Jamu Nusantara di Kota Jogja: Sadarkan Anak Muda Jamu Bukan Minuman Kuno, Tapi Gaya Hidup Sehat Lintas Generasi

6 Juli 2026
kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.