Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Festival Jamu Nusantara di Kota Jogja: Sadarkan Anak Muda Jamu Bukan Minuman Kuno, Tapi Gaya Hidup Sehat Lintas Generasi

Redaksi oleh Redaksi
6 Juli 2026
A A
Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Jogja: ruang regenerasi dan edukasi konsumen muda MOJOK.CO

Ilustrasi - Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Jogja: ruang regenerasi dan edukasi konsumen muda. (Generated Gemini AI)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO, JOGJA – Festival Jamu Nusantara yang berlangsung di Pasar Ngasem, Kota Jogja, menjadi ruang edukasi dan regenerasi konsumen bagi minuman herbal tradisional warisan leluhur tersebut. 

Berlangsung selama dua hari pada Sabtu (6/7/2026) dan Minggu (7/7/2026) di Pasar Ngasem, Kota Jogja, Festival Jamu Nusantara diproyeksikan tidak hanya menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha Jamu di Kota Jogja. Tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat—terutama bagi anak-anak muda. 

Festival Jamu Nusantara di Kota Jogja: jamu sebagai bagian dari gaya hidup

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menilai Festival Jamu Nusantara bukan sekadar ajang pameran produk minuman herbal tradisional, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali budaya minum jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.

Menurutnya, jamu merupakan warisan leluhur yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, sekaligus memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola dan dikembangkan secara serius.

“Pemerintah Kota Yogyakarta sangat mendukung adanya Festival Jamu Nusantara ini. Jamu adalah bagian dari kekayaan budaya kita yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan dikenalkan kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda,” kata Hasto saat menjadi narasumber dalam acara Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Minggu (7/7/2026). 

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo bersama GKR Bendara dalam Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Jogja MOJOK.CO
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo bersama GKR Bendara dalam Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Jogja. (Dok. Pemkot Jogja)

Lebih-lebih, jamu memiliki banyak khasiat. Salah satu keunggulan utama jamu tradisional adalah bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam, termasuk dari sisi pewarna yang digunakan (tidak menggunakan pewarna sintetis yang berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang).

Dengan kelebihan tersebut, bagi Hasto, jamu bukan hanya minuman tradisional biasa, melainkan juga bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara alami.

“Keuntungan mengonsumsi jamu salah satunya adalah jamu ini menggunakan warna alam,” kata Hasto. 

“Sehingga yang masuk ke tubuh kita ini bukan warna sintetis. Jadi sudah pasti minum jamu ini sehat,” sambungnya. 

Regenerasi konsumen di tengah maraknya produk minuman instan-modern

Regenerasi dan edukasi konsumen muda juga menjadi perhatian khusus bagi Hasto di tengah maraknya produk minuman instan dan berbagai pilihan konsumsi modern. 

Maka menurut Hasto, Festival Jamu Nusantara perlu terus diperluas agar masyarakat semakin memahami manfaat jamu. Tidak hanya sebagai minuman tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari pola hidup sehat yang relevan dengan perkembangan zaman.

Lebih lanjut, Hasto berharap jamu tidak hanya dikonsumsi oleh kalangan orang tua atau masyarakat yang sudah terbiasa dengan budaya minum jamu, tetapi juga bisa menjangkau kalangan anak muda.

Untuk mewujudkan regenerasi konsumen jamu ke konsumen muda, maka pelaku usaha jamu diharap bisa lebih kreatif dalam membaca pasar. Terutama pasar generasi muda yang cenderung tertarik pada produk dengan tampilan menarik, kemasan modern, dan strategi promosi yang dekat dengan keseharian mereka.

“Salah satu caranya adalah bagaimana pandai-pandai mengemas produk agar diminati anak muda. Kemasan, penyajian, dan cara promosinya harus mengikuti perkembangan zaman,” saran Hasto. 

Iklan
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo bersama GKR Bendara dalam Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Jogja MOJOK.CO
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo bersama GKR Bendara dalam Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Jogja. (Dok. Pemkot Jogja)

Jamu bukan minuman kuno

Tidak berhenti pada aspek kemasan, Hasto juga menekankan pentingnya edukasi secara masif mengenai manfaat jamu. Ia menilai masih banyak generasi muda yang belum memahami kandungan dan khasiat jamu bagi kesehatan tubuh.

Karena itu, edukasi harus terus digencarkan agar masyarakat, khususnya anak muda, agar tidak memandang jamu sebagai minuman kuno, tetapi sebagai produk kesehatan yang memiliki nilai tradisi dan manfaat nyata.

Edukasi tersebut bisa dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari festival, bazar UMKM, media sosial, kolaborasi dengan komunitas, hingga pengenalan jamu dalam berbagai kegiatan publik. 

Dengan demikian, jamu dapat tampil lebih dekat, lebih modern, dan lebih mudah diterima oleh pasar yang lebih luas.

Festival Jamu Nusantara diharap jadi agenda rutin di Kota Jogja

Sementara itu Ketua panitia Festival Jamu Nusantara, Sihab Ardi, berharap agar Festival Jamu Nusantara bakal menjadi agenda rutin di Kota Jogja, menimbang besarnya antusiasme pelaku usaha jamu dan masyarakat. 

Untuk edisi Juli 2026 ini, Festival Jamu Nusantara menghadirkan 15 stan UMKM jamu dari Jogja dengan total sekitar 1.000 jamu yang disiapkan untuk masyarakat dan pengunjung.

Menurut Sihab, antusiasme pelaku UMKM terhadap festival ini cukup tinggi karena kegiatan tersebut menjadi ruang promosi yang efektif sekaligus sarana memperkenalkan produk jamu kepada masyarakat dari berbagai kalangan.

“Melalui festival ini, masyarakat tidak hanya bisa membeli dan mencicipi jamu, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang bahan, proses pembuatan, hingga manfaat kesehatan dari setiap racikan jamu yang disajikan,” jelas Sihab. 

Bagi Sihab, Kota Jogja memiliki potensi besar untuk mengembangkan jamu sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya dan kesehatan. Terlebih, Jogja dikenal sebagai kota yang kaya akan tradisi, pariwisata, dan produk-produk UMKM yang memiliki karakter kuat. Sehingga Festival Jamu Nusantara sangat layak menjadi agenda rutinan. Toh dalam edisi Juli 2026, Festival Jamu Nusantara didukung penuh oleh Pemerintah Kota Jogja dan Kraton. 

Sumber: Pemkot Jogja

BACA JUGA: “Ngopag” ala Lansia: Menikmati Jamu Parem Kendil yang Sudah Berdiri Sejak Tiga Generasi di Pasar Jangkang Yogyakarta atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2026 oleh

Tags: festival jamufestival jamu nusantarajamukhasiat jamukota jogjamanfaat jamupasar ngasem
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO
Bidikan

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Rekonstruksi kasus penganiayaan pelajar berujung meninggal di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja (depan SMA 3 Yogyakarta) MOJOK.CO
Kilas

Gambaran Jelas Penganiayaan Pelajar di depan SMA 3 Yogyakarta dalam 21 Adegan Rekonstruksi

9 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO
Kabar

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026
Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026
Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan MOJOK.CO

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan

24 Juli 2026
KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026
Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.