Menepis Gengsi Jadi Pedagang Keliling usai Lulus SMK, meski Selalu Dihina yang Penting Bisa Bantu Ekonomi Keluarga

lulus SMK kerja jadi pedagang burger keliling. MOJOK.CO

Alih-alih bingung mencari kerja, seorang perempuan muda ini memilih meneruskan usaha Bapaknya menjadi pedagang keliling usai lulus SMK. Meski ada rasa malu pada mulanya, tapi ia memilih lebih realistis di tengah situasi ekonomi yang mencekik.

***

Sylvana (22) memilih menutup telinga saat orang-orang di sekitarnya mencemooh pekerjaan yang ia lakoni. Sebagian orang berpikir bahwa dirinya tak punya usaha untuk mencari pekerjaan yang lebih layak di usia muda.

Beberapa temannya bahkan menyarankan dia untuk mencari pekerjaan lain. Seolah, menjadi pedagang burger keliling adalah pekerjaan aneh bagi perempuan muda seperti dirinya, yang hanya lulusan SMK.

Ia tak menampik pernah ada rasa malu dan gengsi saat menjalani pekerjaan tersebut. Apalagi, mayoritas pedagang adalah orang berusia dewasa hingga tua. Sebagian dari mereka tentu punya standar kesuksesan yang sama.

“Pekerjaan ini masih dipandang nggak berkualitas, karena nggak perlu ijazah atau syarat khusus,” ucap Sylvana saat dihubungi Mojok, Selasa (26/8/2025).

Tren pekerja informal meningkat

Namun bagi Sylvana saat ini ia lebih memilih realistis usai lulus SMK. Sebab, ia merasa tantangan saat ini jauh lebih berat dibandingkan baby boomers dulu. Misalnya, fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga ketimpangan jaminan sosial di masa kini semakin meningkat.

Akibatnya, porsi pekerja informal melonjak sebesar 60,12 persen pada tahun 2023. Lalu sempat turun pada Februari 2024 sebesar 59,17 persen. Kemudian naik tipis menjadi 59,40 persen pada tahun 2025.

Fenomena di atas membuat Sylvana berusaha memahami kondisinya. Toh, kata dia, tak ada salahnya juga menjadi pedagang burger keliling. Asal halal dan bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari daripada menganggur.

“Pikirku waktu itu begini, memangnya kenapa ya kalau berdagang? Kan aku menjalaninya dengan senang hati. Aku juga jadi punya kebebasan,” kata dia.

Seiring berjalannya waktu, Sylvana sudah tidak minder. Ia paham bahwa kesuksesan juga bisa diraih oleh pekerja informal, atau setidaknya bagi dia yang baru saja lulus SMK. Bahkan, ia merasa waktunya jadi lebih fleksibel untuk menjalani hobi dan mengejar mimpinya lulus kuliah di salah satu kampus di Kalimantan.

Selain itu, ia jadi lebih percaya diri saat menjalani pekerjaannya sebagai pedagang keliling. Meski keuntungan yang ia peroleh saat ini masih kecil, tapi ia banyak belajar soal hospitality kepada pelanggan.

“Aku bisa melayani tamu dengan ramah dan murah hati tanpa merasa beban. Ketika bertemu dengan teman yang perilakunya kurang baik, aku bisa mengontrol emosiku dan berpikir lebih positif lagi karena aku sudah terbiasa menghadapi pelanggan,” kelakar Sylvana.

Baca Halaman Selanjutnya

Melamar kerja sebagai lulusan SMK

Terakhir diperbarui pada 9 September 2025 oleh

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.