Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Merelakan Kuliah S3 usai Lolos CASN adalah Pilihan Realistis di Tengah Kondisi Negeri yang Semrawut, meski Penempatan Tak Sesuai Harapan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
17 Juni 2025
A A
lolos CASN lebih menjanjikan ketimbang kuliah S3. MOJOK.CO

ilustrasi - ASN masih jadi profesi idaman. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di tengah kompetitifnya mencari kerja dan pemutusan hubungan kerja (PHK), CASN seolah menjadi harapan terakhir. Meski animo masyarakat tahun 2024 sempat menurun dibandingkan lima tahun lalu, tapi jaminan aman secara finansial masih terasa menggiurkan. Setidaknya begitu bagi seorang mahasiswa S3 yang rela melepas kuliahnya demi menjadi ASN.

***

Badan Kepegawaian Negara (BKN) hingga kini belum mengeluarkan kebijakan resmi soal pengadaan seleksi CASN 2025. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini sempat mengungkapkan jika pemerintah masih harus menghitung jumlah kebutuhan ASN dan pemetaan jabatan tahun ini.

Setidaknya ada 48 kementerian yang mereka data. Namun, hingga kini perhitungan itu belum selesai, sebab Rini menyebut masih akan ada kementerian baru. 

“Nanti kan mereka harus melakukan pemetaan jabatan lagi, nah nanti baru kami hitung lagi tapi kan formasinya belum semuanya diisi,” ujarnya dikutip dari CNBC, Jumat (13/6/2025).

Keterlambatan jadwal pengumuman bukan sekali ini terjadi. PANRB sempat menunda pengangkatan CPNS 2024 yang seharusnya dilakukan Maret 2025 menjadi Oktober 2025. Sontak, keputusan dari pemerintah itu menimbulkan tanda tanya, terutama bagi mereka yang sudah terlanjur resign. Mereka yang lolos CPNS merasa rugi secara materiel, waktu, bahkan morel.

Usai pengumuman, PANRB masih harus berjibaku mengatasi masalah 1.967 CASN yang mengundurkan diri padahal sudah lolos proses seleksi. Disinyalir, alasan mereka mengundurkan diri karena tugas penempatan yang tidak sesuai saat lamaran di awal.

Tak masalah jika penempatan ASN tak sesuai

Begitu pula dengan Anwar (30) yang lolos seleksi CASN 2024 dan mendapat penempatan yang tak sesuai. Awalnya, Anwar memilih posisi sebagai dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, tapi hasil pengumumannya menyatakan kalau ia ditempatkan di ISI Surakarta. 

Namun, keputusan itu tak membuatnya mundur seketika sebab Anwar masih mentolerir jarak antara Jogja dan Surakarta yang tidak terlalu jauh. Ia justru bersyukur bisa lolos CASN pada percobaan pertama dengan kualifikasi yang sebetulnya tak memenuhi standar.

“Kalau dilihat secara peringkat, saya sebetulnya nggak masuk kualifikasi. Skor kandidat lain yang juga daftar di DKV kebanyakan melampaui punya saya baik dari SKD maupun SKB. Itu pun cukup signifikan seleksinya, walaupun kami semua lolos passing grade,” kata Anwar kepada Mojok, Rabu (16/4/2025).

Mahasiswa yang sedang mengejar gelar PhD itu juga sempat berpikir kalau status pendaftarannya bakal otomatis gugur. Beruntung, pada skema optimalisasi CASN, ia masih memenuhi syarat hingga dinyatakan lolos.

ASN adalah pilihan realistis untuk saat ini

Tentu saja Anwar senang saat mendengar pengumuman jika ia dinyatakan lolos CASN 2024, tapi di sisi lain ia ragu menerimanya. Bukan karena penempatan tugas, tapi justru perasaan bimbang terhadap keinginannya. Mengingat, ia juga sedang menjalani studi PhD di Belanda.

Namun, setelah melakukan diskusi dengan beberapa mentor di kampusnya ia jadi yakin untuk menerima pengumuman CASN sebagai dosen. Salah satu temannya juga mengingatkan tentang peluang karier yang bisa ia ambil.

Jika dilihat dari latar belakang akademiknya, Anwar berharap bisa berkarier sebagai dosen atau peneliti. Kalau tidak, ya aktif di lembaga swadaya masyarakat atau menjadi jurnalis.

Iklan

“Tapi, dilihat dari situasi akhir-akhir ini, baik lokal, nasional, maupun global, pilihan menjadi dosen lebih realistis dan sesuai dengan profesi yang saya inginkan sejak dulu,” kata Anwar.

Berbagai isu soal PHK massal, efisiensi anggaran, hingga sulitnya mencari pekerjaan di zaman sekarang menjadi pertimbangan Anwar. Ia tak mengelak jika ASN memberikan gaji stabil dibandingkan menjadi dosen biasa. 

Meskipun tren ikut CASN tahun 2024 berkurang dibandingkan lima tahun yang lalu. BKN mencatat total pelamar yang telah mendaftar sebanyak 3,9 juta orang. Sedangkan, tahun 2019 ada 5 juta orang pendaftar.

Kesempatan tak datang dua kali

Agar hatinya mantab, Anwar berunding dengan orang-orang di sekitarnya. Salah satu mentor sekaligus gurunya, Savic Ali juga bilang kalau opsi dosen ASN memang seharusnya ia ambil. Sembari berharap masih ada kesempatan kedua untuk kuliah S3.

“Apalagi studi PhD. Supervisormu bakal lebih mendukung pekerjaanmu sebagai dosen gelar S3. Itu akan meyakinkan dia kalau kamu memang belajar buat mengabdi pada ilmu pengetahuan,” kata Anwar menirukan nasihat Savic Ali lewat sambungan telepon.

Beberapa temannya juga mendorong pilihannya sebagai dosen. Dorongan itu pun membuat Anwar berpikir. Belum tentu juga kesempatan menjadi dosen dengan status ASN akan ia dapatkan lagi, meski dengan gelar doktor. 

“Jadi kalau tujuan yang sebenarnya sudah ada di depan mata, kenapa kamu harus berputar-putar dulu buat kuliah S3?” kata Anwar menirukan kalimat temannya saat itu.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Nestapa Para Guru yang Nyaris Menyerah Daftar CPNS, Kesejahteraan Makin Jauh dari Harapan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 17 Juni 2025 oleh

Tags: cari kerjaCASN 2025Daftar CPNSkuliah S3seleksi CASN
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO
Urban

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.