Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Gagal Membangun Karier di Sidoarjo, Putuskan Pindah ke Tuban untuk Buka Usaha Sendiri hingga Raup Gaji Melimpah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
5 November 2025
A A
Jadi penjual taoge di Tuban usai lulus SMA karena tak mampu membangun karier di Sidoarjo. MOJOK.CO

ilustrasi - Imroatul Azizah (24) berjualan taoge di pasar tradisional Tuban. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Peluang bisnis bisa muncul dari mana saja dan di mana saja. Perempuan lulusan SMA ini berhasil membuktikannya. Berkat rebahan dan seharian scroll media sosial ia mampu mendapatkan ide menarik berjualan taoge dengan keuntungan gaji melebihi UMK Tuban, Jawa Timur, setelah sebelumnya gagal memulai karier di Sidoarjo.

***

Imroatul Azizah (24) tak pernah membayangkan bisa menjadi pedagang taoge di pasar usai lulus SMA. Padalah, pekerjaan itu sama sekali tak ada dalam daftar tangga kariernya. Setelah lulus SMA, ia langsung mondok seperti saran dari kedua orang tuanya.

Lulus dari pondok, perempuan asal Tuban itu langsung merantau ke Sidoarjo untuk mengajari anak-anak mengaji di taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) selama dua tahun. Namun, karena merasa mentok dengan kariernya di Sidoarjo, ia pun memutuskan kembali ke Tuban sambil membuat perencanaan ulang.

Nyatanya, setelah kembali dari Sidoarjo ke Tuban ia malah sering rebahan. Tak tahu harus berbuat apa. Waktunya ia habiskan untuk meng-scroll media sosial. Berbulan-bulan, ia hanya melihat konten-konten yang menghibur dan sesekali mengajar mengaji di langgar dekat rumahnya. 

Sampai kemudian, ia nyasar ke Youtube dan menemukan ide bisnis menarik yang bisa dilakukan di Tuban yakni tutorial membuat taoge. Namun, tutorial saja ternyata tak cukup. Ia butuh belajar menjadi pedagang.

Masih awam cara berdagang di pasar tradisional Tuban

Dari tutorial yang ada di Youtube, Azizah langsung membeli bahan-bahan yang ada, mulai dari kacang hijau, protein, serbuk, hingga obat merah. Untuk membeli semua bahan itu di Tuban, Azizah perlu menghabiskan tabungannya sebesar Rp1 juta.

“Bisnisku ini tanpa suntikkan dana dari orang tua. Jadi Rp500 ribu aku gunakan untuk membeli protein, serbuk, dan obat merah. Setengahnya lagi aku gunakan untuk membeli kacang hijau lokal di Tuban, karena kalau impor mahal walaupun kualitasnya lebih bagus,” tutur Azizah kepada Mojok, Senin (3/11/2025).

Setelah menyiapkan bahan, langkah ini yang Azizah lakukan selanjutnya untuk menyulap kacang hijau menjadi taoge:

  1. Cuci kacang hijau sampai bersih dan rendam sekitar 5-6 jam.
  2. Setelah itu, buang air rendaman dan pindahkan kacang hijau ke wadah berlubang yang dilapisi kain lembap. 
  3. Lalu taburkan serbuk protein ke kacang hijau. Rendam lagi dengan air, setelah itu tutup dengan kain selama 14-15 jam.
  4. Selanjutnya, tiriskan kacang hijau dan beri air kapur hingga 9-10 jam.
  5. Usai 9-10 jam, tambahkan protein siram dan diamkan selama 24 jam.
  6. Setelah itu beri obat merah khusus taoge tunggu sampai 11-12 jam.

Baca Halaman Selanjutnya

Belajar secara otodidak tapi sempat gagal berminggu-minggu

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 November 2025 oleh

Tags: lulusan smapedagang sayurpedagang taogepeluang usaharekomendasi bisnisrekomendasi kerjaSidoarjoTuban
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO
Urban

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Orang Jombang iri dengan Tuban, daerah tetangga sesama plat S yang semakin gemerlap dan banyak wisata alam buat healing MOJOK.CO
Urban

Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

12 Maret 2026
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co
Sehari-hari

Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access

20 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.