Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Diremehkan karena Cuma Lulusan SMA, Kerja Gaji UMR Semarang Langsung Pamer Bangun Rumah Sendiri ke Sarjana yang Sulit Cari Kerja

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
6 Maret 2024
A A
Lulusan SMA Pamer Gaji UMR Semarang ke Sarjana Nganggur MOJOK.CO

Ilustrasi lulusan SMA dapat gaji UMR Semarang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Lulusan SMA di Jawa Tengah merasa nasibnya terselamatkan usai bekerja di Semarang. Sebab, meski hanya bermodal ijazah SMA, tapi mereka mendapat gaji yang bahkan saingi para sarjana. Gaji UMR Semarang itu kemudian mereka gunakan untuk modal nikah dan membangun rumah.

***

Pada Oktober 2023 lalu, adik kelas saya di SMA yang sekaligus masih satu desa dengan saya di Rembang, Jawa Tengah baru saja melangsungkan pernikahan. Namanya Heru (24).

Dengar-dengar dari teman-teman yang lain, 70 persen dana pernikahan itu Heru tanggung sendiri. Orang tuanya hanya membantu 30 persen sisanya.

Bahkan, baru saya tahu kemudian kalau selain memodali pernikahannya sendiri, Heru juga tengah membangun rumah, juga dengan uangnya sendiri.

“Sangar sih, Heru. Kita yang sarjana saja gajinya boro-boro buat modal nikah sambil bangun rumah sekaligus, buat makan di perantauan saja empet-empetan,” bisik seorang teman usai mendengar puji-pujian terhadap Heru.

Dari selentingan-selentingan itu, saya jadi tertarik untuk menghubungi Heru yang saat ini masih bekerja di Semarang.

Lulusan SMA tak tahu kerja apa

Haru lulus SMA pada 2018, satu tahun di bawah saya. Setelah lulus, ia sendiri sebenarnya tak tahu harus kerja apa.

Saat itu ia sempat ikut-ikutan kerja sebagai kuli bangunan, sebagaimana umumnya orang-orang di desa saya.

“Kami keluarga nggak punya, jadi nggak ada istilah kuliah-kuliahan. Lulus SMA ya kerja,” ujar Heru saat saya hubungi baru-baru ini.

Ia pun sempat mencoba memasukkan lamaran kerja di gudang Alfamart di Rembang. Namun sayang, tak pernah ada panggilan.

Sampai akhirnya, temannya yang sudah lebih dulu kerja di Semarang memberikan info lowongan kerja di sebuah pabrik garmen. Tak banyak pikir, Heru pun memasukkan lamaran kerja ke pabrik tersebut. Alhamdulillah ia keterima.

“Dapat info katanya gajinya UMR Semarang. Waktu itu Rp2 jutaan,” akunya. Sehingga, Heru tak ragu untuk berangkat merantau ke Semarang. Toh jarak dari Rembang ke Semarang tak jauh-jauh amat, hanya tiga jam perjalanan.

Hidup prihatin dan rajin nabung

Di masa training selama tiga bulan, Heru memang hanya mendapat gaji sebesar Rp1,8 juta. Baru setelahnya, ia menerima gaji sebesar Rp2,3 juta. Di tahun 2018, memang segitulah UMR Semarang.

Iklan

Namun, Heru bersyukur bisa mendapat gaji sebesar itu. Sebab, setelah dibagi-bagi, ternyata ia masih bisa menabung setiap bulan.

“Syukurnya aku nemu kos murah banget di daerah Kota Lama Semarang, Rp200 ribu,” ujar Heru.

“Selama di Semarang aku juga masak sendiri di kos, jadi hemat pengeluaran,” sambungnya.

Hidup prihatin semacam itu Heru jalani selama bertahun-tahun hingga sebelum menikah. Meskipun sebenarnya ia sudah berkali-kali mengalami kenaikan gaji, menyesuaikan perubahan UMR Semarang dari tahun ke tahun.

“Setelah Rp2,3 juta, dapat Rp2,5 juta, lalu pernah juga Rp2,8 juta. Terus sekarang Rp3 jutaan,” beber Heru. Itu pun belum jika ada lemburan-lemburan.

“Weh gede ya?” tanya saya spontan.

“Sawang-sinawang wae,” jawab Heru.

Saya punya alasan untuk kaget. Sebab, meskipun berstatus sebagai sarjana, sejak bekerja di Surabaya per 2021 hingga akhir 2023, gaji saya stuck di angka Rp2 juta.

“Padahal kukira Surabaya UMR-nya gede. Temen-temenku seangkatan yang sarjana juga sama. Banyak yang ngeluh dapat gaji di bawah UMR. Malah ada yang ngaku kesulitan cari kerja,” ungkap Heru.

Gaji UMR Semarang untuk pamer pencapaian

Cerita serupa saya dapat dari teman Heru di pabrik garmen, Ipul (23), yang juga merupakan lulusan SMA.

Pemuda asal Temanggung, Jawa Tengah itu masuk pabrik garmen di Semarang di tahun yang sama saat Heru masuk. Keduanya kemudian saling kenal, meski tak akrab-akrab banget.

Di masa-masa menjelang lulusan SMA di Temanggung, Ipul mengaku sempat minder dengan banyak teman-teman seangkatannya yang kuliah. Sementara ia menjadi satu dari sedikit siswa yang memang sudah berniat kerja setelah lulus SMA.

“Guru BK pun waktu itu kayak merendahkan. Kalau lihat kami kayak seolah-olah kami ini nggak punya masa depan,” ungkap Ipul.

“Kalau pengin kuliah, ya pengin. Tapi kan nggak setiap orang mampu untuk kuliah,” imbuhnya.

Yang menyebalkan adalah, tiap ada momen reuni SMA, pasti anak-anak kuliahan itu selalu asyik sendiri membahas persoalan kampus masing-masing: sesuatu yang Ipul tak mengerti sama sekali.

Ia yang saat itu sudah bekerja di pabrik garmen di Semarang sering kali merasa kesal sekaligus iri.

Akan tetapi, kini ia mulai bisa mendongakkan kepala tiap bertemu teman-teman SMA-nya itu.

“Aku sudah bisa bangun rumah, mereka cari kerja aja susah. Sarjana nggak jamin kan? Aku kesal karena dulu aku selalu merasa terkucilkan,” ujar Ipul.

Menurut Heru, pelarian beberapa temannya yang bener-bener buntu dalam mencari kerja adalah menjadi guru honorer.

Tentu gaji honorer jangan dibandingkan lah dengan gaji UMR Semarang saat ini, yang berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 561/57 Tahun 2023 tanggal 30 November 2023 dan berlaku mulai 1 Januari 2024 adalah sebesar Rp3.243.969.

Baca halaman selanjutnya…

Gaji sarjana mengenaskan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2024 oleh

Tags: gajijawa tengahlulusan smapilihan redaksiSemarangumr semarang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO
Ragam

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.