Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

El Capitano dan Sepasang Decker yang Menjaga Irama Permainan Tim Futsal Putri UGM

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
8 November 2025
A A
El Capitano dan Sepasang Decker yang Menjaga Irama Permainan Tim Futsal Putri UGM MOJOK.CO

Ilustrasi El Capitano dan Sepasang Decker yang Menjaga Irama Permainan Tim Futsal Putri UGM (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Suara sepatu futsal beradu dengan lantai GOR UII Jogja sore itu, Jumat (7/11/2025). Di tengah riuh sorakan penonton hari kedua Campus League 2025 by Polytron, satu pemain mencuri perhatian: El Capitano Hulda Lidia Soruwe. Pivot bernomor punggung 10 ini menjadi pusat irama permainan tim futsal putri UGM. 

Ia bukan tipe pemain yang bisa berlama-lama menari dengan bola di kaki. Namun, setiap sentuhan bolanya menjadi nyawa dalam permainan tim.

Sebagai pivot, Hulda memainkan peran ganda: pengatur tempo sekaligus pemecah kebuntuan. Ia kerap turun menjemput bola di tengah, memantulkannya ke flank, lalu segera membuka ruang baru di depan. Beberapa kali ia memanfaatkan tubuhnya untuk menahan tekanan lawan, memberi waktu bagi rekan setim mengatur posisi. 

Saat bola kembali padanya, Hulda berbalik cepat, menembus celah di antara dua bek Universitas Negeri Malang (UM), lalu mengirim umpan terobosan yang membuka peluang emas.

Gaya mainnya memang tidak meledak-ledak, tapi efisien. Hulda jarang melakukan gerakan sia-sia. Satu-dua sentuhan cukup untuk mengubah arah permainan. Dan ketika peluang datang, ia menuntaskannya dengan tenang: menahan bola dengan dada, mengelabui satu pemain, lalu melepaskan tembakan keras. Gol kedua pun tercipta, yang membawa UGM menang 3-0 atas UM.

futsal ugm.MOJOK.CO
Potret Hulda, kapten tim futsal UGM saat bertanding melawan UM. Di laga ini, ia mencetak satu gol. (Mojok.co)

Dari tribun, sorak penonton pecah memanggil namanya. Tapi Hulda hanya tersenyum singkat, menunduk, lalu kembali ke garis tengah. Tidak ada selebrasi berlebihan. Elegan.

Sehari sebelumnya, di matchday pertama menghadapi tim futsal putri Universitas Tidar Magelang, Hulda juga tampil bagus. Ia mengemas dua gol yang membawa UGM menang telak 7-0.

Olahraga yang asing bagi El Capitano UGM

Meski permainannya sangat matang dan selalu terlihat ada di mana-mana, mirip-mirip Declan Rice atau Vitinha di mata fans bola layar kaca, sebenarnya futsal bukan olahraga yang familiar baginya.

Hulda, mahasiswi jurusan S1 Pariwisata UGM asal Kota Sorong, Papua Barat Daya, tidak tumbuh dengan futsal sebagai bagian dari kesehariannya. Di SMA sampai awal kuliah, ia lebih akrab dengan voli.

Ia bahkan baru mengenal fustal sekitar tahun 2021 lalu, ketika salah satu kakak tingkat mengajaknya menonton tim futsal Pansa FC berlaga.

“Namanya Kak April Warumboi. Dia sudah lebih dulu bermain futsal sekaligus yang mengenalkan saya dengan olahraga ini,” katanya, malam itu. 

Tertarik, ia pun memutuskan ikut latihan bersama UKM futsal di kampusnya. Namun, jangankan bisa bermain. Saat awal-awal ikut latihan, aturan mainnya saja Hulda sangat awam. 

Alhasil, istilah-istilah dalam futsal, posisi, dan ruang gerak pemain, semuanya ia pelajari dari nol.

futsal ugm.MOJOK.CO
Olahraga futsal adalah sesuatu yang baru sekaligus asing bagi Hulda. Berkat latihan, ia bisa menjadi pemain futsal mewakili kampusnya. (Mojok.co)

“Saya ingat Kak April mengajari saya soal posisi pemain itu menggunakan koin-koin yang digerakkan di keramik. Dia menjelaskan, misalnya, kalau pivot itu bergerak kemana saja, begitu. Jadi tidak asal gerak cari ruang.”

Iklan

Air mata mahasiswa UGM karena UNY

Seiring perjalanan waktu, Hulda berkembang menjadi pemain penting bagi tim futsal putri UGM. Ia mencoba mengingat kompetisi pertamanya, yakni Liga Futsal Mahasiswa (LIFUMA) pada akhir 2022. 

Di ajang itu, ia dan tim futsal putri UGM harus menerima kenyataan pahit, yakni dikalahkan tim UNY. Momen tersebut menjadi pengalaman paling sulit bagi Hulda, sekaligus titik balik yang menumbuhkan tekadnya untuk terus berkembang dari pemain pemula menjadi sosok penting di tim.

“Sepupu saya memang pernah bilang UGM nggak pernah menang lawan UNY. Dan benar, waktu pertandingan saya kalah di final lawan UNY. Saya sampai menangis di final, karena benar-benar ingin menang, tapi belum rezekinya.” 

Hulda pun punya ambisi pribadi: mengalahkan UNY. Sebab, selain memang karena kuat, UNY adalah tim pertama yang membuatnya menangis karena kalah.

Dan, kesempatan itu pun tiba. Beberapa waktu kemudian, Hulda menebus kekalahan itu dengan kemenangan manis di Champions League of Faculty (CLF) 2025. Di final itu, UGM akhirnya berhasil mengalahkan UNY, tim yang dulu membuatnya menangis di final pertama. Kemenangan itu ia sebut sebagai “pembayaran lunas” atas kegagalan masa lalu.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh CLF UGM 2025 (@clf.ugm)


“Itu benar-benar seperti penebusan,” ucapnya.

Senin nanti, dua tim itu akan kembali bertemu. Hulda tahu pertandingan itu akan jadi ujian sebenarnya. Selain ada ambisi pribadi, itu adalah laga penentuan apakah timnya akan lolos ke babak semifinal atau pulang lebih awal.

Decker yang tak pernah ditinggalkan

Dalam setiap pertandingan, ada satu benda yang tak pernah lepas dari kaki Hulda: decker pemberian Lila Maniani, kakak tingkat lain yang memotivasinya untuk bermain futsal. Decker itu warnanya sudah mulai pudar, lapisan sponsnya sudah agak menipis. Tapi tetap ia jaga seolah “benda pusaka”.

“Kalau pakai decker itu, entah kenapa permainan saya selalu bagus,” katanya sambil tersenyum malu. “Pernah sekali saya ganti decker lain, eh mainnya malah enggak pede. Sejak itu saya enggak mau pakai yang lain.”

decker, futsal UGM.MOJOK.CO
Hulda, kapten tim futsal UGM, menunjukkan decker pemberian kakak tingkat yang jadi kunci kepercayaan dirinya. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Bagi Hulda, benda kecil itu bukan soal takhayul, tapi soal kelekatan emosional. Sebuah pengingat bahwa perjalanan yang ia tapaki sekarang tidak dimulai sendirian. Ada tangan lain yang lebih dulu membuka jalan.

“Saya tipikal yang kalau punya barang, selalu kujaga,” ujarnya. “Selain decker, Kak Lila juga memberi kaos kaki, tapi sudah tidak dipakai karena sudah rusak.”

Hulda tahu perjalanan kariernya belum panjang. Tapi di usia mudanya, ia sudah memaknai futsal lebih dari sekadar olahraga. Ia melihatnya sebagai ruang untuk tumbuh dan membangun solidaritas.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Pembuka Campus League Futsal Yogyakarta: UNY Pesta Gol, Putri UGM Tak Terbendung atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 November 2025 oleh

Tags: campus leaguecampus league 2025futsalfutsal mahasiswafutsal ugmpilihan redaksitim futsal putri ugmUGM
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO
Kabar

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO
Sehari-hari

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO
Urban

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO
Sekolahan

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisnya Orang Tua di Jogja Demi Sekolah Favorit untuk Anaknya MOJOK.CO

Ambisnya Orang Tua di Jogja demi Sekolah Favorit untuk Anaknya

1 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.