Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
9 Januari 2026
A A
Derita anak bungsu. MOJOK.CO

Derita si bungsu menerima estafet perjuangan dari anak pertama. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tidak semua generasi sandwich (individu yang menanggung beban finansial dan emosional pribadi, orang tua, istri dan anaknya) adalah anak pertama. Beban itu juga diturunkan ke anak terakhir atau si bungsu yang selalu dianggap remeh. Padahal, tak semua anak bungsu alias anak bontot atau anak ragil hidupnya selalu dimanja.

***

Iklan

Apakah kamu sudah menonton film Home Sweet Loan?. Film yang tayang pada September 2024 ini mampu memunculkan dua pendapat yang berlawanan. Mereka yang pro berujar, peran Kaluna sebagai anak bungsu berhasil menggambarkan realitas kehidupan saat ini. 

Namun, ada pula yang kontra kalau peran anak bungsu dalam Home Sweet Loan tidak terlalu menggambarkan realitas kehidupan saat ini. Jurnal berjudul “Penerimaan Generasi Z terhadap Peran Anak Bungsu sebagai Generasi Sandwich pada Film Home Sweet Loan” berhasil membuktikan 4 dari 5 generasi Z mengaku pro. Artinya, sebagian orang mengaku relate dengan karakter Kaluna sebagai anak bungsu di film Home Sweet Loan.

Dalam film tersebut, Kaluna adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang bermimpi punya rumah sendiri. Namun, ia juga harus menanggung beban keluarganya (generasi sandwich). Tak hanya beban finansial, tapi juga merawat orang tuanya. 

Kaluna di dunia nyata

Nyatanya, di luar sana, ada Kaluna-kaluna lain yang menanggung beban serupa. Rania* (32) misalnya. Sebagai anak bungsu dari 3 bersaudara, Rania jadi harapan satu-satunya di keluarga yang harus memenuhi ekspektasi dari orang tuanya. 

Saat kakak-kakaknya tidak kuliah, ia lah yang mampu meraih pendidikan tinggi hingga memperoleh sarjana. Usai menyelesaikan kuliah, Rania tak bisa bebas melamar kerja di luar kota. 

Sebagai anak terakhir, Rania merasa perlu bertanggung jawab merawat ibunya yang tinggal sendirian di rumah. Sementara kakak-kakaknya bebas merantau.

“Kakak-kakakku seolah lepas tangan menafkahi keluarga kami usai ayah meninggal, alhasil aku yang menanggung kebutuhan hidup ibu. Bukannya aku nggak ikhlas, tapi aku berharap kakak-kakakku juga peduli bahkan saat ibu sakit mereka nggak pernah jenguk,” kata Rania.

Kini, ibu Rania sudah hampir berumur 80 tahun. Untuk jalan pun susah, sehingga ia harus membantu semua aktivitas ibunya termasuk saat ke kamar mandi. Guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Rania lebih banyak mengambil freelance job yang bisa dilakukan secara work from anywhere (WFA).

Anak bungsu: si paling kuat tahan banting

Bukan tidak mungkin memang, anak bungsu dituntut untuk mandiri sama seperti halnya kakak pertama atau anak sulung. Tanggungjawabnya pun bisa jadi lebih berat dari kakak-kakaknya. Seperti yang dirasakan Meila* (24).

“Dimata orang tuh anak bungsu selalu yang paling dimanja, padahal aku hidup di akhir hayat orang tuaku,” kata Meila, Jumat (9/1/2026).

Meila adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Jarak usia Meila dan kakaknya terbilang jauh yakni 10 tahun. Karena jarak usia tersebut, hubungan keduanya tak terlalu dekat. Ia juga tak punya teman bermain di rumah.

Linda Blair dalam bukunya Birth Order: What Your Position in the Family Really Tells You About Your Character berujar seorang anak yang berjarak lima tahun atau lebih dari saudaranya, sering kali justru terlihat seperti anak tunggal.

“Mereka menyaksikan ‘dunia dewasa’ saudara dan orang tua mereka dari kejauhan,” kata Linda Blair.

Alhasil, Meila lebih sering menghabiskan waktu untuk membantu ibunya yang baru pensiun pada Januari 2025 lalu. Sementara ayahnya meninggal sejak dirinya duduk di bangku kelas 3 SD. Kondisi itu membuat Meila jadi pribadi yang tumbuh penuh empati alih-alih manja.

“Dulu waktu kecil aku sering cerita ke ibu kalau ada masalah, tapi entah kenapa seiring bertambahnya usia aku menuntut diriku agar lebih mandiri sehingga tak jadi beban ibu,” kata Meila.

Diburu ekspektasi dengan tenggat waktu yang mepet

Nasib Meila memang berbeda dengan kisah anak bungsu biasanya. Psikolog Klinis Dewasa, Nirmala Ika menjelaskan dalam bukunya “Rumah Tempat Cinta Bertumbuh” bahwa anak bungsu umumnya tumbuh dengan perhatian dan arahan dari orang tua maupun kakak-kakaknya. 

Iklan

Sehingga, perilakunya sering dianggap wajar saat tak paham dengan konteks masalah atau ditolerir saat mereka melakukan kesalahan. Pada umumnya, kata Nirmala, anak bungsu tidak mendapatkan tuntutan yang berlebih.

“Oleh karena itu, mereka cenderung menjadi orang yang bergantung, kurang berambisi tapi berjiwa bebas dan kreatif,” jelas Nirmala.

Namun, apa yang Meila alami bukan berarti tak nyata. Nirmala menjelaskan ada beberapa faktor yang memengaruhi karakter khas seorang anak, yaitu perbedaan situasi dalam keluarga, harapan, dan kondisi anak itu sendiri.

Satu-satunya kondisi yang sama antara Meila dengan anak bungsu lainnya adalah jadi harapan terakhir dari orang tua mereka. Meila yang merasa belum mampu membahagiakan ibunya, terus berharap agar ibunya diberi umur yang panjang hingga bisa melihat kesuksesan dirinya.

Sebab semakin hari, Meila menyadari kalau usia ibunya semakin senja, tapi belum banyak yang ia bisa berikan. Misalnya saja, dapat kerja dan punya kehidupan yang mapan.

“Rasanya seperti berkejaran dengan waktu,” ucapnya dengan suara bergetar, “meski begitu, aku harus tetap kuat dan menerima segala apa pun kondisinya.”

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Wong Liyo Ngerti Opo: Adik Korbankan Mimpi Kuliah PTN, Biar Kakak Saja yang Jadi Sarjana sementara Adik Urus Orang Tua atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2026 oleh

Tags: anak bungsuanak terakhirgenerasi sandwichHome Sweet Loankarakter anak bungsutanggungjawab anak bungsu
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

25 Juni 2026
Slow living, Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Cara Generasi Sandwich Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun

26 Mei 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Hidup di Desa.MOJOK.CO

Jadi Anak Terakhir di Desa Itu Serba Salah: Dituntut Merawat Ortu, tapi Selalu Dinyinyiri Tetangga karena Tak Merantau

7 Januari 2026
Desintha Dwi Asriani: Peran Domestik Perempuan yang Diremehkan dan Tak Diakui

Desintha Dwi Asriani: Peran Domestik Perempuan yang Diremehkan dan Tak Diakui

26 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair MOJOK.CO

Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair

19 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.