Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Calo Masuk PT di Jogja Lebih Mantap Ketimbang Asal Jakarta, Keluar 500 Ribu Sudah Bisa Menikmati Kerja UMR Cikarang

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
27 Mei 2024
A A
Calo Masuk PT di Jogja Lebih Mantap Ketimbang Asal Jakarta, Keluar 500 Ribu Sudah Bisa Menikmati Kerja UMR Cikarang.MOJOK.CO

Ilustrasi Calo Masuk PT di Jogja Lebih Mantap Ketimbang Asal Jakarta, Keluar 500 Ribu Sudah Bisa Menikmati Kerja UMR Cikarang (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jasa calo masuk perusahaan, pabrik, atau PT-PT di sejumlah kota besar sudah bukan rahasia lagi. Keberadaannya sangat gampang kita temui. Namun, calo yang berasal dari Jogja ternyata punya “akurasi” dan “presisi” yang mantap. Keluar duit dikit, kita sudah bisa menikmati kerja dengan gaji tinggi.

Salah satunya adalah Nurdin* (27). Tiga tahun lalu, lelaki asal Salatiga ini masih bingung cari kerja. Sempat pakai calo, kenalan bapaknya asal Jakarta, ia malah kena tipu. Uang yang tak sedikit pun melayang. 

Iklan

Namun, kini dia sudah hidup enak di Jawa Barat. Berkat seorang calo dari Jogja, ia bisa dapat pekerjaan di sebuah pabrik di Cikarang. Duit Rp5,5 juta setidaknya rutin masuk kantongnya tiap awal bulan.

“CBR berani beli. Alhamdulillah rumah orang tua juga saya bagusin,” kata lelaki yang sudah 2 tahun kerja di Cikarang ini, kepada Mojok, Minggu (26/5/2024)

Pusing! 3 tahun nganggur malah ditipu calo masuk perusahaan

Nurdin kini memang beralamat di Salatiga. Namun, ia lahir dan besar di Semarang. Dia baru pindah ke “Kota Olahraga” itu sejak kelas 2 SMA, saat ortunya memutuskan pindah ke rumah sang ibu. 

Sempat mengenyam bangku kuliah di salah satu PTS Semarang selama dua tahun, Nurdin memutuskan buat mengundurkan diri saja. Menurut pengakuannya, ia tak “bakat” sekolah, maunya langsung kerja.

“Makanya, kuliah cuma empat semester milih keluar aja. Pengennya ikut bapak kerja di PO Bus, ikut bus pariwisata tapi nggak dibolehin,” jelasnya.

Itu terjadi pada pertengahan 2019 lalu. Karena masih belum dibolehkan kerja oleh ortunya, Nurdin pun cuma glundang-glundung di rumah. Kesibukannya hanya makan, tidur, dan nongkrong.

Sayangnya, “kesibukan rebahan” itu berlanjut bertahun-tahun setelahnya. Muaranya adalah pandemi. Sebaran virus corona bikin banyak orang kehilangan mata pencahariannya. Sementara Nurdin, yang sudah ngebet cari kerja, kudu menahan niatnya itu.

“Aku itu dari 2019 sampai 2021 nggak ngapa-ngapain. Ya nganggur aja, nggak ada yang bisa dikerjain,” kata Nurdin.

“Ya itu bikin stres. Duit nggak ada, mau beli ini itu susah, di rumah terus ngulang kegiatan kemarin juga cuma nambahin stres,” sambungnya.

Merasa sudah bosan dengan nganggurnya, Nurdin nekat cari jalan instan buat dapat kerja. Sadar ijazah SMA-nya kurang mumpuni buat bersaing, ia rela menggunakan calo buat masuk perusahaan.

Berbekal relasi ayahnya, Nurdin pun berkenalan dengan seorang calo asal Jakarta. Ia menjamin Nurdin bisa dapat kerja di sejumlah PT, terutama yang lokasinya di Cikarang.

“Bayar 2 juta. Sebenarnya bisa lebih tergantung jabatan juga. Tapi karena ijazahku SMA, mentok cuma bisa milih jadi manager gudang atau setaranya,” jelas Nurdin.

Iklan

Sayangnya, sang calo tak amanah. Setelah duit Rp2 juta sudah ia berikan, kenalannya asal Jakarta itu hilang tanpa jejak. Semua kontaknya diblokir. Nurdin juga tak bisa melacak alamatnya di ibu kota. Mau tak mau, dia cuma bisa mengikhlaskan duitnya melayang.

Trauma tapi nekat coba-coba lagi, malah nemu yang amanah di Jogja

Kena tipu: duit melayang, kerjaan nggak dapat, nganggur pun berlanjut. Itu menjadi rangkaian kejadian yang cukup menyiksa bagi Nurdin. Ia pun mengaku sempat trauma pakai jasa calo buat dapat kerja.

“Setelah kejadian itu kayak kepikiran aja buat nggak lagi deh pakai calo. Yang pasti-pasti aja,” ungkapnya.

Namun, hanya selisih sebulan dari kejadian itu, teman ayahnya menawarinya jasa calo lagi. Kini bayarnya cukup murah, cuma Rp500 ribu dapat jaminan masuk kerja.

“Aku cek, ternyata orang Jogja. Aku nontonin FB sama IG-nya lumayan aktif ini orang. Jadi kalaupun misalnya nipu, lumayan gampang lah nyarinya.”

Nurdin pun tergiur. Ia minta dipertemukan dengan sang calo. Awalnya, ia sempat ragu karena si calo asal Jogja cuma mau transaksi lewat WA. Tapi karena punya keyakinan orang ini bukan penipu, Nurdin pun mengiyakan.

“Total aku transfer 500 ribu. Aku cukup ngirim data diri aja, tanpa surat lamaran, tanpa CV,” jelasnya.

Nurdin tak tahu secara pasti bagaimana cara kerja sang calo. Konon, si calo punya banyak orang dalam di banyak PT. Nantinya, ia bakal memasukan klien ke posisi-posisi yang sedang membutuhkan tenaga kerja tanpa harus ikut seleksi.

Benar saja, Nurdin dapat kerja. Kurang dari dua minggu setelah deal-dealan dengan calo, Nurdin dapat panggilan dari sebuah PT di Cikarang buat bekerja. Kini, ia pun tinggal menikmati kehidupannya. 

“Ya nggak enak-enak banget namanya juga kerja, pasti ada susahnya. Tapi bersyukur banget cuma bayar 500 ribu aja bisa dapat kerja bergaji UMR Cikarang.”

Mojok sendiri sudah meminta Nurdin agar dapat terhubung dengan sang calo, untuk memperjelas soal cara kerja “menitipkan” orang ke perusahaan. Namun, sang calo menolak untuk menjawab.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Pengalaman Pakai Joki Melamar Pekerjaan di Medsos, Nyadar Kalau Cuma Akal-Akalan Setelah Keluar Banyak Duit dan Tak Ada Panggilan Interview

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2024 oleh

Tags: calocalo masuk kerjacalo masuk pabrikcalo pekerjaancalo PTcikarangjakartaJogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO
Otomojok

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO
Sehari-hari

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO
Eksplor

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026
Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot MOJOK.CO
Urban

Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga: Rela Kelaparan dan Susahkan Ortu-Teman demi Jackpot, Tapi Tak Mau Sadar

14 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
Refleksi untuk orang tua di Jawa Tengah (Jateng): punya peran penting awasi anak agar tidak sibuk main gadget MOJOK.CO

Refleksi untuk Orang Tua di Jateng agar Gadget Tak Kuasai Rumah hingga Anak Lebih Sibuk Tenggelam dalam Layar

29 Juni 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
MLSC, Yogyakarta.MOJOK.CO

Redemsi Yogyakarta All Stars, Menolak Pulang Lebih Awal

26 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.