Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Burjo di Sekitar UNY Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Semester Tua yang Terancam DO dan Tak Sanggup Bayar UKT

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
30 Juni 2025
A A
burjo penyelamat mahasiswa UNY. MOJOK.CO

ilustrasi - warung bubur kacang hijau atau Burjo. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selain itu, meski menyuguhkan tempat yang nyaman nan estetika, bagi Hendri, Burjo tetaplah pilihan nomor satu. Sebab biasanya, beberapa kafe ada yang buka hanya sampai jam 22.00 WIB bahkan tutup saat sore. 

Berbeda dengan Burjo yang rata-rata jam bukanya 24 jam. Biasanya pemilik warung sudah menyediakan WiFi gratis atau colokan. Mejanya juga panjang-panjang, sehingga sangat cocok untuk nugas, ngerjain program kerja, atau rapat organisasi. Bikin Hendri dan mahasiswa UNY betah.

“Cocok setelah seharian kuliah atau begadang nugas,” ujar Hendri yang sering mengerjakan tugas hingga larut malam di Burjo.

Sejauh pengamatan Hendri, mahasiswa di jurusannya sendiri tidak ada yang bergaya hidup mewah atau glamor. Meskipun demikian, Hendri yakin banyak dari mereka yang berasal dari keluarga yang berkecukupan jika dilihat dari laptop atau gaya berpakaiannya.

“Tapi teman-teman saya justru memilih hidup sederhana dan tidak berlebihan,” ujar Hendri.

Bertemu lingkaran pertemanan yang positif

Kadang-kadang, tak hanya nugas. Hendri juga sering nongkrong atau ngobrol ngalor ngidul bersama teman-temannya di Burjo. Ia juga sering bertemu kenalan baru dan saling bertukar cerita hidup. 

“Saya bersyukur karena di manapun saya berada, lingkaran pertemanan saya selalu sehat dan mendukung,” ucap Hendri.

Kebanyakan, kata dia, teman mahasiswanya di UNY juga sama-sama perantau. Prioritas pelajar di bidangnya lebih terfokus pada pendidikan, tidak pamer kemewahan alias melenturkan . 

Oleh karena itu, Hendri yang juga merantau dari Pulau Bangka ke Jogja, tidak membutuhkan waktu lama untuk akrab. Bahkan dari perkenalan singkat itu, ia sudah menganggap temannya sebagai keluarga sangking senasib sepenanggungannya.

“Saat libur tiba, saya sering diajak teman kampus mengunjungi kampung halaman mereka. Bahkan hingga saat ini, komunikasi kami masih terjalin dengan baik,” ucapnya.

Misalnya, saat bulan puasa kemarin, Hendri sempat buka puasa beberapa kali di Burjo bersama teman satu kelasnya. Mereka juga mengajak teman-teman yang keyakinannya berbeda untuk bergabung.

Berkat gaya hidupnya yang hemat dan membeli makanan murah, serta lingkungan yang positif, Hendri jadi bisa bertahan saat kuliah di perantauan. Tahun ini, ia baru diwisuda dan resmi jadi PNS.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Redaktur : Ahmad Effendi

Iklan

BACA JUGA:  Demi Turuti Anak Jadi Sarjana Orangtua Rela Hidup dalam Pura-pura, Pura-pura Sanggup Bayar UKT dan Sembunyikan Banyak Kepedihan atau liputan Mojok lainnya di rubrik  Liputan .

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2025 oleh

Tags: burjoJogjamahasiswa UNYrekomendasi kuliner Jogjaunywarung makan murah
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026
Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko” MOJOK.CO

Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko”

3 Agustus 2026
Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Token listrik lebih awet setelah mengubah kebiasaan kecil di rumah (Unsplash)

Token listrik lebih awet setelah saya mengubah kebiasaan kecil di rumah

7 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.