Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Merananya Anak Muda Bekasi yang Susah Cari Kerja di Kota Sendiri

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
8 Februari 2024
A A
diploma.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kuliah di Jurusan “Kebal Pengangguran”, Begitu Lulus Malah Susah Cari Kerja karena Ijazah Dianggap Tak Laku (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bekasi itu merupakan kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara. Harusnya peluang kerja bagi anak mudanya sangat terbuka. Nyatanya, bahkan lulusan SMK yang katanya siap kerja sulit cari kerja karena batasan usia dan pengalaman.

***

Wulan (18) harus menunda mimpinya untuk bisa segera bekerja. Sudah berkali-kali ia memasukan lamaran ke perusahaan atau pabrik di kota kelahirannya, Bekasi. Namun, sejak lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun lalu, tak ada satu pun lamaran kerjanya berbalas dengan kabar baik.

“Saya kecewa banget, betapa sulitnya cari kerja di Bekasi untuk fresh graduate. Sangat sulit menemukan lowongan pekerjaan yang menerima lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) Ataupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),” katanya kepada Mojok, Rabu (7/2/2024).

Syarat kerja minimal pengalaman dua tahun, anak muda Bekasi kecewa

Hampir semua perusahaan atau pabrik yang ia masuki mensyaratkan lulusan diploma dan sarjana. Padahal sebagai lulusan SMK, ia dan kawan-kawannya sudah siap untuk siap masuk dunia kerja. 

“Syarat lain yang berat adalah harus punya pengalaman kerja minimal dua tahun,” keluhnya. Yang lebih menyakitkan, tak satupun lamaran yang ia kirimkan mendapat panggilan wawancara. Artinya ia sudah mendapat penolakan sebelum dapat kesempatan untuk menjelaskan apa yang ia bisa.

Kawasan Bekasi sendiri terbagi atas Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. Namun, kawasan indutri paling banyak ada di Kabupaten Bekasi. Mengutip Antaranews, angka pengangguran di Kabupaten Bekasi hingga penghujung tahun 2022 mencapai 190 ribu jiwa. Pemda sendiri mengaku kesulitan mengatasi pengangguran meski menjadi daerah kawasan industri besar di Indonesia. Bahkan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. 

Di kabupaten ini ada lebih dari 7.000 pabrik beroperasi, itu tapi hal itu tidak bisa menjadi solusi untuk mengatasi pengangguran. Salah satu alasannya karena sebagai sebuah kawasan industri besar, jadi daya tarik bagi pencari kerja dari luar daerah, terutama angkatan kerja baru. 

Menurut Wulan, syarat pendidikan minimal diploma dan sarjana jadi persoalan pelik karena tidak semua orang tua mampu menyekolahkan anaknya hingga sarjana. Ada yang mampu hingga sarjana, ada yang mampu hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ataupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan hanya ada yang sampai SD dan SMP. 

Tidak semua orang tua di Bekasi bisa menyekolahkan anaknya hingga sarjana

Ia sangat memahami orang tuanya yang bekerja sebagai buruh serabutan hanya bisa membiayai sekolahnya hingga SMK saja. Harapan mereka, ia bisa segera bekerja dan ikut membantu sekolah adik-adiknya dan membantu keuangan keluarga. 

“Syarat lowongan kerja yang mengharuskan kandidat memiliki pengalaman kerja minimal itu juga nggak proporsional, melebihi kemampuan yang diperlukan dalam bekerja,” ujarnya. 

Wulan berharap, perusahaan di Bekasi dapat memberikan kesempatan yang lebih adil dan objektif untuk para lulusan SMK ataupun SMA. “Tanpa merujuk pada minimal pengalaman 2 tahun,” katanya berharap.

Sungguh harapan saya agar dunia kerja di Indonesia dapat memberikan kesempatan yang lebih adil dan objektif untuk semua lulusan. 

Narasumber lain, Wira (19) mengungkapkan hal yang sama. Ia sangat ingin segera bekerja di pabrik karena secara UMR di Bekasi cukup tinggi. Namun, berbagai persyaratan membuatnya kesulitan mencari pekerjaan yang ia inginkan. 

Sama seperti Wulan, syarat pengalaman kerja dan pendidikan membuatnya terlempar dari pekerjaan formal yang ia inginkan. 

Baca halaman selanjutnya

Orang dalam dan ditolak kerja karena urusan tinggi badan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2024 oleh

Tags: bekasicari kerjajakartakabupaten bekasiKota Bekasilowongan kerja
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.

Artikel Terkait

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Lulusan SMK buka jasa cleaning service. MOJOK.CO

Lulusan SMK Pernah Kerja Jadi Cleaning Service dengan Upah Rp20 per Jam, Kini Buka Usaha Sendiri hingga Hasilkan Omzet Rp70 Juta

29 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026
Fenomena sarjana jadi pengangguran karena ijazah kuliah memang bulan modal ekonomi dan persoalan ketimpangan kapital MOJOK.CO

Bedah Penyebab Sarjana Pengangguran: Ijazah Kuliah Tak Bisa Jadi Modal Ekonomi, Dapat Kerja Ditentukan Privilege Keluarga

15 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Agustusan momen bikin mahasiswa KKN kelihatan jadi orang bingung, kalah pamor dengan anak muda Karang Taruna desa MOJOK.CO

Momen Agustusan bikin Mahasiswa KKN di Desa Jadi Orang Bingung, Lebih Sigap Karang Taruna

17 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.