Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Astronomi Selamatkan Saya yang Pernah Putus Asa dalam Hidup

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
6 Maret 2025
A A
Jessica lulus LPDP. MOJOK.CO

Jessica lulus LPDP Jurusan Astrofisika. (Dok.Pribadi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa minggu sebelum mengikuti simposium international di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jessica Muthmaina (24), mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), dilarikan ke rumah sakit setelah berusaha mengakhiri hidupnya.

Dokter segera melakukan tindakan medis Electroconvulive Therapy (ECT) atau menyetrum otaknya dengan listrik. Metode itu terpaksa dipakai karena obat anti-depresan yang biasa Jessica konsumsi sudah tidak mempan lagi. 

Sebagai penyintas bipolar, Jessica mengalami episode manik yang resisten terhadap obat, sehingga harus melakukan terapi kejut listrik atau ECT. Otaknya direset hingga sebagian ingatannya hilang, tapi akan kembali lagi.

Disclaimer: Tulisan ini tidak bermaksud menginspirasi siapapun untuk memiliki rencana mengakhiri hidup. Setiap masalah selalu ada jalan keluarnya, tapi bunuh diri bukan salah satunya. Selalu ada jalan lain untuk membuat hidup menjadi bermakna. Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Curhat ke teman online

Saat usia 16 tahun, Jessica menyadari ada yang tidak beres dalam dirinya. Rasanya sudah tak ada gairah dalam menjalani hidup, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Ia menggambarkan hidupnya seperti zombie atau mayat hidup. Tidak lagi ‘bernyawa’ dan tanpa tujuan.

Padahal, sejak kecil ia selalu punya minat di bidang scientist. Ia selalu mempertanyakan banyak hal, hingga orang-orang di sekitarnya merasa risih. ‘Kenapa sih kamu nanya terus?’ begitu respon mereka saat Jessica terus bertanya. Bahkan sebelum ia menjadi mahasiswa UGM.

Akhirnya, Jessica yang punya rasa penasaran tinggi justru tak punya teman berdiskusi. Kegiatannya banyak dihabiskan untuk berselancar di dunia maya, hingga ia bertemu dengan sosok teman online-nya.

“Temanku bilang, ‘ketika itu sudah mengganggu diri atau fisikmu sendiri, sampai kamu mengganggu orang lain juga, itu perlu dikonsultasikan,’” ucap teman online-nya kala itu.

Jessica di Thailand saat tahun 2016. MOJOK.CO
Jessica di perkemahan Astronomy ASEAN di Thailand di tahun 2016. (Dok.Pribadi)

Usut punya usut, teman online Jessica juga memiliki kondisi mental yang sama dengannya. Namun, tak lama setelah memberi nasihat tersebut, akunnya tiba-tiba hilang. Hingga kini pun, lulusan UGM itu tak tahu kabarnya.

“Dia orang yang selalu menenangkan aku dan mendengarkanku dengan seksama, apalagi sebelumnya aku tidak tahu apa itu psikiater dan diagnosisnya,” kata Jessica saat dihubungi Mojok, Senin (3/3/2025).

Memberanikan diri ke poliklinik psikiatri

Berkat teman online-nya, Jessica pun memberanikan diri pergi ke puskesmas sendirian. Ia ingin tahu, apa yang sebenarnya terjadi dalam dirinya? Apakah betul dirinya memang annoying? Seperti label yang diberikan oleh orang-orang di sekitarnya.

Lebih dari itu, sejujurnya Jessica merasa sudah tidak kuat lagi. Banyak sekali pikiran-pikiran yang membuat otaknya tidak stabil. Makin runyam dan tak terkendali. 

“Hormon-hormon di otakku bekerja secara tidak teratur. Sistem di dalamnya naik turun dengan cara yang berbeda dari orang lain,” kata Jessica.

Maka, pergilah Jessica ke poliklinik psikiatri. Ia nekat mengambil kartu BPJS milik ibunya dari lemari, karena ibunya sedang pergi umrah. Sebelumnya, ia sudah berbincang dengan teman online-nya dan melakukan riset kecil-kecilan. Jika ia ingin didengar, maka perginya ke psikolog tapi kalau menyangkut kesehatan, ia perlu ke psikiater.

Iklan

“Akhirnya, diputuskanlah untuk ke psikiater,” ujar alumnus UGM tersebut.

Lolos di UGM Jurusan Fisika

Tahun 2017, di bangku ruang tunggu obat puskesmas. Jessica hanya bisa menangis setelah dokter mendiagnosisnya mengidap bipolar. Suatu gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati, mulai dari posisi terendah yakni depresif atau tertekan ke tertinggi atau manik.

Jessica lulus UGM. MOJOK.CO
Jessica membawa buku favoritnya tentang kosmos. (Dok.Pribadi)

“Rasanya sedih tapi bukan kayak sedih yang ‘oh, aku kena kanker’ atau apa. Malah yang aku rasakan lebih ke ‘oh jadi semua yang aku rasain tuh bisa diperbaiki ya… itu bisa di-treatment,” ujarnya.

Meski sudah mendapat pengobatan, Jessica sadar penyakitnya bisa kambuh sewaktu-waktu. Apalagi, saat ia dinyatakan gagal masuk Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Astronomi di tahun 2018. Mimpinya seakan hancur, tapi ia berusaha untuk bangkit.

Akhirnya, ia memutuskan gapyear dan mengubah targetnya untuk masuk Jurusan Fisika di Universitas Gadjah Mada (UGM) di tahun 2019, karena penasaran dengan kuantum. Meski begitu, ia tak membenci astronomi. Justru astronomi-lah yang membuatnya bangkit dari keterpurukan.

Lulus UGM dan dapat beasiswa LPDP

“Aku pingin jadi orang seperti Bu Karlina Supelli, seorang astronom dan filsuf,” kata dia.

Baginya, mimpi punya kekuatan sebesar itu untuk membuatnya bertahan menjalani hidup. Setiap kali ia merasa down, ia akan mengingat alasannya hidup. Hari demi hari ia lalui dengan menghargai proses pemulihan diri.

Meskipun harus masuk bangsal berkali-kali, hampir menyerah dengan hidup, dikejut otaknya dengan listrik sampai lupa namanya sendiri, pada akhirnya Jessica memilih bertarung. Ia mulai mengarungi minat astronominya yang tumbuh sejak kelas 4 SD, dimana ia sempat menghadiri perkemahan Astronomy ASEAN di Thailand di tahun 2016. 

Meski sempat gagal masuk Jurusan Astronomi di ITB dan memilih Jurusan Fisika di UGM, Jessica masih mengagumi astronomi. Karena itu, ia sering melakukan riset di bidang astronomi dan mengikuti lomba di bidang serupa. Tahun 2024, Jessica akhirnya lulus dari UGM dan mendapatkan beasiswa LPDP Jurusan Astrofisika.

“Aku ingin bermimpi, aku ingin bersama mimpiku, dan aku ingin jadi seorang Scientist,” katanya kemudian.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Gagal Menembus ITB Berkali-kali hingga Bisa Kuliah UGM Nyambi Kerja Part Time atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2025 oleh

Tags: alumni UGMbelajar astronomicara dapat lpdpkarier data scientistkisah penyintas ODGJ
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun
Sekolahan

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis
Sekolahan

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah
Sekolahan

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)
Sekolahan

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO

Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri

12 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Kerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel): terlihat elite tapi Work Life Balance sulit MOJOK.CO

Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah

10 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.