Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Pemilik Kos Mahasiswa UNY dan UGM di Karangmalang Jadi Penyelamat Demonstran Gejayan 98

Tim Liputan oleh Tim Liputan
10 November 2023
A A
Pemilik Kos Mahasiswa UNY dan UGM di Karangmalang Jadi Penyelamat Demonstran Gejayan 98 MOJOK.CO

Ilustrasi Pemilik Kos Mahasiswa UNY dan UGM di Karangmalang Jadi Penyelamat Demonstran Gejayan 98

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagian mahasiswa UNY dan UGM yang menjadi aktivis di demonstrasi Gejayan 1998 selamat berkat pertolongan warga pemilik kos di Dukuh Karangmalang dan sekitarnya.

***

Hingga sekarang, kawasan Padukuhan Karangmalang menjadi lokasi strategis bagi mahasiswa UNY dan UGM untuk tinggal. Permukiman padat yang berada di antara dua kampus negeri besar di Jogja ini penuh kos-kosan mahasiswa.

Jalan Karangmalang menjadi pintasan dari kawasan Lembah UGM menuju UNY. Letaknya yang strategis membuatnya jadi perlintasan aktivis dari dua kampus tersebut saat terjadi demonstrasi besar-besaran pada Mei 1998.

Gang-gang kecil dengan yang kini selalu penuh hiruk-pikuk mahasiswa sejak pagi hingga sore ini dulu pernah menjadi area yang mencekam selama beberapa hari. Kenangan tentang situasi menegangkan tersebut masih terus tersimpan di benak Kepala Dukuh Karangmalang, Sudarman (59).

“Karangmalang ini lokasinya strategis. Di tengah antara UNY dan UGM. Saat ada demo besar di sekitar Gejayan situasinya menegangkan,” kenangnya saat Mojok jumpai, Rabu (8/11/2023) sore.

Karangmalang tempat kos mahasiswa UNY dan UGM (Mojok.co)
Gerbang Padukuhan Karangmalang yang padat dengan permukiman (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Mengenang Mei 1998 di Gejayan yang mencekam

Pada 1998, Jogja menjadi salah satu titik pergerakan mahasiswa yang menuntut turunnya rezim Soeharto. Sejak awal tahun, aktivis mahasiswa sudah menggodok rencana untuk melakukan aksi turun ke jalan.

Melansir Kompas.com, Sejarawan UGM, Agus Suwignyo mengungkapkan pertemuan mahasiswa berlangsung di berbagai titik sekitar Bulaksumur dan Karangmalang. Sebagian di antara para aktivis merupakan mahasiswa UNY, UGM, UIN dan beberapa kampus besar lain di Jogja.

Ketegangan mulai meningkat pada Mei 1998. Setelah rentetan aksi, menurut Agus demonstrasi besar pecah setidaknya dua kali.

“Dua kali di Gejayan, sebelumnya memang sudah ada demo seperti di Bundaran UGM lalu simpang tiga UIN Kalijaga. Itu paling sering dipakai, karena sering dipakai pihak keamanan sudah niteni (mengamati),” ungkapnya.

Situasi mencekam terasa di masa itu. Di Mei 1998 beberapa kali terjadi bentrok fisik, pengejaran, hingga berujung pada penangkapan 29 orang demonstran pada 7 Mei 1998. Selanjutnya pada 8 Mei 1998, setelah seorang mahasiswa Universitas Sanata Dharma bernama Mozes Gatotkaca ditemukan tewas tergeletak di Jalan Gejayan. Kondisinya nahas dengan tangan patah melingkar ke belakang.

Petugas medis di sekitar Universitas Sanata Dharma sempat berusaha menyelamatkan nyawanya. Namun, Mozes mengembuskan napas terakhirnya di ambulans dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Panti Rapih.

Sudarman mengingat bahwa Karangmalang yang jadi penghubung antara dua kampus negeri besar di Jogja tidak lepas dari lalu lalang para aktivis mahasiswa. Sebab, menurutnya Jalan Colombo yang merupakan akses utama penghubung UNY dan UGM sempat ditutup.

“Bahkan seingat saya yang rumahnya di Mrican, tepat di pinggir jalan itu 24 jam nggak tidur. Pasti ada orang di rumah yang berjaga,” paparnya.

Iklan

Kos mahasiswa UNY dan UGM jadi tempat bersembunyi aktivis

Menurut Sudarman, Karangmalang sudah menjadi area kos mahasiswa sejak tahun 1970-an. Hampir semua rumah, menyewakan kamar-kamarnya untuk tempat tinggal mahasiswa UNY dan UGM. Ia pun yakin, sebagian di antara massa demonstrasi tinggal di kos-kos tersebut. Sebab, saat itu kebanyakan kos di kawasan itu merupakan kos untuk laki-laki.

Rumah Sudarman termasuk salah satunya. Sejak tahun 1980-an, ia sudah berbagi atap dengan para mahasiswa. Hingga 1998, kos itu masih dikelola oleh orang tua Sudarman sebelum akhirnya berpindah pengelolaan ke tangannya. Di depan kos miliknya, terdapat beberapa usaha yang berkaitan dengan dunia kampus seperti rental komputer hingga wartel.

Hingga kericuhan terjadi, sebagian warga sebenarnya tidak mengetahui detail latar belakang aksi. Satu hal yang jelas, Sudarman mengaku tidak ingin keamanan kampungnya terganggu. Ia mendengar banyak mahasiswa yang kena pukul.

“Saat di jalan besar ricuh banyak yang lari ke sini. Kami (warga) hanya sekadar menyelamatkan yang penting tidak sampai ada keramaian di kampung,” ungkapnya.

“Situasinya aparat mengejarnya seperti bukan menertibkan masyarakatnya tapi seperti sedang perang beneran dengan musuh mereka,” imbuhnya.

Pemilik kos untuk mahasiswa UNY di Karangmalang.MOJOK.CO
Sosok Kepala Dukuh Karangmalang, Sudarman (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Sebagian mahasiswa menyelamatkan diri ke kos rekannya di daerah Karangmalang. Sementara beberapa warga mempersilakan demonstran yang bingung dan berlari tak tentu arah di sekitar Karangmalang untuk masuk ke kos milik mereka.

“Pokoknya masuk dulu. Nanti kalau sudah aman baru boleh keluar. Aparat juga ada yang berjalan ke arah sini,” tuturnya.

Selain itu, Sudarman bercerita pada beberapa malam setelah kericuhan 8 Mei, warga selalu melakukan ronda. Menjaga kondusivitas kampung di tengah ketegangan yang terjadi di sekitarnya.

Saat itu, kawasan yang kini menjadi Kopma UNY juga masih menjadi permukiman RT 12 Karangmalang. Namun, hilir mudik mahasiswa banyak terdapat di jalan utama Blok A yang tembus langsung ke UGM.

Kekhawatiran warga menyelamatkan mahasiswa

Pada masa itu, Sudarman melihat warga tidak terlalu banyak berinteraksi dengan mahasiswa. Termasuk yang diselamatkan ke rumah. Sejumlah warga tidak ingin mengambil risiko terlalu jauh.

Saat menelusuri gang di Karangmalang, saya menemui warga lain yang mengaku menyaksikan ketegangan dan hilir mudik aktivis di kampungnya. Namun, ia tidak mau menceritakan lebih jauh.

Ada seorang pemilik kos bernama Jono*, yang tidak ingin disebut nama aslinya. Saat itu ia mengaku tidak mau membawa masuk demonstran yang berlarian di Karangmalang. Selain karena kos yang ia kelola untuk perempuan, Jono mengaku  khawatir dengan risiko tertangkap basah aparat.

“Aparat siluman banyak sekali saat itu. Gelagatnya seperti sipil tapi saya tahu itu intel. Memasukkan demonstran bisa panjang urusannya,” ungkapnya.

“Ibaratnya, mau mampir minta minum saja nggak saya kasih,” imbuhnya.

Bagi sebagian warga lama Mrican, Karangmalang, hingga Kuningan yang berada di jalan pintas antara Jalan Gejayan menuju Lembah UGM, 1998 menjadi masa mencekam. Ada di antara mereka yang turut andil dalam menyelamatkan para mahasiswa UNY, UGM, dan beberapa kampus lain yang saat itu menjadi buronan aparat.

Reporter: Ahmad Effendi, Hammam Izzuddin

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2023 oleh

Tags: demonstrasi 1998Gejayan Memanggilmahasiswa UNYUGM
Tim Liputan

Tim Liputan

Artikel Terkait

mahasiswa autis Fakultas Peternakan UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Autis UGM Sulit Berinteraksi Sosial, tapi Buktikan Bisa Lulus usai 6 Tahun Lebih dan Buka Usaha Ternak Kambing di Kampung Halaman

20 Mei 2026
Narasi optimisme pemerintah berjarak lebar dengan kenyataan kondisi tekanan ekonomi di bawah MOJOK.CO
Kabar

Jarak Lebar Narasi Optimisme Pemerintah dengan Kondisi Riil Masyarakat: Katanya Ekonomi Baik-baik Saja, Padahal Sebaliknya

20 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO
Sekolahan

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Arta Wahana, pensiunan UGM isi waktu dengan berkebun selada (dok. UGM)
Sehari-hari

35 Tahun Mengabdikan Diri di UGM, Kini Pilih Budidaya Selada Hidroponik Malah Hasilkan Omzet Harian Rp750 Ribu

3 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026
Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng MOJOK.CO

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng

15 Mei 2026
Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026
Lewat album "Jalan Kaki" - Hifdzi Khoir ceritakan perjalanan hidup, juga sebagai legacy dari mendiang Gusti Irwan Wibowo MOJOK.CO

Album “Jalan Kaki”: Cara Hifdzi Khoir Bercerita tentang Perjalanan Hidup, Jadi Legacy dari Mendiang Gusti

19 Mei 2026
Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

18 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.