ADVERTISEMENT

Suara Hati Pegawai Gerai Jus Buah di Jogja, Rela Digaji Seperempat UMR Karena Tak Punya Pilihan Lain

Suara Hati Pegawai Gerai Jus Buah di Jogja, Rela Digaji Seperempat UMR Karena Tak Punya Pilihan Lain.MOJOK.CO

Bulan Mei 2024, Mirna lulus dari salah satu SMA negeri di Kebumen. Karena tak punya biaya buat lanjut kuliah, ia memutuskan buat langsung kerja saja.

Kebetulan, salah seorang tetangganya yang sudah setahun kerja di Jogja menawarinya kerjaan. Sejak awal, Mirna sudah diberi disclaimer kalau gaji yang ditawarkan tak terlalu tinggi.

“Tapi diiming-imingi tempat tinggal. Itu di belakang kedai ini ada kamar buat tiga pegawainya, Mas,” kata dia.

Mirna berpikir, tak ada salahnya mencoba. Toh, itung-itung nyari pengalaman. Apalagi, dia juga tak perlu repot-repot cari kos-kosan. Maka, berangkatlah Mirna ke Jogja buat kerja di salah satu gerai jus buah.

Meski pekerjaannya terlihat sederhana: mengupas buah, menggiling dalam blender, lalu mengemasnya; ternyata itu tak seenak kelihatannya. Ditambah, dalam sehari Mirna kerap bekerja selama hampir 12 jam.

“Itu kan kami buka jam 9 pagi dan tutup jam 9 malam. Nggak ada shift-shiftan. Kami bertiga ganti-gantian aja. Kalau lagi ramai banget, ya kita bertiga turun tangan,” jelasnya.

“Kelihatan fleksibel memang. Cuma ya kalau dipikir-pikir capek juga seharian kerja 12 jam. Apalagi libur cuma hari Minggu.”

Pembelaan pemilik kedai

Mojok juga sempat berbincang dengan seorang pemilik kedai jus buah yang lokasinya ada di Condongcatur, Sleman, Jogja. Hamzah* (28), pemilik kedai tersebut, mengaku kalau apa yang diberikan ke pegawainya sebenarnya sudah lebih dari mewah.

“Kalau orang cuma memandang dari besaran gaji, memang kelihatan kecil. Tapi, Mas, kami kan juga ngasih fasilitas tempat tinggal gratis dan uang makan,” kata lelaki ini saat ditemui di kedainya, Minggu (21/7/2024).

“Anggaplah mereka digaji se-UMR tapi makan di luar sama ngekos sendiri. Pasti jatuhnya sama saja kan?,” sambungnya.

Hamzah sendiri punya tiga pegawai. Masing-masing pegawai diupah beragam, tergantung masa kerjanya. Yang paling rendah adalah Rp900 ribu, karena baru tiga bulan kerja. Sementara yang paling tinggi sekitar Rp1 juta.

“Awal-awal memang saya gaji 700 sampai 800-an, Mas. Tapi itu ya saya naikin tiap bulannya. Gitu.”

Lelaki asli Jogja ini juga blak-blakan, margin untung dari bisnis jus buah sebenarnya tak terlalu besar. Kalau pembeli tak ramai-ramai amat, kadang penghasilan bulannya hanya cukup buat menutup modal beli buah, sewa ruko, dan menggaji karyawan.

“UMKM seperti kami sebenarnya juga struggle, Mas. Pemiliknya juga pusing.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Rojali Merusak Bisnis dan Pertemanan, 3 Bulan Merintis Coffee Shop Langsung Gulung Tikar Gara-Gara Teman Numpang WiFi Semalaman

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2024 oleh .

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.