Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Gadis-gadis Tangguh di Sepak Bola Putri Hydroplus Soccer League Kudus, Mengisi Peran Vital yang Jarang Jadi Sorotan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
10 Februari 2026
A A
Gadis-gadis Tangguh di Sepak Bola Putri Hydroplus Soccer League Kudus, Mengisi Peran Vital yang Jarang Jadi Sorotan

Gadis-gadis Tangguh di Sepak Bola Putri Hydroplus Soccer League Kudus, Mengisi Peran Vital yang Jarang Jadi Sorotan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hydroplus Soccer League (liga sepak bola putri U-15 dan U-18 di Kudus) menjadi saksi ketangguhan gadis-gadis muda di lapangan hijau. Peran dan posisi mereka memang kerap tidak tersorot lampu, tapi bukan berarti tidak vital sama sekali. 

***

Iklan

Hydroplus Soccer League 2026 di Kudus, Jawa Tengah, telah memasuki pekan kelima pada Minggu, (8/2/2026). Liga sepak bola putri U-15 dan U-18 ini menjadi kelanjutan dari MilkLife Soccer Challenge (MLSC), pembinaan sepak bola putri dari Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk U-10 dan U-12

Duduk di bangku penonton sejak pagi, pandangan saya langsung tercuri oleh penampilan beberapa pemain. Bukan pada “nama bintang” yang sudah kerap jadi obrolan, atau dia yang telah banyak membobol gawang lawan. 

Pandangan saya justru tercuri oleh mereka yang berada di belakang garis tengah lapangan: peran dan posisi yang kerap luput dari pembicaraan panjang. 

Banyak dari kita mengira sepak bola ditentukan oleh penyerang atau gelandang bintang. Tapi kenyataannya, banyak tim juara justru bukan karena lini serang yang begitu ganas, tapi memiliki pertahanan solid. Semua tim juara, atau yang diklaim hebat, selalu punya kiper dengan kemampuan tak masuk akal.

Sebut saja Messi, seberapa besar dia berutang pada Emiliano Martinez. Real Madrid mungkin tidak akan mengecap Liga Champions ke-14 tanpa penampilan gemilang Thibaut Courtois di bawah mistar gawang.

Begitu juga yang terjadi di Supersoccer Arena (SSA), Kudus, tempat Hydroplus Soccer League digelar. 

Penentu kemenangan Spegaku dalam gelaran Hydroplus Soccer League dari bawah mistar gawang

Meski basah kuyup oleh keringat, rona cerah terpancar dari wajah Amira Sailin Nikhla (12), penjaga gawang klub asal Kudus: Spegaku Balistha. Bagi saya, dia layak mendapat tepuk tangan keras atas kemenangan 3-1 Spegaku Balistha dari klub asal Surakarta, Samba Persada Women. 

Laga kedua klub tersebut berlangsung dengan tensi panas. Samba Persada Women berkali-kali melancarkan serangan yang terukur. Tapi selalu mental karena peran Mira—sapaan akrabnya—di bawah mistar. 

Mira saat berjibaku mengamankan gawang dalam gelaran Hydroplus Soccer League.

Mira membuat banyak penyelamatan berkelas. Tidak jarang dia menerjang penyerang lawan yang memasuki daerahnya, menegaskan bahwa area dalam kotak penalti adalah teritori miliknya.

Dia juga beberapa kali meneriaki kawannya: memberi instruksi agar menempati celah-celah yang dibuat oleh musuh. Instruksi itu membuat pertahanan Spegaku Balistha menjadi amat solid dan sulit ditembus. Hasilnya adalah kemenangan yang meneguhkan posisi Spegaku Balistha di posisi tiga klasemen sementara Hydroplus Soccer League Kudus dengan perolehan 15 poin. 

Cap posisi “pupuk bawang”, ketidaksengajaan, dan sebuah pembuktian

Dalam dunia sepak bola anak-anak, kiper adalah posisi yang kerap dicap “pupuk bawang” alias paling tidak diinginkan. Di kampung, yang jadi kiper biasanya anak tidak populer. Tidak harus jago, pokoknya yang penting ada. 

Kendati begitu, Mira mengaku dengan sadar memilih posisi tersebut. Meski awalnya tidak sengaja, tapi ternyata dia justru nyaman di posisinya. 

Iklan

“Awal mulanya tuh, dulu, waktu skill challenge, saya dipilih oleh pelatih untuk penalty shoot, terus jadi kiper terbaik. Terus, ngelanjutin jadi kiper,” ujar Mira. Saya sendiri meyakini, dalam sepak bola, posisi lah yang menemukan manusianya. Bukan sebaliknya.

Pandangan nanar menatap lawan.

Semenjak skill challenge itu, Mira seakan menemukan jalan sepak bolanya. Dan dia tidak mau hanya sekadar menjadi “pelengkap” tim. Dia benar-benar berlatih serius agar memberikan penampilan terbaik di posisinya. 

“Selain berlatih di lapangan, juga latihan di rumah. Melatih otot tangan biar kuat,” jelas Mira. 

Hasil latihan tersebut jelas terlihat dari bagaimana Mira menghalau bola hasil sepakan pemain Samba Persada Women yang jelas tidak pelan. Sebelumnya, berkat penampilan konsisten dan gemilang, dia bahkan diganjar menjadi “Best Goal Keeper” dua kali: pada MLSC Kudus Series 3 2024 dan MLSC Kudus 2025 lalu. Dalam gelaran Hydroplus Soccer League kali ini, gelar-gelar tersebut makin terlihat kepantasannya.

Tetap berlatih sembari menahan perih

Ganjaran itu memang amat layak diberikan pada Mira. Konsistensinya tidak bisa diragukan. Tidak hanya saat pertandingan, tapi sejak dari latihan pun dia sudah begitu. 

Mira mengaku tidak jarang harus tetap berlatih sembari menahan perih, yakni saat tiba harinya dia menstruasi. Tidak bisa dimungkiri, siklus biologis pada perempuan itu memang memicu rasa perih yang kerap mengganggu aktivitas. 

Meski begitu, Mira tidak mau tunduk. Sebab, melalui sepak bola putri, dia merasa menemukan jalan ke masa depan yang harus diperjuangkan dan ditebus dengan menempa diri sekeras-kerasnya. 

“Biasanya aku nahan sambil minum air putih yang banyak,” ungkap Mira.

Apalagi dia punya orang tua yang senantiasa mendukung langkahnya. Bahkan saat posisi yang Mira pilih bukan posisi yang kerap menerima sorot lampu. “Misal kalau main orang tua selalu pesan gini, ‘Dek, fokus, jangan dengerin omongan luar, fokus bola’, gitu,” kata Mira. 

Rasa cinta yang diturunkan dari ayah dan kini berlaga di Hydroplus Soccer League

Di tengah hujan yang mengguyur Supersoccer Arena, Kudus, tensi tinggi juga tersaji saat Arema FCW Academy berhadapan dengan SKU Femina. Kedua tim tampil sama kuat. Skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir pertandingan berbunyi. 

Di tengah hujan dan tensi tinggi pertandingan, Syafira Aulia Kamil (13) menjadi salah satu pemain Arema FCW Academy yang tampak berkali-kali berjibaku dengan lawan. Tak pelak jika pemain yang menempati pos di lini tengah itu tampak keletihan. 

Sembari mengusir lelah, Kamil—sapaan akrabnya—bercerita, rasa cintanya pada sepak bola sebenarnya diturunkan oleh sang ayah. Gara-gara sering menonton ayahnya bermain sepak bola, percikan hangat itu pun mengendap di dalam dirinya. Dia pun akhirnya memutuskan untuk mengakrabi si kulit bundar.

“Kan di kampung sering juga main bola, tapi bola plastik. Terus minta ke Mamah, minta masukin SSB,” ucap Kamil. 

Masalahnya, di kampung Kamil tidak ada SBB putri. Alhasil, Kamil memulai petualangannya di dunia sepak bola dari sebuah SBB putra: berlatih dengan anak-anak laki-laki. Kamil pede saja. Sebab sepak bola bukan tentang gender, tapi tentang skill. 

Setahun setelahnya, barulah Kamil menemukan klub sepak bola putri, terus belatih hingga akhirnya bisa tampil di Hydroplus Soccer League. 

***

Hujan sudah berhenti, tapi mendung masih menggelayut di langit Kudus. Gelaran Hydroplus Soccer League U-15 berakhir mendekati jam 1 siang. Selanjutnya, giliran tim U-18 bertanding, mempertaruhkan harga diri masing-masing. 

Di sebuah kafe di area Supersoccer Arena, Kudus, para pemain U-15 berkumpul, bercanda, sebagaimana remaja pada umumnya.

Agak kaget juga melihat mereka yang awalnya rival sengit di lapangan, tapi bersatu tanpa sekat, meski jersey masih melekat. Semua ini, tentu saja tak akan terjadi jika tidak ada yang peduli dan mau mewadahi. 

Hydroplus Soccer League menjadi titik dan upaya membentuk ekosistem sepak bola putri di Indonesia yang, hingga kini, masih terombang-ambing dan kerap “terasing”.

Kudus hanya salah satu kota tempat Hydroplus Soccer League ini berlangsung. Liga sepak bola putri U-15 dan U-18 ini juga menggeliat di tiga kota lain: Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Semakin mempererat simpul-simpul pembinaan sepak bola putri untuk memperkuat fondasi Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia. 

Reporter: Rizky Prasetya
Editor: Mochamad Aly Reza

BACA JUGA Tim Debutan tapi Tak Gentar: Pesepakbola Putri Muda Indonesia Siap Tanding di Singapura Lawan Tim-tim Kuat Asia

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2026 oleh

Tags: hydroplus soccer leaguekudusMilkLifesepak bola putrisepak bola putri kudus
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura, MLSC.MOJOK.CO
Eksplor

Menemukan “La Pausa” Cilik di Supersoccer Arena Kudus

2 Juli 2026
Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional, MLSC.mojok.co
Eksplor

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional

30 Juni 2026
Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura, MLSC.MOJOK.CO
Eksplor

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura

30 Juni 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO
Eksplor

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
Cerita Lola Nadiya Putri, peserta Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 yang mengangkat persoalan crab mentality yang menghambat perempuan desa di Nganjuk untuk tumbuh dan maju MOJOK.CO

Ironi Perempuan di Desa: Dihambat Tumbuh dan Maju karena Crab Mentality

4 Juli 2026
Saya Pengurus KDMP: Koperasi Desa Lebih Butuh Literasi daripada Militerisasi MOJOK.CO

Saya Pengurus KDMP: Koperasi Desa Lebih Butuh Literasi daripada Militerisasi

3 Juli 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Jogja: ruang regenerasi dan edukasi konsumen muda MOJOK.CO

Festival Jamu Nusantara di Kota Jogja: Sadarkan Anak Muda Jamu Bukan Minuman Kuno, Tapi Gaya Hidup Sehat Lintas Generasi

6 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.