Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Perjuangan Mahasiswa Untirta Banten, Dulu Terlunta-lunta Tinggal di Gudang Kini Jadi Kaprodi Muda, Rumah Nyaman pun Terbeli untuk Tebus Penderitaan Ibu

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
17 April 2024
A A
Kisah mahasiswa Untirta Banten yang dulu terlunta-lunta kini jadi kaprodi muda MOJOK.CO

Ilustrasi - Kisah mahasiswa Untirta Banten yang dulu terlunta-lunta kini jadi kaprodi muda. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hidup terlunta-lunta dari satu gudang ke gudang lain menjadi fase terendah yang pernah Restu Gusti Monitasari (26) alami. Namun, perjalanan hidup yang sedemikan berat ternyata mengantarkan alumni Untirta Banten tersebut menjadi seorang Kepala Program Studi (Kaprodi) di usia 24 tahun. Meski awalnya ia nyaris mengubur mimpinya untuk lanjut kuliah karena kondisi ekonomi yang memprihantikan.

***

Restu, panggilan akrab Kaprodi muda alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten tersebut selalu terharu setiap membuka atau menutup gerbang rumahnya sendiri. Rumah yang ia beli pada 2023 itu memang kecil. Tapi kisah di baliknya lah yang membuat Restu tak bisa menahan tangis harunya.

Pada akhir Maret 2024 lalu, sempat ada tren di TikTok orang-orang membagikan perbandingan rumah mereka yang dulu vs sekarang. Restu lantas terpancing untuk membagikan cerita di tempat seperti apa ia tumbuh sebelum akhirnya menjadi Kaprodi muda sebuah kampus di Banten, yakni Universitas Banten.

“Pengin kayak orang-orang buka Google Maps dan lihat kenangan rumahnya di tahun berbeda. Tapi aku nggak pernah punya rumah dari kecil,” tulis Restu melengkapi video pendek yang ia bagikan di akun TikTok @callutuy waktu itu.

Tinggal dari gudang ke gudang

Kehidupan Restu dan keluarganya memang tidak beruntung. Sejak SD ia sudah yatim. Alhasil, sang ibu harus mengambil alih peran sebagai kepala rumah tangga dengan merantau ke luar kota.

Karena saat itu Restu masih SD, Kaprodi Untirta Banten itu mengaku tak tahu di mana dan bekerja sebagai apakah sang ibu. Yang jelas, ibunya saat itu masih belum memiliki rumah sendiri. Alhasil ibunya menitip Restu kepada neneknya yang tinggal di sebuah rumah kecil di Serang, Banten.

“Tapi saat aku lulus SD tahun (2009), rumah tersebut dijual,” ujar Restu, Rabu (27/3/2024).

Setelah rumah neneknya dijual, sang ibu yang pulang dari luar kota mengajak Restu untuk menyewa sebuah gudang di dekat rumah warga yang masih sekampung dengan rumah sang nenek. Di gudang kecil itulah Restu menghabiskan masa kelas 1 SMP-nya (2009-2010).

Pasca neneknya tidak ada, ibu Restu sendiri sudah tak bekerja ke luar kota lagi demi menjaga Restu. Sebagai gantinya, untuk menyambung kebutuhan hidup sehari-hari, ibu Restu bekerja serabutan di Serang, Banten.

“Hanya satu tahun kami di situ. Kami pindah lagi karena diusir secara nggak langsung. Langit-langit gudang kami pernah disiram air,” terang Kaprodi muda alumni Untirta Banten tersebut.

Proses berpindah-pindah tempat tinggal dari gudang ke gudang tersebut berlangsung bahkan hingga Restu kuliah S2. Tempat tinggal terakhirnya bisa dibilang sangat tidak layak huni, malah lebih mending gudang-gudang yang pernah ia sewa sebelumnya.

Awalnya tak ingin kuliah, malah jadi lulusan terbaik Untirta Banten

Selulus SMA pada 2015, banyak teman-teman Restu yang bersiap untuk mendaftar kuliah. Sementara Restu saat itu masih belum punya bayangan untuk kuliah. Ia malah mempersiapkan diri untuk segera bekerja di Jakarta.

Akan tetapi, karena melihat ada peluang di Bidikmisi, Restu pun coba-coba daftar SNMPTN (sekarang SNBP) sekaligus Bidikmisi di Untirta Banten. Ia mengambil jurusan Ilmu Hukum dan ternyata lolos.

Iklan

Setelah berunding dengan sang ibu, akhirnya Restu mantap untuk lanjut kuliah, dengan tekad bisa memberikan prestasi terbaik. Siapa tahu kelak bisa mengentaskan Restu dan ibunya dari jurang kemiskinan.

Restu lulus dari Ilmu Hukum Untirta Banten pada 2019, di usia ke 20 tahun. Ia lulus tepat waktu dengan predikat Cumlaude.

Jadi Kaprodi di Untirta Banten setelah hidup gembel MOJOK.CO
Momen wisuda S1 Restu di Untirta Banten bersama sang ibu. (Instagram/@restu.monita)

“Setelah itu langsung mendapat beasiswa full untuk lanjut S2. Sambi kuliah dipercaya menjadi asisten dosen dan diberi tanggung jawab mengajar mahasiswa. Saat itu umurku 21 tahun,” ungkap Kaprodi muda alumni Untirta Banten itu.

Di masa-masa S2 di Untirta Banten itu, Restu juga bekerja freelance sebagai asisten advokat, makeup artist, MC, hingga juri di berbagai acara lomba debat. Dengan tekad dan kesungguhan, Restu lulus dari S2 Untirta Banten pada 2021. Lagi-lagi dengan predikat Cumlaude.

Baca halaman selanjutnya

Menjadi Kaprodi muda hingga bisa beli rumah sendiri

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 18 April 2024 oleh

Tags: bantendosen mudailmu hukumkampus di bantenkampus negeri di bantenkaprodi mudamahasiswa bantenmahasiswa untirtapilihan redaksiserang bantenuntirtauntirta banten
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja
Urban

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO
Edumojok

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026
Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu Mojok.co

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

23 Februari 2026
kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

27 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya

27 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.