Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

UGM Telah Berubah dan Kehilangan Jati Diri, Rasanya Tak Seperti Kampus Kerakyatan Lagi

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
28 Mei 2025
A A
BEM KM Universitas Gadjah Mada (UGM) layangkan Mosi Tidak Percya pada kampus MOJOK.CO

Ilustrasi - BEM KM Universitas Gadjah Mada (UGM) layangkan Mosi Tidak Percya pada kampus. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Gadjah Mada (UGM) melayangkan Mosi Tidak Percaya pada pihak jajaran petinggi kampus.

BEM KM UGM menilai, rektor dan civitas akademik Universitas Gadjah Mada terkesan tumpul terhadap pemerintah Prabowo, yang beberapa kebijakannya dianggap membuat rakyat semakin tertindas.

Runtuhnya integritas Universitas Gadjah Mada (UGM)?

Beberapa waktu belakangan, berbagai persoalan menyasar Universitas Gadjah Mada secara beruntun. Mulai isu plagiarism, pelecehan seksual oleh guru besar, hingga polemik ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi).

Seiring itu, Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto menilai bahwa Universitas Gadjah Mada telah kehilangan daya kritisnya terhadap pemerintah.

Bahkan Tiyo menilai UGM turut berperan dalam membesarkan kekuasaan mantan presiden Joko Widodo yang berlanjut di masa Prabowo-Gibran sekarang.

Sebab, baginya, pmerintahan Prabowo-Gibran saat inipun tidak lebih dari kelanjutan kehendak politik Jokowi. Sementara UGM terkesan diam saja dan tidak menegaskan keberpihakannya terhadap rakyat kala situasi demokrasi tengah sedemikian carut-marut.

“Integritas UGM memang sedang diuji. Rasanya sudah saatnya UGM melakukan evaluasi total atas kepemimpinan dan pengelolaan institusinya. Civitas akademika yang kritis mesti diberi peran di situ,” ungkap Tiyo kepada Mojok, Rabu (28/5/2025).

UGM: dulu kampus kerakyatan kini kampus kekuasaan

Lebih lanjut, bagi Tiyo, UGM telah berpaling dari khittah/jati dirinya. UGM sejatinya adalah Kampus Kerakyatan. Namun kini justru terasa seperti Kampus Kekuasaan.

“Mesranya pejabat kampus UGM dengan kekuasaan, kan, bukan barang rahasia lagi. Sosok yang sangat berpengaruh di UGM pun adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam dinamika politik nasional (maksudnya Pratikno),” beber Tiyo.

“Kita cemas karena integritas UGM belakangan seperti dipertaruhkan dalam peluang di-kooptasi oleh kepentingan,” sambungnya.

Tanggung jawab untuk selamatkan rakyat

Selain itu, Tiyo menegaskan bahwa UGM—sebagai Kampus Kerakyatan—sejatinya memiliki tanggung jawab sejarah untuk menyelamatkan rakyat.

Sementara yang dia rasakan saat ini, ketika rakyat sedang dalam situasi tidak baik-baik saja, UGM justru tidak terlibat sebagai faktor dalam merestorasi situasi tersebut.

“Membiarkan penindasan dan ketidakadilan itu sama dengan melakukannya,” tegas Tiyo.

Atas situasi itu, untuk mengembalikan integritas dan muruah kampus, Tiyo memberi rekomendasi agar pihak UGM menegaskan keberpihakannya kepada rakyat. Caranya dengan membuat Mosi Tidak Percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Iklan

“Kami tawarkan Mosi Tidak Percaya kepada rezim sebagai langkah konkret untuk mengembalikan kepercayaan publik,” tutur Tiyo.

Sampai kapan Mosi Tidak Percaya untuk Universitas Gadjah Mada?

Pada Rabu (21/5/2025), Rektor Universitas Gadjah Mada, Ova Emilia disebut telah bertemu dan melangsung diskusi dengan mahasiswa.

Sepengakuan Tiyo, dalam diskusi itu Ova menyampaikan, bukan wewenang kampus untuk membuat Mosi Tidak Percaya kepada Prabowo, sebagaimana yang mahasiswa tuntut.

Ova malah menganggap bahwa forum diskusi tersebut merupakan bagian dari upaya pihak Universitas Gadjah Mada memihak rakyat. Jawaban yang tentu saja, bagi Tiyo, tidak memuaskan.

Dalam wawancara dengan sejumlah media, Tiyo menyebut diskusi itu tidak lebih dari sebuah akrobat dalam panggung media. Sementara ketidakadilan dan penindasan terus tetap serta senantiasa terjadi di mana-mana.

“Sampai Rektor menyatakan Mosi Tidak Percaya ke Rezim Prabowo-Gibran atau sesuatu yang setara dengannya sebagai penegasan keberpihakan kampus dan keinginannya untuk menyelamatkan rakyat, Mosi Tidak Percaya kami ke kampus tidak akan dicabut,” pungkas Tiyo.

Atas Mosi Tidak Percaya ini, Rektor Universitas Gadjah Mada beserta jajarannya terpantau masih belum memberi tanggapan.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: ‘Universitas Gadjah Mada Diskriminatif, Tak Adil, dan Tak Transparan’: Cerita Dosen yang Merasa Dihambat Jadi Guru Besar atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2025 oleh

Tags: bem km ugmbem ugmmosi tidak percayamosi tidak percaya ugmpilihan redaksirektor ugmUGMUniversitas Gadjah Mada
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

blok m jakarta selatan.mojok.co
Urban

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO
Catatan

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026
Aji sarjana hukum UGM, Jogja yang pernah ngojol. MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
Waspada "Silent Killer", Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi.MOJOK.CO

Waspada “Silent Killer”, Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi

30 Januari 2026
Tinggal di perumahan lebih bisa slow living dan frugal living ketimbang di desa MOJOK.CO

Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa

30 Januari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.