Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Rela Bayar Rp20 Juta demi Lolos Seleksi Mandiri PTN Jogja, Berakhir Putus Kuliah dan Penyesalan Seumur Hidup Setelah Ayah Meninggal

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
6 Mei 2025
A A
seleksi mandiri.MOJOK.CO

Ilustrasi - Rela Bayar Rp20 Juta demi Lolos Seleksi Mandiri PTN Jogja, Berakhir Putus Kuliah dan Penyesalan Seumur Hidup Setelah Ayah Meninggal (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Lolos Seleksi Mandiri, malah menyesal karena orang tua terlilit utang

Seperti dugaannya, ia lolos Seleksi Mandiri di PTN Jogja tersebut. Kegembiraan menyelimutinya dan kedua orang tua kala itu. 

Sayangnya, kebahagiaan itu cuma sementara. Sebab, orang tuanya ternyata harus utang demi membayar uang pangkal anaknya. Memang, uang pangkal bisa dicicil dua semester. Namun, dengan cicilan Rp10 juta per semester ditambah UKT-nya yang menyentuh Rp4 juta, bukan angka yang kecil bagi keluarganya.

Iklan

“Masalahnya, itu baru ketahuan pas mau masuk semester dua. Selama ini ortu gue nggak pernah cerita kalau bayarin kuliah gue pakai duit hasil utang,” mata April makin berkaca-kaca ketika mengatakan hal ini.

Mengetahui orang tua dililit utang, ditambah dalam kondisi yang sudah tak bekerja, April merasa sangat bersalah. Kuliahnya jadi tak fokus. Pikirannya maju mundur untuk berhenti saja dan bekerja, atau lanjut kuliah.

Puncaknya, ketika awal-awal pandemi Covid-19 pada akhir 2020 lalu, ayahnya meninggal. April tak mengetahui secara pasti apakah ayahnya meninggal karena virus corona atau penyakit lain. Yang ia yakini, ayahnya meninggal karena pikirannya terbebani oleh utang.

“Waktu ayah meninggal, gue nggak henti-hentinya goblok-goblokin diri gue. Gue ngerasa, ayah meninggal karena gue goblok, nekat kuliah di kampus yang amit-amit biaya kuliahnya.”

Penyesalan seumur hidup

Perempuan yang lolos Seleksi Mandiri 2019 ini terhitung masuk kuliah hanya sampai semester tiga. Pada semester empat, memasuki pertengahan 2021, ia memutuskan cuti untuk bekerja sebagai content writer, tanpa memberitahu ibunya. Sementara pada semester empat, ia memutuskan kerja full time di sebuah toko daring dan istiqomah buat putus kuliah.

“Dosa banget nggak sih gue kalau tetep lanjut kuliah, bayar UKT tiap enam bulan, belum lagi minta-minta duit ke ibu buat kos dan makan? Makanya, mending gue kerja,” kata dia.

Ibunya pun juga mulai memahami situasi yang dialami putrinya. Begitu juga kakaknya, yang tak mempermasalahkan keputusan adiknya putus kuliah.

“Makanya gue tadi bilang, seandainya bisa mengulang waktu, sumpah mati gue nggak akan ambil ikut Seleksi Mandiri,” sesalnya, menutup obrolan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Mahal-mahal Bayar Kuliah sampai S3 tapi Menolak Jadi Dosen karena Tahu Sisi Gelap Dunia Pendidikan di Jogja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2025 oleh

Tags: pilihan redaksiPTN Jogjaseleksi mandiriUTBK
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.