Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Rela Bayar Rp20 Juta demi Lolos Seleksi Mandiri PTN Jogja, Berakhir Putus Kuliah dan Penyesalan Seumur Hidup Setelah Ayah Meninggal

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
6 Mei 2025
A A
seleksi mandiri.MOJOK.CO

Ilustrasi - Rela Bayar Rp20 Juta demi Lolos Seleksi Mandiri PTN Jogja, Berakhir Putus Kuliah dan Penyesalan Seumur Hidup Setelah Ayah Meninggal (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seleksi Mandiri menjadi opsi pamungkas para calon mahasiswa untuk bisa kuliah di PTN favorit mereka. Biasanya, jalur ini diikuti oleh mereka yang gagal dalam SNBP maupun SNBT.

Namun, ada perasaan pedih tiap kali April (26) mengingat momen Seleksi Mandiri yang pernah ia ikuti. Sebab, setelah dinyatakan lolos pada 2019 lalu, bukan perasaan plong yang ia rasakan. Melainkan penyesalan yang bakal menghantuinya seumur hidup.

“Kalau gue bisa mengulang waktu, sumpah mati gue nggak akan ambil opsi Seleksi Mandiri yang malah nyisain penderitaan buat keluarga,” kata perempuan asal Jakarta yang kini bekerja di sebuah kafe kawasan Sleman, Minggu (4/5/2025).

Sesekali, April mengusap matanya yang memerah meskipun tak mengeluarkan air mata.

Orang tua mendukungnya penuh untuk menjadi guru

April mengaku berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Bukan orang kaya, tapi kalau mau dikategorikan miskin pun juga tidak. Ayahnya pensiunan PNS, sementara ibunya tidak bekerja karena sudah lanjut usia.

“Boleh dibilang, uang pensiunan ayah ini yang kami andalkan buat menghidupi sekeluarga. Abang memang udah kerja, tapi yang namanya orang dewasa pasti punya kebutuhan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Meskipun bisa dibilang hidup pas-pasan, kedua orang tua April memang sangat memperhatikan pendidikannya. Paling minimal, kalau bisa, anak-anaknya sekolah sampai sarjana.

Kakak April lulusan Universitas Padjadjaran (Unpad) yang kini bekerja sebagai freelance di Jakarta. Melihat kakaknya yang punya ijazah S1, tentu April juga punya ambisi besar buat menyamai pencapaian kakaknya.

Apalagi, kedua orang tuanya punya harapan ada salah satu dari anaknya yang bekerja sebagai pengajar. Entah itu sebagai guru, maupun dosen.

“Soalnya kata mereka jadi pengajar itu pekerjaan mulia,” ungkap April, mengingat nasihat orang tuanya.

Gagal di SNBP-SNBT, rela mengeluarkan uang Rp20 juta untuk lolos Seleksi Mandiri

Sayangnya, cita-cita April buat mengenyam bangku kuliah amat terjal. Pada seleksi berbasis prestasi alias SNBP (dulu SNMPTN) 2019, dirinya tak lolos. Pada tes tertulis SNBT (dulu SBMPTN) pun hasilnya tetap mengecewakan.

Baik pada SNBP maupun SNBT, April memilih kampus yang sama. Kata dia, sebab kampus itu terkenal sebagai pencetak guru, sebagaimana yang diidam-idamkan oleh orang tuanya.

Gagal di dua jalur tersebut, April pun mau tak mau ambil jalan pamungkas di Seleksi Mandiri 2019. Bagi dia, gap year bukan pilihan atau memilih kampus swasta bakal membebaninya karena mahalnya biaya.

“Gue dulu pokoknya keukeuh banget, kudu lolos di itu kampus. Nggak tahu kenapa di kepala gue kayak ada ego, lolos itu kampus hukumnya wajib. Gitu,” ungkapnya.

Iklan

Yang baru April ketahui, ternyata dalam Seleksi Mandiri PTN Jogja tersebut terdapat sistem uang pangkal. Setiap calon mahasiswa wajib mengisi besarannya. Ia tak ingat secara pasti ada berapa golongan uang pangkal. Yang jelas, tiap golongan punya nominal yang berkelipatan Rp5 juta.

“Gue lupa ada 10 atau 11 golongan. Yang jelas, ada yang 0 rupiah, abis itu 5 juta, 10 juta, berlipat terus sampai seingatku ada kok yang bahkan 50 juta,” jelasnya.

Memang, pihak kampus menegaskan kalau nominal tak akan memengaruhi kelolosan. Namun, secara psikis, ia tetap berkeyakinan semakin besar nominal diisi, maka peluang lolosnya makin besar pula.

“Logika aja, mana ada kampus nolak mahasiswa yang, misalnya, ngisi 50 juta? Goblok kan,” ujarnya. “Makanya, gue isi tuh 25 juta, pertimbangannya ya karena gue masuk golongan menengah, ayah pensiunan PNS,” sambungnya.

Baca halaman selanjutnya…

Lolos Seleksi Mandiri malah timbul penyesalan karena bikin orang tua terlilit utang.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2025 oleh

Tags: pilihan redaksiPTN Jogjaseleksi mandiriUTBK
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO
Catatan

Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami

22 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO
Catatan

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
Ilustrasi tinggal di desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang

20 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
Ilustrasi tinggal di desa.MOJOK.CO

Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang

20 April 2026
Cerminan pemberdayaan dan kontribusi nyata perempuan di Kota Semarang MOJOK.CO

Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University

22 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.