Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Pengalaman Unik Mahasiswa KKN UGM Bersama Suku Mentawai yang Lakukan Tradisi Runcingkan Gigi untuk Kecantikan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
7 Agustus 2024
A A
KKN UGM di Suku Mentawai.MOJOK.CO

Ilustrasi KKN di Suku Mentawai (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejumlah mahasiswa KKN UGM melakukan tugas pengabdian masyarakat Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Mereka melakukan observasi terhadap tradisi pasipiatsot, meruncingkan gigi yang jadi lambang kecantikan perempuan setempat.

Kelompok KKN UGM bertolak dari Jogja ke Kepulauan Mentawai pada 23 Juli 2024 silam. Menggunakan bus ke Jakarta, sebelum terbang dengan pesawat ke Sumatera Barat. Sesampainya di sana mereka harus berganti moda transportasi darat dan laut sebelum akhirnya sampai di Pulau Siberut.

Kegiatan observasi terhadap budaya meruncingkan gigi sendiri dilakukan di Dusun Buttui selama tiga hari. Anggota Tim KKN UGM di bawah bimbingan bimbingan Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T yang melakukan observasi yakni Wahid Innayah Tullah, Indarwati, Aanisah Fauziyyah Nurul Hadi, Erlangga Mahendra Yudha, Muhammad Lutfi Zunnur, dan Gertrude Beata Utomo Putri.

Tradisi pasipiatsot atau meruncingkan gigi di mentawai sendiri sudah banyak ditinggalkan. Salah satu wilayah yang masih melestarikan ada di Dusun Buttui, Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat.

“Daerahnya ada di hulu dan cukup terpencil. Kendaraan sulit menjangkau jadi kami perlu berjalan kaki mendaki bukit sekitar satu jam,” ujar Aanisah Fauziyah, salah satu tim KKN UGM di Mentawai.

Aanisah bercerita bahwa timnya berada di Dusun Buttui selama tiga hari. Selama di sana, mereka banyak berinteraksi dengan warga. Perempuan yang studi di Jurusan Kedokteran Gigi ini mempelajari tradisi unik yang mulai ditinggalkan generasi muda di Mentawai.

Mahasiswa KKN UGM mendalami nilai kecantikan perempuan Mentawai

Salah satu narasumber yang ditemui Aanisah, Abai Ipai, yang merupakan istri dari Sikerei aman Ipai mengatakan bahwa pada zaman dahulu tradisi meruncingkan gigi Suku Mentawai dilakukan oleh wanita suku mentawai untuk menunjukkan kecantikan mereka.

Cara membuat gigi mereka menjadi runcing ialah menggunakan panokok (palu) dan papaek (pahat) serta Kajut Simakainaok (batang dari kayu simakainaok yang digunakan sebagai penahan bibir) tanpa dilakukan pembiusan. Gigi yang diruncingkan merupakan empat gigi depan baik rahang atas dan rahang bawah.

Selain faktor kecantikan, Aanisah juga menemukan fakta bahwa gigi runcing pada zaman dahulu berguna untuk memudahkan konsumsi makanan bertekstur keras. Sehingga, secara fungsional juga memiliki manfaat.

Saat ini, salah satu contoh makanan bertekstur keras yang kerap dijumpai di sana adalah olahan sagu. Namun, olahannya berbeda dengan papeda yang umum di Indonesia Timur.

“Karena makanan keras, mereka lebih banyak mengunyah jadi gigi lebih kuat. Tapi kemarin sudah masuk makanan dari kota kaya biskuit, permen dsb. Tapi dulu pokoknya itu, sagu dan keladi atau talas,” terang dia.

Cara merawat gigi

Suku Mentawai juga memanfaatkan tanaman dalam merawat dan mengobati gigi mereka. Seperti mereka menggunakan tanaman kromimit atau dengan nama latin Leersia virginica yang diremas-remas dan dibentuk sedemikian rupa untuk menggosok gigi mereka. selain itu, mereka juga memanfaatkan tanaman sipuraro atau dengan nama latin Acmella caulirhiza yang bunganya diambil kemudian dihaluskan untuk kemudian diletakkan di gigi yang berlubang.

Kehadiran mahasiswa Tim KKN UGM Kabupaten Kepulauan Mentawai disambut baik dalam mempelajari tradisi budaya suku asli Mentawai serta menunjukkan minat generasi muda dalam mengenali tradisi budaya yang tersebar di Indonesia serta antusiasme dalam mengenali pemanfaatan tanaman herbal tradisional di sekitar kita. Tim KKN-PPM Kabupaten Kepulauan mentawai berharap, agar masyarakat dan kalangan akademisi mengetahui bahwa masih ada tradisi unik khas di Suku Mentawai yang dahulunya dilakukan sebagai salah satu standar kecantikan bagi para wanita.

Penulis: Hammam Izzuddin, Tim KKN PPM UGM

Iklan

Editor: Aly Reza

BACA JUGA Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Mahasiswa KKN: Nggak Bantu Atasi Masalah Desa, Cuma Bisa bikin Les dan Acara 17 Agustusan

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2024 oleh

Tags: kepulauan mentawaikkn ugmMentawaiUGM
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO
Sekolahan

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
kuis rempah rempah
Kabar

Merawat Muruah Rempah Nusantara lewat Riset Genetika

2 Juli 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026
Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.