Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Kesedihan Siswa Eligible Tak Ambil SNBP Karena Masalah Ekonomi, Ada yang Nekat dan Diterima UGM tapi Merana Dapat UKT Hampir Rp10 Juta

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
29 Maret 2024
A A
snbp, uny.mojok.co

Ilustrasi - Kebahagiaan Semu Lolos SNBP di UNY: Dihantui UKT Mahal hingga Terancam Putus Kuliah (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nur Widyawati (18) harus mengubur mimpinya untuk bisa kuliah. Padahal, ia merupakan siswa eligible SNBP, alias memenuhi syarat buat daftar PTN via jalur prestasi. Namun, kesempatan ini tak ia ambil karena tersandung masalah ekonomi.

Saya bertemu Widyawati saat membeli es doger yang ia jual buat buka puasa pada Rabu (27/3/2024) kemarin. Awalnya, saya mengira gerobak tempat ia berjualan itu adalah miliknya sendiri. Tapi ternyata ia hanya bantu-bantu kakaknya yang bekerja untuk orang lain.

“Setelah lulus tahun ini, sih, memang pengennya lanjut kuliah, Mas. Tapi belum kesampaian karena enggak ada biaya,” jelasnya kepada saya, di tempat kerjanya di sekitaran Jalan Anggajaya, Condongcatur. “Yaudah, Mas, makanya saya lanjut kerja aja sementara bantu-bantu kakak jualan di sini.”

Widya bercerita, sebenarnya pada SNBP 2024 ini ia termasuk siswa yang eligible. Di sekolahnya, ia masuk 20 besar dan berhak mengambil slot pendaftaran masuk PTN tanpa tes. Namun, alumni salah satu SMA Negeri di Sleman ini tak mengambil kesempatan itu karena kedua orang tuanya sudah tak bekerja, sementara dua adiknya masih sekolah.

“Bapak ibu di rumah sudah sepuh, enggak kuat kerja. Makanya saya ikut kakak kerja aja buat bantu keluarga,” kata dia. “Memanga setahuku ada KIP, tapi kalau aku pikir-pikir bantu kakak kerja lebih memungkinkan ketimbang kuliah.”

Nasib Widya kurang lebih sama dengan sebagian besar siswa eligible di sekolah-sekolah pinggiran. Di Jombang, Jawa Timur, misalnya, pada SNBP 2024 ini ada banyak siswa eligible yang tak mengambil kesempatan daftar SNBP karena masalah ekonomi.

Alhasil, jatanya pun sekolah berikan ke siswa yang berada di peringkat di bawahnya. “Misalnya satu sekolah ada 15 siswa eligible, kemudian ada yang tak mendaftar, maka jatah satu siswa jatuh ke peringkat 16,” jelas Kepala SMA Negeri Ngoro Jombang, menjelaskan teknis SNBP di sekolahnya.

Ada yang pernah lolos UGM, tapi harus struggle karena dapat UKT selangit

Kalau Widya menolak ambil kesempatan kuliah via jalur SNBP, jalan berbeda diambil Ani (18). Ia merupakan siswa eligible dari salah satu SMA negeri di Jogja yang lolos UGM melalui jalur prestasi pada 2023.

Memang, Ani berbahagia karena lolos di pilihan pertama SNBP, yakni Jurusan Biologi UGM. Namun, kebahagian itu hanya sementara setelah ia tahu kalau uang kuliah tunggal (UKT) yang harus ia tanggung jumlahnya tak main-main. Yakni Rp9.225.000 per semester.

Padahal, orang tua Ani hanya pedagang di pasar dengan penghasilan tak menentu. Orang tuanya pun juga masih punya tanggungan kakek dan neneknya yang hidup seatap.

“UKT sebesar itu di luar kemampuan,” keluhnya, dalam wawancaranya dengan Mojok, Kamis (27/5/2023) lalu.

Biaya kuliah nyaris Rp10 juta itu jelas sangat jauh dari ekspektasinya. Sebagai informasi, dua kakak Ani yang sebelumnya kuliah di UGM dan UIN Sunan Kalijaga, sama-sama mendapatkan UKT di angka Rp3 jutaan.

Baca halaman selanjutnya…

Risiko lolos SNBP tapi tak mengambilnya bisa sangat fatal

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2024 oleh

Tags: mahasiswa ugmpengumuman snbpsiswa eligiblesiswa eligible snbpSNBPSNBTUGM
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT
Edumojok

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan Bahasa Arab di UNJ Meski Tak Bisa Bahasa Arab

19 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis
Edumojok

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI
Edumojok

Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI

15 April 2026
Mahasiswa keperawatan UGM Jogja lulus berkat ibu
Edumojok

Malas dan Lelah Kuliah, Telepon Ibu Selamatkan Mahasiswa Keperawatan UGM hingga Lulus dengan IPK Sempurna

12 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Journaling

Journaling, Ringankan Beban Pikiran dan Perasaan untuk Lebih Berani Menikmati Hidup

13 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan Bahasa Arab di UNJ Meski Tak Bisa Bahasa Arab

19 April 2026
Lolos seleksi CPNS dalam sekali coba tanpa bimbel. Setelah jadi PNS ASN malah tersandera stigma MOJOK.CO

Lolos Seleksi CPNS dalam Sekali Coba, Aman Finansial tapi Hidup “Tersandera” karena Leha-leha Dapat Gaji Buta

13 April 2026
Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan

Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

14 April 2026
slow living, jawa tengah, perumahan, desa.MOJOK.CO

4 Tipe Orang yang Tak Cocok Slow Living di Desa: Kalau Kamu Introvert apalagi Usia Produktif, Pikirkan Lagi Sebelum Menyesal

13 April 2026
Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.