Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Lulusan S1 Jurusan Politik di PTN Terbaik Gagal Kerja di DPR, Mimpi Memajukan Daerah semakin Jauh tapi Masih Yakin Ada Harapan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
7 Oktober 2025
A A
Lulusan S1 Jurusan Ilmu Politik UHO kecewa meski kuliah di PTN terbaik. MOJOK.CO

ilustrasi - Jurusan Ilmu Politik gagal jadi anggota DPR. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berangkat dari niat mulia Amrin (26) untuk memajukan daerahnya, pemuda asal Kota Baubau itu pun memilih kuliah S1 Jurusan Ilmu Politik di Universitas Halu Oleo (UHO)–kampus negeri (PTN) yang terakreditasi B. Sayangnya, semangat itu perlahan memudar setelah ia tahu realita kerasnya hidup.

***

Universitas Halu Oleo adalah kampus negeri (PTN) terbesar dan tertua di Sulawesi Tenggara. Selain itu, posisinya yang berlokasi di Kota Kendari membuat PTN tersebut menjadi pilihan terbaik bagi calon mahasiswa baru (camaba).

Dengan begitu, camaba tak perlu kuliah jauh-jauh ke kota besar seperti Makassar atau merantau ke pulau Jawa. Toh, UHO sudah menempati posisi ke-2 sebagai PTN terbaik se-Sulawesi menurut lembaga pemeringkatan Webometrics tahun 2025. 

Alasan itu juga yang membuat Amrin tertarik mendaftar kuliah S1 di UHO. Setahu dia, UHO adalah satu-satunya kampus terdekat yang menyediakan S1 Jurusan Ilmu Politik di Sulawesi Tenggara. Keterbatasan informasi membuatnya tak bisa mengeksplor kampus-kampus selainnya. Namun, niatnya tak pernah berubah. Ia berharap bisa memajukan daerahnya.

“Ada beberapa persoalan seperti bidang Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur jalan, konflik agraria, pertanian dan kelautan yang biasanya luput dari perhatian pemerintah,” kata Amrin kepada Mojok, Senin (29/9/2025).

Rencana setelah lulus S1 dari PTN terbaik di Sulawesi

Amrin tak perlu jauh-jauh mencari masalah di daerahnya, di keluarganya sendiri kuliah di kampus baik swasta (PTS) maupun negeri (PTN) adalah sesuatu yang tabu. Menurut orang tua Amrin, kuliah hanya menghambur-hamburkan uang, ia berharap anaknya itu bisa langsung bekerja.

“Orang tua mengarahkanku agar segera merantau setelah lulus SMA untuk mencari uang. Karena, aku memang pernah merantau sebelumnya. Sudah sempat merasakan pahit dan manisnya hidup di negeri orang,” kata Amrin.

Nyatanya, pengalaman itu tak membuat Amrin kaya, baik kaya hati maupun secara materi. Ia masih ingin mewujudkan mimpinya untuk memberi kontribusi nyata di masyarakat. Salah satu caranya dengan kuliah S1 Jurusan Ilmu Politik UHO. 

“Dengan kuliah S1 dan memahami Jurusan Ilmu Politik barangkali bisa memudahkan jalan karierku sebagai anggota legislatif (DPR),” ujar Amrin.

“Sebab di sanalah aku bisa menyuarakan dan memberikan rekomendasi masukan kepada wali kota agar memperhatikan pembangun desa atau kelurahan yang aku tinggali,” lanjutnya.

Pendidikan tak jadi kebutuhan utama di Baubau

Ayah dan ibu Amrin merupakan petani singkong dengan penghasilan tak seberapa. Untuk memenuhi kebutuhan hidup saja, orang tuanya harus banting tulang. Apalagi, jika harus membiayai kuliah Amrin.

Namun, Amrin memberanikan diri melawan arus. Ia berusaha membujuk orang tuanya dengan prestasi yang ia kumpulkan di masa akhir SMA. Salah satunya dengan meraih peringkat 3 pada semester 6 di kelas 12 SMA.

“Dengan pencapaian itu, aku berusaha meyakinkan orang tuaku agar mendukung niatku ingin kuliah S1 Jurusan Ilmu Politik di UHO,” ucapnya.

Iklan

Sampai kemudian Amrin sadar, sejatinya alasan orang tua Amrin melarang dia kuliah karena kurangnya pemahaman dan dukungan pendidikan di lingkungan sekitarnya. Orang tua Amrin yang tak pernah mengenyam bangku sarjana pun rasanya trust issue dengan masa depan lulusan S1 akhir-akhir ini.

“Bagi mereka dulu, kuliah pasti hanya akan menghabiskan uang, sementara kehidupan di kampung sangatlah sulit. Itu kenapa, anak-anak kampung di daerahku banyak diarahkan agar merantau saja,” jelas Amrin.

Harapan yang tak pernah padam

Amrin pun berniat mengubah paradigma di atas, bahwa kuliah di kampus manapun baik PTS maupun PTN, asal selesai sampai sarjana (S1) bisa membuat masa depanmu cerah. Sayangnya, dunia tak berjalan selurus itu. Beberapa tahun terakhir, Indonesia bahkan dihadapkan dengan konflik besar.

Sebut saja, demo di depan DPR pada Senin (25/9/2025) yang beruntut panjang, sehingga memengaruhi pandangan masyarakat terhadap DPR sekarang. Melihat kejadian yang semakin memanas membuat bulu kuduk Amrin merinding.

Apalagi sekarang ia sudah bekerja di kantor DPRD sebagai tenaga ahli. Namun, mimpi dia sebenarnya adalah menjadi seorang anggota legislatif. Meski begitu, Amrin tak benar-benar mematikan mimpinya.

“Aku tidak menganggap cita-cita itu gagal, hanya belum waktunya. Masih ada banyak hal yang perlu dipelajari dan paham dunia politik praktis,” ujar Amrin.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Ditentang Ortu Kuliah karena Cuman Ngabisin Duit dan Bodoh, Kini Malah Bisa Berkarier Jadi Dosen atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2025 oleh

Tags: jurusan ilmu politiklulusan S1S1uhoUniversitas Halu Oleo
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO
Ragam

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
5 liputan terpopuler Mojok 2025. Cerita para sarjana S1 hingga lulusan S2 yang hadapi realitas menjadi pengangguran MOJOK.CO
Liputan

5 Liputan Terpopuler Mojok Sepanjang 2025: Saat Realita Dunia Kerja Menampar Para Sarjana dan Lulusan S2

1 Januari 2026
Gagal dan tertipu kerja di Jakarta Barat, malah hidup bahagia saat pulang ke desa meski ijazah S1 tak laku dan uang tak seberapa MOJOK.CO
Ragam

Dipecat hingga Tertipu Kerja di Jakarta Barat, Dicap Gagal saat Pulang ke Desa tapi Malah bikin Ortu Bahagia

19 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
guru, stem, guru honorer, pns.MOJOK.CO

Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM

31 Januari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.