Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Diragukan karena Kuliah di Universitas BSI, Saya Malah Bisa Kerja di Perusahaan Besar Sebelum Lulus

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
12 Agustus 2024
A A
Kuliah di BSI di Jakarta Selatan Diragukan, Mahasiswa Medan Justru Bisa Kerja Layak sebelum Lulus MOJOK.CO

Ilustrasi - Awalnya diragukan saat kuliah di BSI Jakarta Selatan, mahasiswa asal Medan justru bisa kerja sebelum lulus. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kuliah di Universitas BSI diragukan

Sebelum resmi kuliah di BSI, keluarga Mey di Simalungun, Medan, sebenarnya sempat ragu-ragu dan mempertanyakan pilihan Mey. Sebab, ketika bilang bakal kuliah di Universitas BSI, ada respons keluarga yang terngiang-ngiang di benak Mey hingga saat ini: itu kampus apaan sih?

Mey pun sebenarnya sempat merasa down atas respons-respons penuh keraguan tersebut. Apalagi mayoritas di keluarganya kuliah di kampus negeri. Lebih-lebih lagi, Mey sedari awal memang bercita-cita kuliah di kampus negeri, bukan Universitas BSI.

“Tapi aku mau buktiin, kalau BSI tuh bisa bersaing dengan kampus-kampus negeri. Bisa bersaing juga sama kampus-kampus swasta lain,” tekad Mey saat itu.

Biaya kuliah standar, programnya tak main-main

Pada 2020, Mey menjalani semester 1 dan 2 perkuliahan di Universitas BSI kampus Fatmawati secara daring. Berhubung tahun itu Covid-19 masih tinggi-tingginya di Indonesia. Mey kemudian baru berangkat ke Jakarta pada 2021 untuk kuliah langsung di BSI kampus Fatmawati.

“Biayanya standar sih, Kak. Uang Sumbangan Sarana Pendidikan (SSP) itu Rp6 juta. Tapi itu bisa dicicl tiga sampai empat kali waktu itu,” terang Mey.

Setelah menjalani perkuliahan di Universitas BSI, Mey mengaku sangat tidak menyesal dengan pilihannya itu. Sebab, menurutnya, dengan biaya kuliah yang standar, Universitas BSI benar-benar serius mempersiapkan kompetensi bagi para mahasiswanya.

Ada program-program dan mata kuliah yang kemudian saat Mey bekerja di perusahaan digital di Tebet, Jakarta Selatan saat ini, ternyata sama persis dengan apa yang pernah ia jalani di Universitas BSI.

Kuliah di BSI, bisa kerja di perusahaan besar sebelum lulus

“Jadi dulu jauh sebelum sidang skrispi aku daftar internship di perusahaan digital itu. Terus karena mungkin kinerjaku baik, karena seperti yang kubilang aku nggak nemu kesulitan sebab memang sama kayak yang kupelajari di BSI, jadi waktu apply buat jadi karyawan tetap aku keterima,” beber Mey dengan antusias.

Mey keterima kerja di perusahaan tersebut bahkan sebelum ia lulus di BSI. Saat ini ia memasuki semester 8 dan baru saja merampungkan sidang skripsi.

Banyak orang meungkin menganggap Universitas BSI sebagai kampus tak terkenal. Bahkan ada juga yang menganggap kampus tersebut tak akan bisa bersaing dengan kampus-kampus besar seperti TelKom University, UPN Veteran, UNPAD, bahkan UI sekalipun.

Namun, bagi Mey, dari Universitas BSI lah ia mendapat semua ilmu yang ia perlukan sebagai bekal setelah lulus dan menghadapi kehidupan nyata. Mey membuktikan, lulusan BSI nyatanya tak kalah dari kampus-kampus besar di atas dalam urusan bersaing di mata perusahaan. Bahkan, ada juga lulusan kampus-kampus besar yang nyatanya kesulitan mencari kerja.

Gaji yang Mey terima sebagai jebolan Universitas BSI di perusahaan digital tempatnya kerja juga tak main-main. Tentu tak kurang dari UMR Jakarta. Gaji yang dulu konon hanya bisa didapat oleh jebolan kampus-kampus besar.

Seperti obrolan kami di awal, setelah lulus dari Universitas BSI ia masih akan lanjut meniti karier di Jakarta, tak langsung balik ke Medan. Karena ia punya impian untuk juga membantu biaya kuliah sang adik yang keterima di salah satu kampus negeri di Jawa Timur.

“Sekarang sih tujuan yang utama adalah apa yang sudah dilakukan kakakku ke aku, itulah yang bakal kulakukan ke adikku semaksimal mungkin,” tutupnya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: Selamat dari Gagal Kuliah karena UKT Mahal Berkat Universitas BSI, Biaya Ringan Bikin Studi Lancar sampai Jadi Sarjana

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2024 oleh

Tags: biaya kuliah bsiBSIjakarta selatankampus bsikampus swasta terbaikmedanprospek kerja di bsiTebetuniversitas bsi
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO
Urban

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Kerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel): terlihat elite tapi Work Life Balance sulit MOJOK.CO
Urban

Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah

10 Mei 2026
Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO
Urban

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet
Urban

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

18 Mei 2026
Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.