Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Kuliah di Universitas Pertahanan Memang Menjanjikan, tapi Tugasnya bikin Mahasiswa Kena Mental

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
28 Mei 2025
A A
Alumni Unhan RI Jurusan Ekonomi Pertahanan. MOJOK.CO

ilustrasi - lulusan Universitas Pertahanan (Unhan) RI. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nur sendiri merupakan mahasiswa S2 Fakultas Manajemen Pertahanan. Secara materi, ia tak berbeda dengan ilmu ekonomi di perguruan tinggi lain. Kata Nur, dasar ekonomi yang diajarkan tetap sama. Hanya saja ilmu tadi disertai dengan ilmu-ilmu di bidang pertahanan negara.

Selain itu, jika dilihat dari latar belakang mahasiswanya, mereka kebanyakan malah bukan dari tentara. Di kelas Nur misalnya, total mahasiswanya 25 orang tapi tidak semua berprofesi tentara.

“Yang dari jalur umum itu jumlahnya hanya 11 orang, PNS 9 orang, dan sisanya tentara,” jelas Nur.

#4 Tugasnya berat dan penuh analisis

Tak hanya diperas secara fisik, mahasiswa Unhan juga dilatih berpikir kritis dan strategis. Nur bahkan tak pernah menyangka jika tugas-tugas yang diberikan dosen akan seberat itu. Ia harus membuat esai dari setiap materi perkuliahan.

Kuliahnya pun tak hanya duduk dan mendengarkan penjelasan dosen, tapi lebih banyak berdiskusi. Bahkan, sebelum kelas dimulai Nur sudah mempelajari materi lebih dulu, agar saat kelas dimulai ia “nggak kosongan”. 

“Untung-untungan kalau dosennya itu sharing materi atau power point-nya sebelum masuk, tapi kalau nggak ya aku, secara personal, cari sendiri materi pelajarannya apa,” ujar Nur.

Bahkan di hari libur seperti Sabtu dan Minggu, Nur tak bisa istirahat. Ia harus meluangkan waktunya untuk mengerjakan tugas individu dan kelompok yang berbasis analisis. Belum lagi materi Matematika Militer yang menjadi pelajaran momok baginya. 

“Aku pernah nangis sangking syoknya karena terlalu banyak tugas. Aku nggak pernah expect kalau misalkan tugasnya seberat itu,” kata Nur.

“Kami juga ditantang untuk ikut daftar skopus yang notabennya aku nggak pernah tahu gimana caranya,” lanjutnya.

#5 Kualitas alumninya top

Namun, dari banyaknya tugas yang gila-gilaan tadi, Nur mengakui jika lulusannya terbilang top. Banyak yang pintar di bidang analisis seperti policymaker atau menjadi staf ahli. Sebab diperkuliahan, mereka sudah dilatih mengatasi masalah sendiri dan mencari solusinya.

Sayangnya, lapangan pekerjaan untuk lulusan Unhan, menurut Nur, masih sedikit. Tapi, ia optimis dengan cita-citanya menjadi dosen. Nur yakin, ilmu tersebut masih banyak dicari dan sangat relevan dalam kehidupan.

“Susah nyari kerja atau nggaknya itu tergantung orangnya sih. Kalau mau menggunakan ijazah S2 Unhan RI memang agak susah karena lowongan pekerjaannya sempit. Tapi secara kualitas sumber daya manusianya, saya akui: bagus!” ucap Nur. Misalnya, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Dave Laksono hingga Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Iklan

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Program Barak Militer bagi Siswa Nakal: Penghinaan Akal Sehat dan Pengingkaran terhadap Esensi Pendidikan  atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2025 oleh

Tags: kuliah di Unhanlulusan Unhansekolah kedinasanTNIUnhan RIuniversitas pertahanan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sekolah Kedinasan Disuapi Anggaran 104 Triliun. Negara Gila! MOJOK.CO
Esai

Bukti Indonesia Udah Gila: Sekolah Kedinasan Dapat Anggaran 104 Triliun, ketika Sekolah Formal dengan 62 Juta Pelajar Cuma Dapat Nasi Bungkus

9 Juli 2025
Pemerintah Tolak Uji Formil UU TNI, Bukti Suara Rakyat Tak Dianggap dan Cuma Fasilitasi Kepentingan Kekuasaan.MOJOK.CO
Aktual

Pemerintah Tolak Uji Formil UU TNI, Bukti Suara Rakyat Tak Dianggap dan Cuma Fasilitasi Kepentingan Kekuasaan

25 Juni 2025
Sekolah kedinasan di Politeknik Penerbangan Surabaya. MOJOK.CO
Kampus

Kuliah di Poltekbang Menguras Fisik dan Mental, tapi Kalau Beruntung Bisa Kerja di Perusahaan Luar Negeri atau PNS Usai Lulus

23 Juni 2025
Kampus

Kampus di Bawah Kementerian Pertahanan Tak Membuat Saya Menyesal Melepas Beasiswa S2 dari UGM buat Jadi Dosen

24 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

20 Februari 2026
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026
Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.